
.
.
.
“Hei Zunho sudah lama kau disini kan, lihatlah dirimu sekarang ini, wajah mu semakin rupawan dan tinggi badan mu juga meningkat” Sharai berbicara kepada Zunho yang saat ini sedang mengepel lantai dengan kain.
“Benarkah aku merasa diriku tidak memiliki perubahan sama sekali” balas Zunho dengan nada santai.
Sharai berjalan mendekati Zunho lalu melatakan cakarnya di bahu Zunho, ia kembali membuka mulutnya untuk berbicara.
“Sebaiknya kau kembali ke rumah nak, kau bisa mengunjungi ku kapan saja, jika kau ingin berkunjung maka gunakan lah ini” Sharai meraih giginya lalu mencopotnya.
Sharai meletakan giginya ke tangan Zunho, ia bingung bagaimana fungsi kerja gigi Sharai, beruang hitam itu kembali menjelaskan kepada Zunho bahwa ia hanya perlu menggengam gigi tersebut saat sampai di kuil suci dan menyentuhkanya ke pelindung air suci agar langsung terhubung menuju kediamanya Sharai.
Zunho meletakan pel di lantai lalu memeluk Sharai dengan hangat, Sharai membalas pelukan Zunho dengan hangat.
“Terima kasih telah membantuku dan mengajariku, aku berjanji akan kembali mengunjungi mu di lain waktu” Zunho melepaskan pelukanya dari tubuh besar Sharai.
“Santai saja nak, aku akan mengantarkan mu langsung ke kuil, ayo” Sharai menjentikan jarinya.
__ADS_1
POFTTTTT
Zunho kembali ke kuil suci, ia memandangi kolam di belakangnya yang berbicara kepada dirinya.
“SAMPAI JUMPA LAGI MURID KU” teriak Sharai.
Zunho terkekeh pelan sambil membalas teriakan Sharai dengan nada penuh semangat.
“SAMPAI JUMPA KEMBALI GURU”
Zunho berjalan keluar dari kuil, ia meletakan gigi Sharai yang berkilauan di dalam kantong jubahnya, Zunho melangkahkan kakinya menjauhi kuil yang menjadi jalan satu satunya untuk berkunjung ke rumah Sharai.
Zunho kembali melewati rimbunya hutan yang kini sebagian telah menjadi pemukiman penduduk, bahkan Zunho ingat sekali jika di bagian hutan ini, dirinya pernah di jadikan wahana bermain oleh sekumpulan monyet.
Zunho sekali lagi mengabaikan pandangan warga, ia terus berjalan menuju rumahnya yang sudah lama ia tinggalkan, Zunho berpikir dia sudah berada di alam Sharai sekitar 6 bulan namun itu semua salah, Zunho juga melihat kereta pedagang yang berlalu lalang saat dirinya semakin jauh masuk ke dalam keramaian.
Tak terasa, Zunho mulai melihat sebuah istana pemimpin benua yang ia tinggali, ia semakij bersemangat berjalan menuju rumahnya untuk melihat kondisi kediamanya, sesampainya di rumah Zunho melihat dua orang wanita cantik dengan baju kuning dan biru sedang memandang pintu rumah Zunho, mereka juga mengetuk pintu berulang kali.
“Ah mereka cepat sekali tumbuh” Zunho tersenyum jahil saat melihat keberadaan dua wanita tersebut.
Zunho berjalan mendekati keduanya, setelah cukup dekat dengan keduanya, Zunho mulai membuka mulut untuk menanyakan tujuan kedua wanita itu mengunjungi kediaman miliknya.
__ADS_1
“Apa ada yang bisa saya bantu” Zunho berusara dengan nada berat dirinya.
Wanita berbaju kuning berbalik dan menatap Zunho, wajah wanita itu memerah saat melihat kehadiran Zunho, wanita berbaju biru disebelahnya ikut mengalihkan pandanganya ke belakang dan mendapati seorang pemuda dengan jubah hijau sedang menatap mereka.
“T-tampanya” gumam gadis berbaju kuning yang tak lain teman Zunho sewaktu dia berada di akademi.
Yuan menggelengkan kepalanya lalu bertanya kepada Zunho, ia terlihat gugup saat ini.
“A-apakah k-kamu kenal dengan seseorang yang bernama Xu Zunho, kata Master Rein ia tinggal di sini” Yuan gelagapan.
Zunho menertawakan keduanya lalu kembali memberikan pernyataan.
“Kalian lupa dengan wajah teman kalian sendiri, Yuan dan Xiaona” balas Zunho dengan senyum tipis di wajahnya.
Xiaona dan Yuan langsung sadar dari lamunan mereka dan serentak menginjak kaki Zunho.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read