
.
.
.
TRINGGGGG
“Kurang ajar, kenapa cakar ini sangat licin” Sharai mengamuk saat dirinya menjatuhkan panci ke lantai.
Zunho membuka matanya saat terpaan cahaya bewarna kuning menyinari tubuhnya, ia bangkit dari tanah dan duduk sejenak, Zunho mulai memandangi alam sekitar, ia menganggap dirinya sudah berada di alam peristirahatan namun.
BRAKKKKKK
“Akhirnya selesai juga, oy kau sudah bangun rupanya” Sharai membuka pintu rumahnya dengan nada yang kurang bagus.
Zunho mendengar suara yang familiar lalu berbalik ke belakang, ia terkejut kenapa tiba tiba Sharai ada di alam ini.
“Apa yang kau lakukan di alam peristirahatan, apakah kau belum merasa puas dengan ku ?” Tanya Zunho dengan nada putus asa.
“Berhentilah menggunakan nada itu kepadaku, aku tidak menyukainya, ini minum dulu”
Sharai memberikan sebuah gelas dengan air hitam, Zunho mulai menengak minuman yang di bawakan Sharai, rasa yang pahit dan agak aneh menjadi satu di lidah Zunho, setelah selesai menenggak air tersebut, ia memberikan gelasnya kepada Sharai.
__ADS_1
“Ekhhh, minuman apa ini” Zunho bertanya kepada Sharai.
“Ramuan penyembuh, aku membuat ini agar semua luka dalam yang tidak bisa aku sembuhkan sebelumnya bisa terobati” Sharai meraih gelas.
Zunho menyadari bahwa Sharai bisa berdiri dan berjalan seperti manusia, Sharai menyadari ekpresi wajah Zunho yang tiba tiba berubah.
“Tidak perlu bingung dengan keadaan ku, bagaimana apakah kau sudah merasa enakan ?” Tanya Sharai dengan.
“Em ramuanya bekerja dengan baik, terima kasih Sharai, kenapa kau harus menolong ku, bukankah kau ingin melenyapkan ku sebelumnya” Zunho kembali bertanya
Sharai duduk di sebelah Zunho, ia memandang ke atas untuk menikmati sinar kuning yang menerpa wajahnya sambil membuka mulut membalas pertanyaan Zunho sebelumnya.
“Tadi nya namun aku memiliki keputusan lain, aku tahu kau itu tulus, dan ini masih berada di kediaman ku, jadi kau belum benar benar habis saat ini” Sharai memindahkan sorot matanya ke Zunho
Kini Sharai kembali keluar dengan dua buah wadah berbentuk bulat yang terbuat dari bambu, Sharai memberikan nya satu kepada Zunho, ia yang bingung mulai bertanya.
“Buat aku ?” Tanya Zunho kepada Sharai.
“Ya buat mu, makanlah, aku punya lebih” Sharai membuka tutupnya lalu memakan hidangan bulat bewarna putih.
Zunho membuka tutup dan mendapati 5 buah bakpao dengab ukuran sedang, tanpa ragu Zunho langsung menyantap bakpao satu persatu, ada isian jenis kacang tanah, daging cincang, coklat dan selai nanas.
Zunho meletakan wadah di tanah lalu bersendawa, namun ia menutup mulutnya agar suara sendawa tidak mengelegar kemana mana, namun Sharai tidak demikian, ia lebih suka membuka mulutnya saat ia bersendawa.
__ADS_1
“Ah enaknya, oh ya kau istirahat saja dulu, kita akan pergi ke air suci besok” Sharai mengambil wadah Zunho lalu berdiri.
“Bukankah air suci itu ada di kuil tadi ?” Tanya Zunho.
“Aku akan menjawabnya besok” Sharai menahan tawa.
Zunho yang tak paham langsung masuk ke dalam rumah, ia menerima tawaran Sharai dengan senang hati, sebelum masuk ke dalam rumah, Sharai bertanya kepada Zunho untuk mengetahui identitasnya.
“Siapa namamu ?” Tanya Sharai.
“Xu Zunho” Zunho menjawab dengan nada santai lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
Sharai tersenyum, ia bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan masuk ke rumah.
Berikut gambaran kediaman Sharai dan foto Sharai sendiri, ia adalah hewan dengan umur 1000 tahun, Sharai adalah penjaga Kuil Suci, ia melindungi air suci dari tangan tangan orang yang mencoba mencari keuntungan dan menyalahgunakan manfaat air suci untuk dirinya sendiri.
Kediaman Sharai
Toh Sharai
__ADS_1