
.
.
.
Zunho terpental beberapa meter setelah mendapatkan tinju hangat dari Nang Gafu, Zunho menyeka darah yang keluar dari mulutnya.
“Indra perasa yang sangat peka, aku harus berhati hati” Zunho dibuat kembali bergerak menuju Nang Gafu.
Nang Gafu memunculkan 4 ekor kucing bewarna emas lalu menghujankanya kepada Zunho, ia menghindari serangan Nang Gafu dengan santai, Nang Gafu sedikit dibuat terpacu dengan kemampuan Zunho.
“Lumayan, lumayan mari kita lihat apakah kau bisa bertahan dari ini” Nang Gafu mengeluarkan ranah pelangi miliknya yang telah sampai di tahap biru tua.
“Satu, dua, tiga, empat, kau sedikit membuatku terguncang keparat” Zunho sedikit mengejek Nang Gafu lalu ikut mengeluarkan ranah pelangi miliknya yang telah sampai di ranah biru.
Zunho mengalami peningkatan kultivasi saat ia berhasil membunuh Dewi She Cing yang memiliki Kultivasi lebih tinggi dari Zunho, segera Zunho melesat menuju Nang Gafu, dengan tenangnya Zunho memberikan Tinju Tornado beruntun kepada Nang Gafu.
“Haha menarik kau berhasil membuat baju ku sobek namun itu tidak akan bertahan lama, KUMIS RUNCING” kumis yang ada di wajah Nang Gafu semenjak ia berubah menjadi kucing mulai memanjang dan menghujani Zunho.
Kali ini pertikaian Zunho dan Nang Gafu menjadi tontonan penghuni Aula Surgawi, mereka berhasil menghabisi pasukan kepala plontos, terlihat juga Penatua Qieqie sedang di topang petinggi yang menyelamatkan dia sebelumnya.
“Aku harus membantunya” ucap Penatua Qieqie yang melihat Zunho sedang berusaha keras menghindari serangan Nang Gafu.
Petinggi yang menopang tubuh Penatua Qieqie menggelengkan kepala.
“Jangan Penatua, saya yakin jika anak muda itu akan menang” petinggi meyakinkan Penatua Qieqiei.
SLASHHH...BRASHHH
Zunho mendapatkan luka ringan dan terlempar ke belakang, saat itulah batu batu mulai bergerak dan menempel di tubuh Nang Gafu, sebuah mahluk batu setinggi 2,30 M berhasil tercipta.
__ADS_1
“Inilah yang membuat ku bisa menguasai segalanya, KUCING BATU EMAS” Tangan Nang Gafu yang sudah terbungkus batu bersinar kuning melesat menuju Zunho.
Zunho menghindari pukulan Nang Gafu dengan santai, pukulan cepat dan berskala besar tersebut mendarat di tanah, membuat ledakan skala besar terjadi.
BUMMMMMMMM
Zunho yang berada di sisi lain terjatuh ke dalam lubang yang di buat Nang Gafu.
“Hei Zunho akhir akhir ini kau sudah ku berikan mata jiwa, kombinasikan kemampuan mata jiwa ini dengan kemampuan besar milik mu itu, musnahkan lah Nang Gafu” Dewa Win He memberitahukan Zunho tentang mata jiwa miliknya.
“Benarkah lantas bagaimana aku mengatifkanya ?” tanya Zunho bingung kepada Dewa Win He.
“‘Mata jiwa mu akan aktif dengan sendirinya, karena mata ini berkah dari Dewa maka kau tidak perlu memikirkan cara untuk aktifkanya, sekarang nikmatilah, mata ini bersifat abadi bahkan sampai kau menjadi Dewa nantinya” suara Dewa Win He memudar.
“Baiklah, SAYAP ANGIN, PEDANG ANGIN KERAKUSAN” Zunho memunculkan sayap dan pedang secara bersamaan.
Zunho melesat keluar dari lubang yang masih tertutup debu karena ledakan dari pukulan Nang Gafu, Zunho berdiri membelakangi matahari, mata hijau dengan pupil yang pernah ia tampilkan kepada Dewi She Cing terlihat bersinar.
Sontak para petinggi dan pengurus Aula Surgawi merasa kagum dan ngeri melihat pemuda yang tengah melayang di atas mereka dengan mata hijau yang bersinar.
“Mata Jiwa itu, seperti mata Jiwa Dewa Win He, berarti dia adalah penerus Dewa Win He” ucap petinggi yang menopang tubuh Penatua Qieqie.
“Kau benar, itu mata Jiwa Sang Dewa Angin, Dewa Win He” penatua Qieqie tersenyum melihat Zunho.
Sedangkan Eunji kembali dibuat terpesona dengan Zunho yang melayang di udara.
“Baiklah mari kita akhiri, KEPAKAN SAYAP ANGIN” Zunho mengepakan sayapnya menuju Nang Gafu.
BWUHHHHHHH
Sebuah angin tornado yang sangat besar dan menjulang tinggi terbentuk, membuat langit menjadi gelap, semua warga desa dan kota panik melihat angin besar tersebut.
__ADS_1
“SEGITIGA PELINDUNG” salah satu petinggi Aula Surgawi membuat pelindung untuk melindungi Aula Surgawi dari angin besar nan mematikan itu.
Semua petinggi dan pengurus berada dalam pelindung, Nang Gafu merasa dirinya ditarik ke pusaran angin yang terlihat rakus, walaupun tubuh Nang Gafu sedikit besar dan berat namun tidak menutup kemungkinan jika Nang Gafu akan terseret masuk ke dalam angin tornado.
Setelah Nang Gafu tertarik dan masuk ke dalam angin tornado Zunho langsung meledakan angin.
“Hoo tidak aku tidak bisa membiarkan angin ini melukai warga Benua Tengah, angin ini diciptakan untuk menghabisi mu Nang Gafu bukan warga desa maupun kota, LEDAKKKK”
BUMMMMMMM
Angin tornado meledak dan membuat dentuman yang keras dan memekakan telinga bahkan Hutan Suci yang berada sedikit jauh dari Aula Suci dibuat bergetar.
Nang Gafu terlempar dan menghantam pelindung, Zunho melesat menuju Nang Gafu yang mulai berubah wujud menjadi manusia kembali.
“HEMPASAN EKOR NAGA” saat Zunho berada dekat dengan Nang Gafu langsung ia mengeluarkan kemampuan Hempasan Ekor Naga.
WUSHHHH…BUMMMM
Silau hijau yang menyilaukan mata ditambah teriakan Nang Gafu membuat Zunho semakin bertekad untuk menghabisi Nang Gafu.
“TARIAN ANGIN MALAM” Zunho mendarat di tanah lalu berlari dengan memutar tubuhnya dengan indah lalu mengirimkan tebasan langsung ke Nang Gafu.
SLASHHHHH…BUMMMM
Ledakan kembali terjadi, Zunho menutupi dirinya dengan sayap agar tidak terkena dampak ledakan, Zunho memastikan bahwa Nang Gafu telah berakhir.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read