
.
.
.
Zunho mendapatkan serangan langsung dari putri Nanxie, kini wanita cantik itu melepaskan terjangan halilintarnya ke dada Zunho dan memberikanya sedikit dorongan hingga Zunho terjatuh ke tanah dengan keras sampai pasir pasir bertebangan menutupi keberadaan Zunho.
Putri Nanxie kembali melesat menunju Zunho yang sudah terkapar, bahkan pedang Angin Kerakusan Zunho hilang saat dirinya terpental ke tanah, Zunho bangun dari tempat dia terjatuh sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.
“Tinju Belalang Sembah” Zunho mengarahkan capit yang ada di pundaknya ke arah putri Nanxie yang sedang melesat.
BAMMM…BAMMM…BAMMM
Putri Nanxie berhasil menghindari setiap pukulan capit belalang sembah yang menghujani dirinya, putri Nanxie kembali melesat saat capit telah memudar, Zunho menggunakan langkah anginya dan berlari mengarah putri Nanxie.
“Tangan Angin” Zunho mengarahkan Tangan Angin langsung menuju putri Nanxie.
“Masih sama namun aku menyukainya, RAMBUT HALILINTAR” rambut di kepala putri Nanxie merubah warnanya yang semula hitam mejadi merah.
Rambut putri Nanxie memanjang dan menerjang Zunho layaknya ular, Zunho langsung meledakan Tangan Angin yang sudah dekat dengan putri Nanxie.
“MELEDAKK” Zunho mencengkram erat tangan kananya.
BUAMMMMM…GEDEBUGGG
__ADS_1
Putri Nanxie terlempar kebelakang setelah menerima ledakan, Zunho berlari tanpa memperdulikan rasa sakit yang ada di punggungnya, ia menggunakan langkah angin dan sampai di hadapan putri Nanxie.
“TINJU ANGIN” Zunho meninju perut putri Nanxie.
Putri Nanxie tak bisa mengelak, ia menerima tinju di perutnya, sebuah tinju bertenaga dan padat namun putri Nanxie masih bisa menetralkan rasa sakit di perutnya.
“Percikan Halilintar” tubuh putri Nanxie mengeluarkan beberapa semburan kilat.
Zunho mundur beberapa langkah, putri Nanxie berdiri dari tempat ia berbaring, ia mulai berlari dengan kemampuan Langkah Halilintar miliknya, Zunho juga ikut menggunakan Langkah Angin miliknya untuk mengimbangi putri Nanxie.
BUGHHH…BUGHHH…BUGHHH
Mereka berdua saling mengirimkan pukulan untuk melemahkan satu sama lain, tangkis menangkis agar terlindungi dari serangan lawan yang bisa berakibat fatal.
Putri Nanxie semakin terdesak karena dia tidak berhasil menambah luka di tubuh Zunho, ia segera memikirkan kemampuan lainya agar bisa mengalahkan Zunho yang tengah berdiri kokoh dengan luka di bagian perut dan dadanya.
Kedua tangan putri Nanxie mulai dibaluri belut bewarna emas, Zunho mulai membaluri tanganya dengan kemampuan Tinju Tornado lalu melesat menuju putri Nanxie, mereka berdua pun mulai bertumbuk kemudian.
BUMMMMMMMM
Pasir pasir bertebangan saat mereka mendaratkan pukulan padat yang di aliri energi kehidupan, Nanxie terhuyung ke belakang saat ledakan terjadi begitu juga Zunho.
Zunho kembali melesat menuju putri Nanxie yang tengah terdiam menatapi dirinya, Zunho menghilangkan kembali ke hadiranya lalu memuculkan batang hidungnya tepat di hadapan putri Nanxie, ia siap memberikan tinju Angin Tornado lainya namun kejadian yang tak terduga menimpa Zunho.
SWUSSHHHHH…CUP
__ADS_1
Putri Nanxie menangkap dan memeluk Zunho, wanita itu memberikan sebuah ciuman langsung ke bibir Zunho, seketika semua orang yang sedang bertempur menyempatkan diri mereka untuk menatap putri Nanxie dan Zunho yang tengah berciuman saat ini, bahkan wajah kebingungan dari Mabao, Boyu dan Jiaolin terpancar dari wajah mereka.
Putri Nanxie mengakhiri ciuman nya kepada Zunho, putri Nanxie memegang wajah Zunho dengan kedua tanganya lalu memeluk erat tubuh Zunho.
“Maafkan aku jika aku melukaimu Zunho” sesal putri Nanxie
Zunho memeluk hangat putri Nanxie, ia berkata kepada putri bahwa ia tidak perlu meminta maaf.
“Tidak apa kau tidak perlu meminta maaf” disaat itulah sebuah ekor naga muncul di belakang Zunho dan menusuk punggung putri Nanxie yang sedang kosong.
SLASHHHHHH
Putri Nanxie merasakan sakit yang teramat luar biasa di punggungnya, namun wajah putri Nanxie masih tersenyum kepada Zunho.
“K-kau berhasil melukai ku, mungkin aku akan berakhir di sini, namun kau harus tahu suatu hal” suara putri Nanxie semakin memelan sebelum melanjutkan kembali perkataanya.
“A-aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu, aku harap kau bisa membalasnya nanti.” balas putri Nanxie sambil memejamkan matanya dengan senyum yang masih terukir di wajahnya.
Zunho memberingkan pelan tubuh putri Nanxie di tanah sambil menyentuh pipi gadis tersebut.
“Mungkin nanti saat kita bertemu di alam peristirahatan, selamat jalan putri.” Zunho mengalihkan arah pandangnya kepada wanita tua yang memberikan tatapan marah kepada Zunho.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read