Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Sebuah Buku Penjelasan


__ADS_3

.


.


.


“Buku apa ini” Zunho membuka sebuah buku yang berada di depan pintu rumahnya.


Kini Zunho telah menginjak umur 17 tahun, ia membuka buku yang ada di tanganya tersebut dan membaca beberapa kata yang ada di setiap lembaranya, Zunho mengalih satu halaman ke halaman lainya untuk mendapatkan informasi.


Semakin banyak Zunho memindahkan halam buku yang dia baca maka akan semakin sulit makna makna tulisan yang akan dipahami.


“Segel iblis telah terbuka, berhati hatilah dari sekarang karena siapapun yang kau cintai mungkin saja akan lenyap dengan sekejap, berhati hatilah karena Dewi Kesesatan dan penerusnya siap membantai seluruh benua, Tengah, Lautan, Udara maupun Daratan”


“Apa maksud tulisan ini” Zunho mengeratkan penganganya di buku.


Zunho menutup buku, ia mengunci pintu rumahnya, Zunho berjalan ke rumah Rein untuk bertanya maksud dari penulisan kalimat di dalam buku ini, sesampainya di rumah Rein, Zunho langsung mengetuk pintu rumah sebanyak 3 kali.

__ADS_1


TOK TOK TOK


Tak lama kemudian pintu terbuka dan menampilkan sosok Rein sedang menggosok matanya, Zunho menyerahkan yang dia pegang kepada Rein, guru pendamping tersebut bingung kenapa Zunho tiba tiba menyerahkan buku itu kepadanya.


“Ada apa murid ku, apakah ada sesuatu yang membuat mu cemas sekarang ?” Tanya Rein dengan nada sedikit khawatir.


“Aku ingin tahu hal yang ditulis di buku itu” Zunho menunjuk buku yang ada di tangan Rein.


Rein membuka matanya keseluruhan lalu menatap setiap kata yang tertera di halaman, tatapan terbelalak dari Rein keluar dari pandanganya, Rein kemudian menjelaskan makna dari kata ini bahwa segel Benua Timur telah terbuka setelah lama terkunci oleh sesepuh Sekte Song dan Sekte Deng.


Rein menyuruh Zunho masuk ke dalam rumah terlebih dahulu agar lebih mudah dalam berdiksusi masalah ini, saat Zunho dan Rein duduk di kursi, mereka mulai berbicara serius.


“Dimana kau mendapatkan buku ini ?” Tanya Rein kepada Zunho.


“Aku mendapatkanya saat membuka pintu rumah ku dini hari tadi” balas Zunho.


Zunho membolak balikan buku, sebelum sebuah kata keluar dari Rein agar Zunho memperbanyak kemampuan miliknya lagi, karena ancaman telah terbuka.

__ADS_1


“Zunho, sebaiknya kau perbanyak latihan dan tempa lagi kultivasi mu itu, jika masih di ranah hijau saja itu tidak akan cukup, jujur ranah biru tua sekalipun akan sangat sulit melawan Dewi Kesesatan” Rein memberikan saran kepada Zunho.


“Apakah anda bisa melajari saya agar kemampuan saya bisa lebih handal ?” Tanya Zunho kepada Rein.


Rein menggelengkan kepalanya, ia kembali menjelaskan kepada Zunho bahwa kemampuan yang ia miliki hanyalah kemampuan dasar, dimana kemampuan ini tidak bisa membuat Dewi Kesesatan tergores bahkan di bajunya sekalipun.


“Tidak Zunho, kau harus mencari yang lebih berpengalaman dari ku, bukankah kau pernah bercerita kepadaku bahwa dirimu pernah berlatih bersama sebuah beruang hitam tua tahun, bagaimana jika kau minta dia mengajari mu ?” Rein memberikan sarah kepada Zunho.


Zunho menimbang nimbang perkataan Rein, apa yang dia katakan ada benarnya, Sharai adalah beruang yang hidup sudah lebih 1000 tahun, pastilah pengalamanya sudah tak diragukan lagi, Zunho mengundurkan diri dari hadapan Rein dan bersiap pergi ke Kuil Suci.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2