
.
.
.
Sesampainya di dalam ruangan kediaman Nang Gafu, terlihat beberapa lukisan yang tak senonoh dan tidak sepantasnya di pandang, potret wanita tanpa sehelai kain pun menutupi badan.
Zunho acuh tak acuh dengan lukisan yang memasuki pandangnya.
“Silahkan duduk dulu, oh ya betapa tidak sopanya aku, perkenalkan aku adalah Nang Gafu, seorang guru suci dan akan begitu selamanya apalagi setelah aku mendapatkan kitab tersebut, permisi aku ingin membuat air dulu” Nang Gafu berjalan ke dapur untuk membuat suguhan.
Zunho menunggu dengan sabar, tak lama kemudian keluarlah Nang Gafu dari dapur, ia duduk di seberang Zunho, ia mulai melontarkan pertanyaan kepada Nang Gafu mengenai kitab yang tak lain kitab Zhanzue.
“Kalo saya boleh tahu, kitab apa ya guru, saya ingin sekali melihat kitab tersebut” Zunho bertanya kepada Nang Gafu.
Nang Gafu bangkit dari kursinya lalu kembali masuk ke area belakang, tak berselang lama keluarlah Nang Gafu dengan kitab di tanganya, pria tua itu meletakan kitab di meja.
“Sangat indah” tangan Zunho bergerak ingin menyentuh kitab.
Zunho meraih dan membuka kitab, di dalam kitab banyak sekali pemahaman dasar tubuh abadi, yang bisa membuat seorang individu bisa hidup selama mungkin.
__ADS_1
“Aku ambil kembali, tunggulah sebentar disini Linyu, aku akan menyuguh teh.” Nang Gafu merampas kitab yang ada di tangan Zunho lalu berjalan ke belakang.
“Biarkan saya membantu anda” tawar Zunho sambil berdiri.
Nang Gafu mengangguk, mereka berdua pun berjalan kembali ke area belakang, sebelum sampai di dapur terlebih dahulu Nang Gafu meletakan kitab di sebuah kamar.
Setelah meletakan kitab dan mengunci kembali kamar, barulah Nang Gafu berjalan ke dapur, diluar dugaan Nang Gafu, Zunho telah mempersiapkan Tinju Anginya dengan sedikit energi kehidupan.
BUGHHHHHHH
Sebuah pukulan langsung di daratkan Zunho di punggung Nang Gafu, sontak pria tua itu terkapar di tanah, Zunho berhasil membuat Nang Gafu pingsan.
Segera Zunho meraba raba kantong hanfu Nang Gafu dan mendapatkan kunci kamar, Zunho langsung membuka kamar dan mengambil kitab Zhanzue, Zunho kembali berjalan ke dapur dan memadamkan tungku yang masih menyala.
Setelah mendapatkan kitab Zhanzue Zunho secepat mungkin mengatarkan kitab ke Aula Surgawi, setelah mengetahui identitas Penatua Aula Surgawi, Zunho tidak perlu lagi bertanya susah payah.
“Besar sekali” gumam Zunho saat memandangi bangunan besar di depanya.
Sedikir rasa kagum terpajang di wajah Zunho saat ini, bangunan yang menjulang tinggi dengan megahnya, tanpa pikir panjang Zunho langsung masuk ke dalam, bahkan orang orang yang ada di dalam Aula Surgawi benar benar menawan.
Orang orang dalam Aula Surgawi merasa mereka sedang di perhatikan, sontak sebagian orang dalam Aula Surgawi mengedarkan pandangan mereka dan mendapati Zunho dengan santainya memasuki Aula.
__ADS_1
Wajah wanita yang ada di dalam ruangan dibuat terpesona dengan kehadiran Zunho bahkan salah satu dari mereka tanpa ragu mendatangi Zunho dan menawar.
“Ehm permisi, apakah ada yang bisa saya bantu dengan kehadiran anda disini ?” Tanya wanita dengan sopan lembut.
Zunho mengangguk dan berkata.
“Saya ingin bertemu dengan Penatua Qieqie, apakah sekarang ini beliau ada ?” Tanya Zunho kembali kepada wanita tersebut.
Wanita yang melamun sambil memandang Zunho keluar dari lamunanya, wanita memberi tahu Zunho bahwa saat ini Penatua Qieqie sedang berada di luar area Aula Surgawi.
“Ehm Penatua Qieqie sedang ada di luar, beliau juga berkata bahwa akan sampai di Aula Surgawi sore nanti, bagaimana jika anda menunggu di ruang tamu dulu ?” Tawar wanita.
Zunho mengangguk, mereka berdua pun jalan menuju ruang tamu.
Gambaran Aula Surgawi yang di kunjungi Zunho untuk mengembalikan kitab Zhanzue yang dia rampas dari tangan Nang Gafu.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read