
.
.
.
“Aku tidak menyangka jika Xiaona menguasai energi tumbuhan, lebih khususnya bunga matahari” ucap Jirou dengan nada kagum.
“Benar, aku juga tak percaya kalau dia akan menguasai energi itu, mengesankan, bagaimana jika kita memberikan selamat kepada mereka berdua ?” Ucap Zunho kepada Jirou.
“Boleh”
Jirou dan Zunho berdiri dari kursi dan berjalan menuju Xiaona yang saat ini berada di pinggir lapangan, sesampainya disana Zunho langsung menyapa Xiaona yang tengah memandang sesuatu.
Zunho menyapa dirinya begitu juga Jirou.
“Xiaona, apa yang kau lakukan berdiri di pojokan seperti ini”
“Ah aku tidak apa apa, aku hanya memandangi mereka berdua saja, apakah aku terlalu berlebihan dengan mereka ?” Xiaona menujuk ke arah Dilua dan Tiena yang sedang digotong masuk kedalam koridor.
“Yah tidak ada salahnya untuk mencuci benda yang kotor agar terlihat bersih dan nyaman dipandang bukan ?” Ucap Zunho sambil memberikan senyumanya kepada Xiaona.
__ADS_1
“Hei kalian mengabaikan aku” ucap Jirou dengan nada kesal.
Zunho dan Xiaona tertawa mendengar pengakuan dari Jiruo, ia memasang muka cemberut dan memandang ke arah lain untuk menghindari tatapan Zunho dan Xiaona, akhirnya Jirou membuka pembicaraan untuk mengajak mereka berdua menemui Yuan yang sedang dirawat
“Bagaimana jika kita menemui Yuan ?” Kata Jirou sambil menggaruk kening
“Boleh” ucap Zunho dan Xiaona bersamaan.
Mereka bertiga berjalan menuju ruang perawatan untuk mengunjungi Yuan yang sedang dirawat, sesampainya di sana, mereka melihat Yuan yang sedang terduduk sambil menghela nafas, sebuah daun tanaman tertempel di luka wanita tersebut setelah terkena serangan Pelikan Cahaya milik Dilua.
Yuan memandang kehadiran teman temanya yang saat ini memandangi dirinya, Jirou, Zunho dan Xiaona masuk ke dalam ruangan, Yuan menatap lantai lalu berbicara kepada Xiaona untuk meminta maaf.
“Maafkan aku Xiaona, harusnya aku tidak lemah, omongan ku yang berjanji melindungi mu hanya angin lalu saat ini”
Zunho dan Jirou mulai berbicara untuk memberikan ucapan selamat kepada Yuan dan Xiaona, mereka berdua sengaja menunggu keduanya selesai berbicara.
“Selamat untuk kalian, Xiaona dan Yuan, kalian hebat” ucap Zunho dan Jirou sambil mengacungkan jempolnya ke depan.
Yuan dan Xiaona mengarahkan pandangan mereka ke arah lain sambil menggaruk bagian belakang kepala mereka yang tak gatal, Yuan menyadari bahwa Zunho dan Jirou belum melakukan pertandingan, ia menyarankan Zunho dan Jirou agar segera pergi menuju lapangan.
“Kalian pergi lah ke lapangan, nanti kalian bisa melewatkan pertandingan melawan bocah menyebalkan itu, semangat” ucap Yuan sambil mengepal tanganya dan mengangkat nya sejajar dengan wajah.
__ADS_1
“Baiklah kami akan pergi, terima kasih untuk semangatnya, Yuan” ucap Zunho sambil membalikan badanya.
Jirou mengikuti gerakan Zunho, Xiaona mulai berteriak kepada Zunho dan Jirou saat mereka keluar dari ruangan perawatan.
“MENANGLAH UNTUK KAMI” ucap Xiaona dengan keras
“Hey kurangi nada suaramu sedikit saja” Yuan menasehati Xiaona agar mengurangi nada suaranya sedikit.
“Baiklah baiklah.”
Stadion
Zunho dan Jirou kembali duduk di kursi, mereka terus menunggu selama beberapa menit bahkan jam, menunggu giliran mereka tiba, Zunho sudah banyak melihat elemen elemen yang menarik hari ini, rata rata teman setingkat Zunho mengeluarkan ranah pelangi jingga di pundak mereka dan untuk kaka tingkat, mereka semua rata rata sampai di ranah kuning.
“Para hadirin sekalian, kali ini kita sampai penghujung acara, tidak ada yang bisa mengalahkan kaka tingkat saat ini kecuali Hu Yuan dan Xiaona, apakah peserta terakhir akan mengikuti jalur mereka sebagai pemenang dan akan dikirimkan ke Akademi Lautan Guo, atau sebaliknya, mari kita sambut Xu Zunho dan Deng Jiruo”
Penotong hanya diam tanpa reaksi saat pembawa acara memberikan sambutan kepada Zunho dan Jiruo, mereka mengabaikanya dan berjalan menuju arena untuk bertanding.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read