
.
.
.
Akhirnya perjuangan keras Zunho membuahkan hasil, kesenangan dan rasa lelah menjadi satu saat melihat sebuah bangunan besar berdiri kokoh, Zunho berjalan menuju pintu gerbang Kuil, tempat tersebut kosong tanpa pejagaan, jadi Zunho tidak perlu meminta izin masuk kepada siapapun.
Setelah Zunho masuk ke dalam area depan kuil, dia langsung berjalan mencari sumber air suci seperti kata Rein kemaren, Zunho mencari dari satu ruangan ke ruangan lainya, sampai ia menemukan sebuah kolam di salah satu bangunan.
Zunho memandang air di dalam kolam selama beberapa detik sebelum memutuskan mendekati area kolam, saat dirinya ingin mengambil air kolam, Zunho terlempar ke belakang sejauh 20 meter.
“Ternyata ada penghalang nya, baiklah” Zunho berdiri dari tempat ia terlempar lalu memejamkan matanya.
“Tinju Angin”
Zunho berlari sambil mengarahkan tinjunya ke kolam membuat pelindung di sekitar kolam hancur agar ia bisa meminum air di kolam, namun Zunho kembali dipukul mundur karena penghalang tersebut sangatlah kuat.
BANGGG…CITTTT
__ADS_1
Keramik yang tertanam di lantai bergesekan saat Zunho menahan kakinya agar tidak mundur terlalu jauh, Zunho menenangkan kembali pikiranya sambil memikirkan kemampuan yang mampu membuat pelindung hancur.
“Tangan Angin”
Sebuah kepalan tangan berhasil dilayangkan menuju kolam bermaksud meretakan pelindung, setelah Tangan Angin Zunho menyetuh pelindung kolam, ledakan ringan kembali terjadi.
BANGGG…CLINGGG
Zunho menyipitkan matanya saat mendengar sebuah benda pecah, ia beranggapan jika pelindung kolam sudah hancur karena Tangan Angin Miliknya, Zunho berjalan dengan tenang menuju kolam namun ia kembali terlempar ke belakang.
“Aku terlalu terburu buru” Zunho kembali bangkit dari tempat dimana ia dilempar.
Zunho mulai serius dengan keadaan satu ini, ia memusatkan kembali energi kehidupan miliknya di tangan, Zunho memanggil pedang Angin Kerakusan miliknya.
Zunho mendaratkan sebuah tebasan ke kolam, terdengar bunyi dentingan saat dirinya memberikan kemampuan Jiwa bela dirinya tersebut kepada pelindung kolam air suci.
TINGGG…CLINNGGGG
Kali ini suara retakan semakin terdengar jelas dan semakin lama, Zunho tersenyum, ia terus menggunakan kemampuan yang sama untuk membuka jalan agar ia bisa masuk ke dalam kolam, 5,14,28,34,52 tebasan sudah diberikan Zunho untuk menghancurkan pelindung kolam tersebut.
__ADS_1
“Energi ku sudah hampir habis, aku sangat yakin jika diriku akan takluk di sini karena berusaha menghancurkan sebuah pelindung yang tak terlihat, lebih baik aku mengumpulkan beberapa energi kehidupan lainya agar jalan semakin terbuka” nafas yang terengah engah terus dikeluarkan Zunho.
Zunho duduk bersila di hadapan kolam sambil menatap kolam tersebut, ia memejamkan matanya lalu mulai melakukan meditasi untuk mengumpulkan energi kehidupan, ranah pelangi Zunho keluar saat dirinya melakukan meditasi, pelangi seolah olah berputar seperti gasing saat Zunho menempatkan dirinya dekat dengan kolam.
“Baiklah mari kita coba beberapa kali lagi” Zunho bangkit sambil meraih pedang kerakusan yang tergeletak di sebelahnya.
Zunho kembali mengambil kuda kuda sambil memfokuskan energi kehidupan miliknya di gagang Pedang, ia kembali mengeluarkan kemampuan Tebasan Angin miliknya.
“Tebasan Angin Kerakusan”
SWUSHHH…TINGG…CLINGGGGG
Suara pecahan terdengar lebih keras dan banyak serta lama, Zunho benar benar yakin, kali ini ia sudah berhasil menghancurkan penghalang yang menghambat jalanya untuk meminum air suci di kolam, Zunho menghilangkan pedangnya lalu berjalan mendekati kolam.
Saat Zunho ingin mengambil air tersebut untuk meminumnya, tiba tiba angin ****** beliung yang terbuat dari air di kolam tersebut langsung menyedot Zunho dan membawanya ke dimensi lain.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read