Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Sedikit Gangguan


__ADS_3

.


.


.


Zunho berjalan keluar kelas bersama teman temanya, mereka berjalan menuju asrama masing masing untuk beristirahat, Jirou mulai usil dengan Xiaona, ia selalu menyentil telinga Xiona.


“Aku akan menamparmu jika terus menyentil telinga ku Jirou” ucap Xiaona dengan nada sedikit kesal.


“Hehe maaf maaf aku akan berhenti, oh ya apakah kalian sudah memiliki energi kehidupan yang akan menjadi teman kalian nanti ?” Tanya Jirou dengan nada semangat.


“Haha bocah seperi kalian tidak akan pernah mendapatkan energi kehidupan apapun bahkan setetes air pun tidak akan mau menempel dengan kalian”


Mereka menoleh sumber suara, terlihat dua anak yang ditonjok Zunho berjalan ke arah mereka sambil menyengir meremehkan, Zunho menatap datar kedua anak tersebut, kedua anak mengalihkan pandanganya kepada Zunho yang menatap mereka dengan tatapan tanpa arti.


“Apalagi kau anak bodoh, aku bisa melihat bakat mu bahwa kau tidak memiliki apa apa, benar kan teman ?” ujar salah satu pemuda


“Jangan salah teman, mungkin dia memiliki kekuatan hebat yang tidak kita ketahui, seperti merengek kepada ibunya”


“Hahaha kau benar sekali”


Jirou mengepal tangan kanan miliknya, saat itu bayangan mulai terkumpul, sebuah tangan raksasa terlihat di punggung Jirou, Zunho berbalik menghadap Jirou, ia menenangkan pemuda tersebut agar tidak termakan emosi.


“Ada waktunya untuk melawan, jika kita melawan mereka disini maka akan sama bodoh nya diri kita dengan mereka” Zunho menepuk ringan bahu sahabatnya.

__ADS_1


Zunho kembali memutar arah pandangan kepada kedua anak tersebut.


“Aku tidak punya waktu untuk omong kosong tak berbobot seperti ini”


Zunho mengabaikan kehadiran kedua anak tersebut lalu berbalik menghadap teman temanya lalu mengajak mereka pergi, saat Zunho dengan teman temanya beranjak pergi meninggalkan kedua anak tersebut, terdengar sebuah teriakan mencoba mengintimidasi Zunho dan teman teman.


“Pastikan kalian siap dengan Ujian akademi yang akan dilakukan 3 minggu lagi, karena aku tidak akan bermain lembut dengan kalian hahaha”


Jirou masih kesal kepada tingkah laku kedua anak tersebut, namun saat ini apa yang di bilang Zunho ada benarnya, ia harus sabar dan fokus dengan ujian yang akan diadakan pihak akademi seperti yang diucapkan anak anak tadi.


“Hei Jirou, kau memiliki energi kehidupan yang hebat” Zunho berbicara menghibur hati Jirou.


“Hehe terima kasih teman, itu salah satu energi warisan leluhur ku, semua orang di sekte Deng menggunakan energi bayangan untuk melindungi diri mereka dari bahaya”


“Tidak perlu sungkan sahabat”


Mereka berpisah saat Jirou dan Yuan telah sampai di kamar mereka, Zunho dan Xiaona mengucapkan salam sampai jumpa kepada mereka lalu berjalan bersama menuju kamar asrama.


Sepanjang jalan Xiaona terus berbicara kepada Zunho, ia tak tertarik dengan pembahasan yang sedang dibicarakan Xiaona.


“Aku dengar mereka berdua merupakan salah satu murid berbakat di akademi, tingkatan kultivasi mereka bahkan berada di ranah pelangi tahap kuning”


Zunho sedikit tertarik dengan topik ini, ia berbalik menghadap Xiaona lalu bertanya.


“Apa itu ranah dan apa hubunganya dengan pelangi ?”

__ADS_1


HHHHH


HUHHH


Xiaona menarik nafas lalu menjelaskan pertanyaan Zunho.


“Ranah merupakan tingkatan kultivasi seseorang, seseorang dianggap paling kuat jika sampai tingkat ke 6 pelangi yaitu bewarna biru tua, aku tidak pernah mendengar seseorang pernah sampai di tingkat ungu karena tingkat kultivasi tersebut katanya sangat tidak masuk akal”


“Jadi bagaimana kita bisa mengetahui ranah pelangi seseorang berada di tingkat apa saja ?” Tanya Zunho bingung.


“Jadi ketika orang tersebut sedang melakukan pertarungan maka mereka secara tak langsung mengeluarkan pelangi di pundak mereka” ucap Xiaona sambil menggosok kedua matanya


“Baiklah terima kasih, kau bisa beristirahat sekarang”


Zunho menunjuk kamar Xiaona, gadis itu mengarahkan pandanganya ke kamar lalu mengucapkan salam sampai jumpa kepada Zunho.


“Ini semakin membuat kepala ku menjadi pusing saja, lebih baik aku juga beristirahat”


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2