Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Perang Bulan Berdarah V


__ADS_3

.


.


.


Zunho pun diteleportasikan ke permukaan Jurang Lien, ia melihat kegaduhan yang terjadi di kota Vei, namun Zunho tidak memperdulikan hal tersebut, ia lebih tertarik pada diagram yang membentang dengan bebasnya di arah barat, Zunho pun mulai berteleportasi ke Barat.


Benua Barat


“Kalian sudah kelelahan, bahkan kalian kalah dari klon raksasa ku ?” Jirou melemparkan hinaan kepada penerus dewa kehidupan.


Klon raksasa Jirou yang sudah terbungkus dengan baju perang yang terbuat dari Buaya Hitam benar benar sulit di tembus, salah satu raksasa Jirou terlihat mendekati raksasa Jiaolin, bersiap memberikan tusukan Bayangan Kegelapan.


Tak lama kemudian Zunho pun sampai di Benua Barat, tempat lapang ini kini dipenuhi mayat, orang orang yang bertempur, Zunho melihat Jirou sedang menyerang teman temanya.


“Jadi bunga mimpi itu nyata, mau tak mau aku harus menghabisi mu.” Zunho bergerak menuju Jiaolin yang tersudut.


Langsung Zunho mengeluarkan kemampuan Tangan Angin miliknya, mencegah raksasa menusuk Jiaolin yang saat ini tengah mengendalikan beruang es mililknya.


“Tangan Angin” suara seorang pemuda yang kali ini ikut bergabung dengan pesta Jirou.


BUMMMMM


Raksasa Jirou yang berniat mengirimkan tusukan langsung pada tubuh Jiaolin lenyap seketika saat Tangan Angin bewarna hijau tua lengkap dengan pelindung tangan meremas raksasa dengan kuat.


“Akhirnya kau datang juga, Zunho” Jirou menyadari kehadiran sahabatnya tersebut sontak ia dan raksasa bergerak mendekati Jiaolin.

__ADS_1


BWUSHHHHH


“Hoo jadi ini semua ulah mu teman ?” Seorang pemuda dengan rambut putih dengan setelan baju perang lengkap bewarna hijau tiba tiba memunculkan kehadiranya tepat di hadapan Jiaolin.


Sontak Jiaolin, Yuan, Mabao, Boyu dan Xiaona terkejut melihat pemuda itu, pelengkap dewa kehidupan, Penerus Dewa Win He.


“Lihatlah perubahan yang ada pada dirimu Zunho, sangat mengesankan.” Jirou melemparkan pujian kepada Zunho namun dengan nada seolah olah meremehkan.


“Kau sendiri juga, kau berubah dari angsa menjadi gagak, luar biasa.” Balas Zunho mengejek Jirou.


Zunho membangkitkan mata jiwanya lalu merubah susunan angin yang menerpa tubuhnya menjadi kumpulan energi padat sampai sebuah raksasa angin disertai petir muncul.


DUMMM…DUMMM…WUHHHH


“Mari bermain.” tantang Zunho pada Jirou saat raksasa angin berhasil ia bentuk.


BUMMMMM


Mereka berdua beradu tinju kemudian, raksasa Zunho langsung menendang perut raksasa Jirou, membuat raksasa besar itu terlempar dengan cepat ke belakang.


Terlihat Jiaolin mulai menganggumi perubahan yang ada pada diri Zunho sebelum ia menaruh fokus pada pertarungan yang saat ini sedang berlangsung.


BRASHHHH


Raksasa Jirou mendarat keras di tanah, Zunho yang muncul dengan tiba tiba langsung meninju badan raksasa Jirou dengan Tinju Tornado miliknya.


“TINJU TORNADO.” raksasa Zunho lantas mendaratkan tinju yang tertutup angin tornado dan kilatan kecil langsung menuju dada raksasa Jirou yang terbungkus pelindung yang kuat.

__ADS_1


BUMMMMMMMMM


Benar benar tepat, pelindung yang ada di dada raksasa Jirou sedikit retak saat tinju Zunho mengenainya, raksasa Zunho mengangkat raksasa Jirou lalu memukulnya secara berulang ulang.


“JEBAKAN BAYANGAN, TANGAN BAYANGAN” Jirou mulai kesal lantas mengeluarkan dua kemampuan sekaligus.


Jebakan yang menahan tubuh besar raksasa Zunho, saat sudah terjebak barulah Tangan Bayangan besar meninju dua sisi wajah raksasa Zunho sampai terjatuh ke tanah.


SRETTTT…BUMMM…GEDEBUG


Raksasa Zunbo terjatuh, sontak Zunho langsung mendirikan raksasa miliknya, terlihat tangan raksasa Jirou ingin mengirimkan tusukan Bayangan Kegelapan, Zunho pun mengeluarkan pedang yang biasa ia panggil.


“PEDANG ANGIN KERAKUSAN” tangan raksasa Zunho bersinar sebelum menampilkan dua buah pedang dengan gangang tengkorak kepala dililit ular.


Raksasa Jirou dan Zunho mulai berlari, beradu kemampuan, mana yang lebih unggul antara tebasan atau tusukan.


“TUSUKAN BAYANGAN KEGELAPAN.” Jirou menargetkan mata Tombak Bayangan nya pada dada Zunho.


“TEBASAN ANGIN KERAKUSAN.” Zunho menargetkan arah mata pedangnya pada dada Jirou.


BUMMMMMMMMMMM


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2