Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Persiapan Latihan Ujian Akademi


__ADS_3

.


.


.


TOK TOK TOK


“Zunho apakah kau ada di dalam ?”


Rein mengetuk pintu kamar asrama Zunho, tak lama kemudian pintu terbuka, ia menggosok mata lalu memandang Rein yang tengah bersemangat dengan sesuatu, Zunho mulai mengira ngira bahwa ia sangat bersemangat dengan Ujian Akademi yang akan dilakukan Seminggu lagi.


“Ujian Akademi bukan, Saya berpasangan dengan Jirou, saya akan melawan dua anak yang menindas anda kemaren”


Rein terlihat sedikit bingung karena Zunho mengetahui kabar yang akan ia sampaikan kepada dirinya, Rein mulai bertanya kepada Zunho darimana ia mendapat kabar seperti itu.


“Saya mengetahuinya dari Xiaona, katanya dia mendapatkan kabar tersebut dari Master Niyong”


“Heh wanita itu, baiklah aku akan kembali ke rumah ku, setelah selesai pembelajaran akademi, datanglah ke rumah untuk pelatihan”


“Baiklah Master”


Rein berjalan pergi, Zunho menutup pintu lalu bergegas membersihkan dirinya, saat sudah siap, Zunho langsung pergi ke kelas untuk pembelajaran hari ini.

__ADS_1


Kelas


“Ya anak anak, sebentar lagi pihak akademi akan memberikan ujian kepada kalian, kami dewan guru sepakat akan mengirimkan 4 orang terbaik yang berhasil mengalahkan kaka tingkat kalian ke Benua Lautan Huanli untuk bertarung dengan angkatan kalian dari Akademi Guo.”


Kelas mulai riuh mendengar penjelasan guru, Zunho dan teman teman hanya mendengarkan penjelasan guru dengan seirus agar tidak ada bagian yang terlewatkan, guru segera menenangkan kondisi kelas, saat suasana kembali tenang, guru kembali melanjutkan pembelajaran.


Saat jam pulang telah tiba, Zunho bergegas pergi menuju rumah Rein untuk pelatihan, ketika sampai dirumah Rein, Zunho mengetuk pintu rumah Rein.


TOK TOK TOK


Pintu terbuka kemudian, terlihat Rein sedang membawa dua buah pedang kayu ditanganya, ia melemparkan satu ke Zunho, Rein menyuruh Zunho untuk masuk ke rumahnya, mereka akan memulai sesi latihan di halaman belakang rumah Rein.


“Apakah anda tidak terganggu dengan ayam ayam yang masih berkeliaran disini, maaf jika sedikit lancang, namun saya tidak akan segan segan memotong ayam ini jika berani menggangu latihan saya, kebetulan saya sedikit menyukai daging ayam potong, saya tidak keberatan jika makan banyak daging ayam sekalipun” ucap Zunho dengan nada datar serta seringai licik keluar dari mulutnya.


“Aku akan memukul bokong mu dengan pedang kayu ini jika berani memotong ayam ku, tunggu sebentar aku akan memasukan mereka ke kandang”


Saat sudah selesai memasukan ayam, Zunho dan Rein mulai bersiap siap melakukan kuda kuda, Rein berlari sambil memposisikan pedang dengan vertikal.


TEK


Zunho Langsung menangkis pedang dengan atah horisontal lalu menendang perut Rein yang sedang terbuka, Rein tersenyum, ia menancapkan pedang kayu di tanah, tanah sekitar mulai menyatu dan menjadi sebuah pedang tanah yang runcing.


“Baiklah mari kita serius”

__ADS_1


Rein kembali berlari menuju Zunho sambil memposisikan kembali pedangnya, Zunho menangkis tebasan Rein lalu mencoba menendang perut Rein sekali lagi namun.


“Tanah pelindung”


BRURRRR


Tanah menjulang menutupi perut Rein, tanah mulai menyerap kaki Zunho, ia tak bisa menahani keseimbangan lalu terjatuh di tanah, Rein mengangkat pedang di udara dengan dua tangan dan menargetkanya ke bahu Zunho.


“Tidak ada cara lain”


Zunho melemparkan pedang kayu yang ia gunakan ke wajah Rein.


TUK


“Aduh”


Perisai tanah yang menjulang di perut Rein hilang, Zunho kembali memfokuskan tinju miliknya untuk menumbangkan Rein, ia menghirup udara segar di sekitar, angin mulai mengiringi langkah Zunho, ia langsung meninju muka Rein.


“BUKKK”


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2