
.
.
.
Setelah berhasil menghabisi Dewa He Jui dan Jirou, para pasukan tengkorak pun hilang dalam sekejap mata, Patriak Yenbu mengambil jasad anaknya untuk di isirahatkan dengan layak.
Tubuh Dewa He Jui langsung menjadi abu bewarna hitam dan tak lama kemudian hilang tak bersisa, semua orang kembali ke benua Masing masing.
Mereka semua tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Zunho dan teman teman karena telah menyelamatkan 4 benua dari kehancuran, Zunho dan teman temanya mengucapkan terima kasih kembali pada mereka, Eunji, Penatua Qieqie, Khunyi terlihat menggoda Zunho, mereka ingin sekali menjadi orang yang selalu ada di samping Zunho.
Yuan dan Xiaona hanya ternganga melihat para wanita itu menggoda Zunho, sedangkan Jiaolin terlihat sedih kehilangan Jirou, Mabao dan Boyu berencana pesta minum malam besok.
Ke esokan harinya para penerus Dewa datang ke istana Tong, Dewa dan Dewi mengucapkan selamat kepada penerus mereka yang berhasil menghabisi Dewa He Jui dan menjaga perdamaian dunia.
Sebagai hadiah kerja keras mereka, Zunho dan teman teman di berikan tawaran menginap di Istana Tong selama 2 tahun lamanya, tentu saja bisa lebih lama dari itu jika Zunho dan teman temanya menginginkan.
__ADS_1
Zunho dan teman temanya menerima dengan senang hati, mereka diarahkan pelayan istana Tong menuju kamar yang akan mereka diami nantinya.
Waktu demi waktu berjalan, para Dewa dan Dewi mulai membahas acara perjodohan, mereka akhirnya sepakat menjodohkan penerus mereka, tentu saja Mabao dan Xiaona, Yuan dan Boyu, terakhir Zunho dan Jiaolin.
Xiaona, Mabao, Yuan dan Boyu tentu saja tidak keberatan malahan menerima dengan senang hati namun hal tersebut tak berlaku kepada Zunho dan Jiaolin.
Xiaona, Mabao, Yuan dan Boyu terus membujuk Jiaolin maupun Zunho, namun mereka berdua tetap bersikeras.
Sampai pada suatu saat Zunho mulai memberikan perhatian pada Jiaolin, ia melihat Jiaolin yang terpuruk karena ditinggal Jirou, semakin lama Zunho memberikan Jiaolin perhatian maka semakin besar rasa yang timbul dalam hati Jiaolin.
Jiaolin kadang mentomat saat bertemu dengan Zunho, paviliun, ruang makan maupun saat berselisihan, Jiaolin akhirnya menerima tawaran Dewi Ce Lia dengan senang hati, sontak Dewi Ce Lia senang dengan pernyataan Jiaolin.
Patriak Bian sangat senang dengan kehadiran Zunho di keluarganya, segera patriak Bian mengajak Zunho pesta minum sampai salah satu dari mereka tumbang, Jiaolin membiarkan dua orang tersayang nya itu minum sampai Patriak Bian tumbang karena tidak sanggup minum lagi, Ibu Jiaolin menggontong tubuh suaminya masuk ke dalam kamar begitu pun Jiaolin.
Ke esokan harinya Zunho meminta izin kepada Patriak Bian, ia ingin berkunjung ke benua Daratan untuk menemui Lian dan Feng sekaligus menetap beberapa tahun di rumah Zunho yang dekat dengan istana.
Tentu saja patriak Bian mengizinkan Zunho, sebelum Zunho pergi ke Benua Darat, terlebih dahulu patriak Bian berbisik kepada Zunho agar segera memiliki buah hati, Jiaolin mendengar bisikan ayahnya langsung dibuat tertunduk malu dengan tomat di wajahnya.
__ADS_1
Zunho dan Jiaolin melangkahkan kaki mereka menjauh dari kediaman Song, Jiaolin mulai membuka pertanyaan kepada Zunho, berapa anak yang ingin mereka punya nanti.
Hal tersebut membuat Zunho tersedak, ia menjawab bahwa ia ingin 2 atau 3, Jiaolin sependapat dengan Zunho.
Tepat di umur ke 22 Jiaolin berhasil melahirkan seorang bayi perempuan di kediaman keluarga Song, Zunho sangat senang karena ada anggota baru di keluarganya, segera patriak Bian dan istrinya berlomba lomba ingin memberikanya nama.
Jiaolin dan Zunho hanya tersenyum melihat kelakukan ibu dan ayahnya.
Mabao, Xiaona, Yuan dan Boyu langsung menjenguk Jiaolin dan Zunho yang saat ini kedatangan anggota baru di keluarga kecil mereka.
Semua orang, benua Darat, benua Tengah, Benua Udara maupun Laut bahagia, tak perlu khawatir dengan ancaman Dewa Iblis yang sudah tidak ada.
“Aku berhasil menyelamatkan senyum semua orang 4 benua, walaupun tidak menutup kemungkinan ada ancaman asing yang datang namun satu hal yang harus ku lakukan demi semua orang, yaitu melindungi mereka, tidak masalah jika jiwa ku yang menjadi taruhanya.” gumam Zunho yang tersenyum bahagia sambil menggendong anaknya dengan Jiaolin.
.
.
__ADS_1
.
Thanks fo read