
.
.
.
Jirou mengeluarkan pelangi miliknya begitu juga Zunho, Laut Kehidupan mundur beberapa langkah saat melihat ranah pelangi Zunho dan Jirou yang saat ini berada di tingkat kuning.
“Kalian ingin mengalahkan kami, baiklah aku akan memberikanya gratis kepada kalian jika kalian berhasil menghibur kami berdua” ucap Jirou dengan nada dingin di balik topeng.
Semua penontong berdiri melihat pemandangan yang jarang terjadi seperti ini dimana angkatan muda akademi sudah sampai di tingkat kuning yang biasanya hanya bisa di dapat di tingkat akhir.
“Aku terlalu sering menggunakan langkah angin namun ini memang kemampuan yang aku perlukan saat ini” gumam Zunho.
Jirou dan Zunho mulai berlari menerjang Laut Kehidupan, Jirou mengumpulkan energi kehidupan banyak di dalam dirinya lalu membagikan rasanya kepada Laut Kehidupan.
“Bulu Babi Bayangan” Sebuah babi terbentuk saat Jirou mengucapkan kalimat tersebut.
Bulu babi melayang di udara lalu berputar putar untuk melepas duri yang ada di tubuhnya, Zunho membantu proses bulu babi dengan kemampuan tangan angin miliknya.
“Tangan Angin”
CLAPPPPPP
Angin yang berasal dari tepukan tangan angin Zunho benar benar membantu, duri yang ada pada bulu babi mulai bertebangan menuju Laut Kehidupan.
”Tendangan Seribu”
“Bola Api”
“Bunga Kamelia Es”
“Percikan petir”
Laut Kehidupan mengeluarkan kemampuan mereka masing masing untuk melindungi diri dari terjangan duri yang bertebangan mengarah mereka, Zunho dan Jirou mulai melirik satu sama lain lalu memutuskan memanggil senjata mereka masing masing.
__ADS_1
“Tombak Bayangan Kegelapan” Jirou mengengam tombak lalu berlari menuju Nanxie.
“Pedang Angin Kerakusan” Zunho melesat ke Jiaolin untuk mengirimkan hadiah.
Zunho mengaktifkan kemampuan langkah angin miliknya, ketika sampai di hadapan Jiaolin yang sedikit terkejut, ia langsung menebaskan pedang tersebut ke perut Jiaolin.
“Tebasan Angin Kerakusan”
SIUUUU…BRAKKK
“Tusukan Bayangan Kegelapan” Jirou menusukan tombak ke perut Nanxie dan mengirimkanya ke tembok stadion.
CRAKKKK…BRAKKK
Kedua wanita itu langsung pingsan dengan luka parah di perut mereka, Raja Sang berdiri dari singgasana nya saat melihat Nanxie terluka parah.
Boyu dan Mabao marah, mereka mulai menerjang Zunho dan Jirou dengan kemampuan mereka.
“Meteor api” sebuah meteor api melesat begitu saja saat Boyu mengumandangkan kata tersebut.
Zunho dan Jirou meletakan senjata mereka di tanah lalu menghela nafas, Jirou mulai memangil kemampuan bayangan baru miliknya yaitu tangan kerangka bayangan.
“Tangan Kerangka Bayangan” ucap Jirou.
Tangan kerangka bewarna hitam keluar kemudian, tangan tersebut menangkap tubuh Mabao dan melemparkanya menuju Jiaolin dan Nanxie yang saat ini sudah terkapar.
SIUUUUU…BRAKKK
Zunho mulai mengalihkan pandanganya menuju meteor api yang dikirim kan Boyu.
“Pukulan Belalang Sembah”
HAPPPP…SIUUUU…DARRRRR
Dua buah capit belalang sembah keluar dari pundak Zunho, kedua capit itu menangkap dan melemparkan meteor api ke arah lain, Zunho berlari dengan langkah anginya untuk mencapai tubuh Boyu, ketika sudah sampai, capit yang ada di pundak Zunho mulai menerjang Boyu.
__ADS_1
“Tubuh Ap-“
BAMMMMM…BRAKKKK
Boyu menghentikan kalimatnya saat capit belalang sembah menerjang dan mengirimkan tubuhnya menuju ketiga temanya yang sudah tak sadarkan diri.
“Mari kita akhiri, Kepala Kerangka Bayangan”
Sebuah kepala kerangka bewarna hitam muncul di tanah depan Jirou, Zunho mulai menimpali kepala kerangka dengan suling angin yang ia buat.
“Suling angin”
Jirou tersenyum saat suling berada di mulut Kepala Kerangka Bayangan miliknya, Jirou dengan tenang berkata.
“Nada Bayangan Putus Asa” Suling mulai mengeluarkan nada yang keras dan berisik, siapapun yang mendengarnya akan membuat darah keluar dari mulutnya
“Erangan Jiwa Yang Malang” Timpal Zunho, sebuah eragan jiwa keluar bersamaan dengan nada Putus Asa Jirou.
NA\~NA\~NA\~NA…ARGHHHHHHHHHHHHGGGGGG…BOOMMMMMM….
Sebuah ledakan pasir tercipta saat Jirou dan Zunho mendaratkan kemampuan mereka di Laut Kehidupan, saat keadaan kembali normal, terlihat, Yuan, Boyu, Nanxie dan Mabao mengeluarkan darah di telinga dan Mulut mereka, erangan membuat mereka mengeluarkan darah di telinga sedangkan nada membuat mereka mengeluarkan darah di mulut.
Pembawa acara menatap ngeri Zunho dan Jirou lalu mengumumkan pemenang Ujian Saudara.
“P-pemenangnya A-adalah P-Pelindung D-D-Darat”
PROKK\~PROKK\~PROKK
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1