Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Menangkap Ikan Untuk Wang Lian


__ADS_3

.


.


.


Keesokan harinya Zunho bangun dari kasur lalu berjalan ke dapur untuk mencari alat pancingan milik Feng, sebuah ide terlintas di kepala Zunho saat ia sedang berpikir ingin melakukan apa besok.


Zunho mencari keberadaan pancingan namun ia tidak menemukan wujud benda tersebut, Zunho kemudian pergi ke ruang tamu untuk mencaro benda yang membantu dirinya untuk mengait ikan nanti, tapi sebelum beranjak ke ruang tamu, Zunho terlebih dahulu mengambil ember yang berada di dapur sebagai wadah untuk meletakan ikan.


Zunho berjalan ke ruang tamu, ia melihat dari satu sisi ke sisi lainya mencari pancingan sampai ia menemukan pancingan yang berada di sebelah mangkok bekas di belakang pintu, Zunho mengambil pancingan serta mangkok bekas lalu berjalan menuju pintu dan membukanya.


Saat sudah keluar dari kediaman Lian, Zunho kembali menutup pintu dengan rapat lalu berjalan menuju Hutan Iblis untuk memancing, saat melewati hutan gelap tersebur, ia merasa diawasi oleh mahluk penghuni hutan, Zunho sudah terbiasa dengan suasana seperti ini saat dirinya berada di Hutan Misteri yang bisa dibilang memiliki kemiripan yang sama dengan Hutan Iblis.

__ADS_1


Zunho mengambil sebuah ranting berukuran sedang lalu mencongkel congkel tanah basah yang berada di depanya, saat itulah beberapa cacing tanah yang gemuk keluar dari lubang yang Zunho gali, ia langsung mengambil cacing satu persatu lalu menempatkanya di mangkok bekas, setelah banyak cacing yang ia tangkap, Zunho kembali melanjutkan perjalananya untuk mencari rawa atau danau.


Setelag mencari selama beberapa menit, akhirnya Zunho menemukan sebuah telaga, Zunho segera mengaitkan cacing di kail lalu melemparkanya ke telaga.


“Pas sekali” Zunho berkata sambil menarik sebuah kayu gelondongan yang ada di sebelah kananya.


Zunho duduk di kayu sambil menunggu ikan mematuk umpan miliknya, suara yang senyap ditambah tidak adanya kicauan burung membuat suasana Hutan Iblis menjadi sedikit menyeramkan, sebelum ikan mulai mematuk umpan Zunho, ia mengambil air menggunakan ember terlebih dahulu agar ikan bisa langsung ia letakan di dalam ember.


Saat sudah mengambil air, Zunho kembali duduk dengan ember penuh di sebelah kirinya, menit demi menit Zunho menunggu ikan sampai kail pancing nya mulai bergoyang, ia langsung menarik kail ikan, sebuah ikan besar terlihat kemudian, ikan tersebut berbeda dengan ikan yang ditangkap Feng untuk makan siang kemaren.


Zunho melepas kail yang sangkut di dalam mulut ikan lalu meletakan ikan di dalam ember, ia kembali mencari ikan selanjutnya, Zunho tidak akan berhenti memancing sampai dirinya sendiri yang memutuskan semua ini sudah cukup atau belum.


“Ya sudah banyak ikan yang ku tangkap, bahkan mereka sangat kesusahan bergerak satu sama lain”

__ADS_1


Zunho memandang ember penuh ikan hasil jerih payah nya, ia mengait kail di pancingan lalu mengangkat ember dan berjalan kembali menuju kediaman Lian untuk memberikan ikan ini kepadanya dan Feng.


Banyak hewan iblis yang menatap Zunho dengan lapar namun ia mengabaikanya sambil mempercepat langkah kakinya, setelah beberapa menit berjalan di gelapnya hutan akhirnya Zunho keluar dari hutan tersebut.


Sepanjang jalan sebagian orang orang yang dilewati Zunho mulai melirik isi ember yang ia bawa di tangan kananya, untuk anak gadis yang berusia sama dengan Zunho, mereka lebih tertarik memandang wajah Zunho ketimbang isi di dalam ember.


Zunho mengabaikan pandangan mereka, saat ini ia hanya fokus untuk memberikan Lian dan Feng ikan ini.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2