Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Sampai Jumpa Lagi Penatua Qieqie


__ADS_3

.


.


.


Zunho berjalan menghampiri Penatua Qieqie, petinggi yang melihat Zunho berjalan mendekati Penatua langsung menghilangkan pelindung, membiarkan Zunho mengetahui kondisi Penatua.


“Apakah anda baik baik saja penatua, maaf jika kemampuan saya ini sedikit membuat halaman depan Aula berantakan.” ucap Zunho dengan nada sedikit bersalah.


Penatua Qieqie menggelengkan kepalanya dengan senyum tulus menghiasi wajahnya.


“Kau tidak perlu meminta maaf Zunho, halaman depan masih bisa diperbaiki, kamu sendiri apakah terluka parah ?” Tanya Penatua dengan nada sedikit khawatir.


Zunho menggelengkan kepalanya lalu menjawab.


“Tidak, hanya goresan kecil yang diberikan Nang Gafu, saya senang anda dan para petinggi serta pengurus aula tidak terluka.” Zunho merasa lega.


Semua orang yang ada di area tersebut memandang tubuh Nang Gafu yang sudah tak bernyawa, sebagian dari mereka masuk ke dalam Aula untuk mengambil tubuh anak didik Nang Gafu termasuk petinggi yang menopang tubuh Penatua Qieqie, hanya tersisa Zunho, Penatua Qieqie dan Eunji.


Eunji mulai bertanya kepada Zunho apakah ia menyukai Benua Tengah dan berencana menetap.

__ADS_1


“Zunho apakah anda berencana menetap, mungkin Penatua Qieqie bisa menjadikan mu petinggi Aulu Surgawi tingkat Mustahil, karena tak ada satupun orang yang ada pada tingkat itu di Aula saat ini.” Eunji melemparkan isi pemikiranya kepada Zunho


Penatua Qieqie setuju dengan pendapat yang diutarakan Eunji, selain dirinya bisa lebih dekat dengan Zunho, ia ingin Aula Surgawi lebih terjamin dengan keamananya.


Namun Zunho tidak sependapat dengan mereka berdua.


“Saran dan pertanyaan yang bagus namun maaf saya menolaknya kali ini, saya sudah berjanji kepada keluarga saya di Benua Daratan jika sudah selesai menjalankan tugas saya di Benua Tengah, saya akan segera kembali.” Balas Zunho tanpa ada keraguan di dalam hatinya.


Penatua Qieqie dan Eunji tertunduk, mereka sedikit sedih mendengar balasan yang Zunho utarakan tanpa ada rasa keraguan, tak lama kemudian datanglah petinggi dan pengurus lainya yang menyeret tubuh anak didik Nang Gafu.


“Mari kita bawa ke area belakang” Penatua Qieqie tersadar dari kesedihanya lantas menyuruh mereka yang membawa tubuh tak bernyawa agar pergi ke area belakang.


Zunho berjalan mendekati tubuh Nang Gafu lalu menyeretnya di ikuti yang lain, menuju halaman belakang, sesampainya di halaman belakang mereka memakamkan Nang Gafu dengan anak didiknya, setelah selesai memakamkan tubuh Nang Gafu, petinggi dan pengurus Aula Surgawi kembali melakukan aktifitas mereka yang sebelumnya terpotong dengan kehadiran Nang Gafu.


Tak lama kemudian mereka menginjakan kaki di halaman depan Aula, Zunho melihat kondisi Penatua yang saat ini sudah mendingan segera meminta izin kembali ke Benua Daratan.


“Penatua Qieqie, saya izin pamit kembali ke Benua Daratan, terima kasih telah membiarkan saya tinggal di Aula Surgawi.” Ucap Zunho saat ia membiarkan Penatua Qieqie berjalan mendahuluinya.


Sontak Penatua Qieqie dan Eunji memutar arah mereka kepada Zunho, Penatua Qieqie berjalan maju kehadapan Zunho, tanpa sadar air mata Penatua mulai menetes saat menatapi Zunho lebih jelas lagi.


“Apakah kau tidak ingin tinggal bersama ku disini, Zunho ?” Tanya Penatua.

__ADS_1


Zunho menggelengkan kepalanya dengan pelan, Penatua Qieqie hanya bisa pasrah membiarkan Zunho pergi kembali ke rumahnya.


“Hanya ini yang bisa kuberikan untuk mu.” Penatua Qieqie mulai berjinggit.


CUP


Sebuah ciuman hangat bersarang di pipi Zunho saat ia lengah ditambah pergerakan yang cepat membuat peluang yang bagus bagi Penatua Qieqie meyarangkan ciumanya di pipi Zunho.


Eunji dibuat cemberut melihat Penatua Qieqie mencium Zunho, wajah sedih di wajah Penatua mulai tergantikan raut malu.


“Ehehe maaf, kalo begitu sampai jumpa lagi Zunho, jika kau memiliki waktu luang berkunjunglah.” penatua Qieqie menghilangkan rasa sedih yang ada di dalam hatinya.


Zunho pun tersenyum, ia juga melambaikan tanganya kepada Eunji sebagai tanda perpisahan sebelum melangkahkan kakinya keluar dari Aula Surgawi.


“Tentu Penatua Qieqie, sampai jumpa lagi Eunji.” Zunho membungkukan setengah badanya sebelum berbalik dan melangkahkan kakinya menjauh dari Penatua dan Eunji.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2