Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Pemberitahuan Seseorang


__ADS_3

.


.


.


“Kenapa desa Sie porak poranda seperti ini” gumam Zunho yang tengah berada di desa Sie yang tengah hancur karena suatu kejadian.


Zunho berlari menuju rumah Lian dan Feng untuk memastikan keselamatan kedua orang yang sudah ia anggap sebagai orang tua, sesampainya di sana Zunho bertekuk lutut, tatapan tak percaya tak keluar dari pandangan Zunho saat dia memandangi dua orang yang sedang terkapar dengan luka parah di tubuh mereka.


Zunho meletakan jarinya di leher kedua orang yang tak lain Lian dan Feng, ia memastikan apakah mereka masih bisa diselamatkan namun.


“M-mereka” kesal Zunho di dalam hatinya.


Zunho memejamkan mata, tak percaya jika dia harus kehilangan orang yang sangat berharga untuk kedua kalinya.


Saat Zunho tengah merenungi kesedihan, tiba tiba sesosok suara tanpa wujud mulai berputar di kepala Zunho, memberitahukan dirinya agar segera kembali ke desa Sie.


“Sebaiknya kau bergegas kembali ke desa Sie, jangan biarkan bunga mimpi ini terjadi di kehidupan nyata.”

__ADS_1


Zunho membuka matanya saat kata kata selesai beputar di kepalanya, Zunho memandangi ruangan dimana dia berada, sebuah kamar yang cukup luas dengan hiasan bahan dasar kayu.


Zunho bangkit dari tempat tidurnya, ia berjalan keluar dari kediaman Sharai, langsung menteleportasikan dirinya ke area Hutan Iblis untuk memastikan apa yang di katakan suara di pikiranya tadi benar atau tidak.


POFTTTTTT


Zunho berhasil muncul di area Hutan Iblis, ia tidak punya waktu untuk menganggumi keberhasilan kemampuan teleportasi miliknya, Zunho melesat berlari menuju desa Sie, sesampainya di desa Sie, Zunho disuguhkan pemandangan desa yang tengah hancur, banyak nya reruntuhan bangunan yang berserakan beserta banyak nya korban yang sedang di obati para tabib.


Terlihat juga Xiaona dan Yuan yang tengah mengobati orang orang, Zunho mengabaikan mereka berdua dan menaruh fokus kepada Lian dan Feng.


Zunho melanjutkan larinya menuju kediaman Lian, sesampainya di rumah Lian, Zunho membuka pintu rumah yang tak terkunci.


Zunho duduk bersila menghadap Lian dan Feng.


“Akar Berlian Putih”


SIUTHHHHHH…SRETTTT


Akar muncul di halaman depan rumah Lian, akar menjalar masuk, langsung menutupi tubuh Lian dan Feng, akar mulai mengeluarkan cahaya putih saat tengah melakukan tugasnya, erangan yang keluar secara bersamaan dari Lian dan Feng menggema di area rumah.

__ADS_1


Setelah akar kembalu menyusut ke dalam tanah, Lian dan Feng mulai bangkit dari tempat mereka, Zunho membantu berdiri Lian terlebih dahulu kemudian Feng, Zunho menanyakan kepada Lian dan Feng, apa yang sedang terjadi dengan desa Sie saat ini.


“Apa yang sedang terjadi dengan desa Sie saat ini” tanya Zunho dengan nada Serius.


Lian membuka suara, menjelaskan dalang yang ikut bermain boneka di balik kekacauan yang tengah melanda desa Sie saat ini.


“Seorang gadis cantik seumuran kau dengan wanita tua kisaran 50 berjubah gelap berparas cantik, sebelum mereka pergi, mereka memberikan tujuan mereka selanjutnya yaitu menuju Benua Lautan untuk melenyapkan Raja pemimpin benua tersebut” jelas Lian kepada Zunho.


Zunho mendengarkan penjelasan Lian dengan saksama.


“Aku akan segera pergi ke Benua Lautan untuk menghabisi dalang peristiwa ini, kalian tenang saja, aku pastikan untuk kembali secepatnya ke desa dan menjaga kalian” Zunho memberikan kepastian kepada Lian dan Feng sebelum dirinya hilang menjadi daun.


Lian dan Feng menamamkan rasa kagum ke pandangan mereka saat melihat Zunho menghilang seperti angin.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2