Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Pembelajaran Yang Membosankan


__ADS_3

.


.


.


Zunho berada di kelas, ia mendapatkan pemberitahuan dari Rein bahwa hari Senin pembelajaran akan dimulai, guru memberikan materi kepada murid murid setelah memperkenalkan diri.


“Kali ini aku akan memberikan materi kepada kalian mengenai tanaman serta binatang yang bermanfaat dijadikan ramuan”


“Membosankan sekali” gumam Zunho.


Untuk Jirou, Xiaona dan Yuan, mereka semua satu kelas, jadi Zunho tidak perlu berjalan bersusah payah ke kelas masing masing, pembelajaran berlangsung lancar.


Saat kelas sudah selesai, Zunho serta ketiga temanya mulai berjalan menuju gerai makanan di sekitaran akademi.


“Kalian ingin beli apa ?” tanya Jirou sambil membuat sandaran tangan di kepala.


“Aku akan beli mie di gerai sana”


Zunho menunjuk sebuah gerai mie yang pernah ia kunjungi bersama Rein, Xiaona dan Yuan memandang ke arah gerai tersebut, mereka berdua sepakat ikut dengan Zunho.


“Apakah kau belum menentukan ingin makan apa Jirou”


Jirou menggaruk kepala bagian belakangny sambil menyengir.


“Hehe aku juga ikut makan mie, baiklah ayo kita pergi”


Mereka berempat berjalan ke gerai, pintu gerai yang tertutup tirai terbuka, Zunho mengalihkan pandangan pada sekelompok orang yang sedang berbicara, bahkan Rein juga ada di situ.


Zunho serta teman temanya datang menuju meja tersebut, Zunho mulai menyapa Rein.

__ADS_1


“Master ?”


Rein membalikan badan dan menatap Zunho, wanita yang berada di sebelah Rein juga mulai berbicara.


“Ah Jirou, kamu berteman dengan murid Rein ?”


“Benar Master” ucap Jirou sambil merangkul Zunho.


Rein berdiri dari kursinya, ia menarik nafas lalu berbicara.


“Zunho perkenalkan, mereka teman teman ku, gadis ini bernama Ge Niyong, seperti yang kau dengar tadi, dia adalah guru pendamping Jirou”


Gadis yang bernama Ge Niyong mulai berdiri, ia memandang Zunho dengan senyum manis menghiasi wajahnya.


“Perkenalkan aku ada Ge Niyong, salam kenal Zunho”


Zunho membungkukan badan, membalas sapaan Yunbi kemudian.


“WAHHHHH”


Kedua orang yang duduk sebelumnya berdiri sambil mengeluarkan kata secara bersamaan dari mulut, salah satu wanita kembali berbicara.


“Enak nya punya murid, andai saja kita juga punya benar kan Fanwu ?”


Pria yang bernama Fanwu membalas pertanyaan wanita.


“Kau benar Xinmei, andai saja kita mempunyai murid juga, aku akan berbagi banyak hal bersama murid ku nanti”


Zunho dan Jirou berbisik, mereka sepakat bertanya kepada Yuan dan Xiaona dengan nada pelan.


“Apakah kalian punya guru pendamping ?”

__ADS_1


Yuan dan Xiaona menggelengkan kepala, Jirou dan Zunho tersenyum jahil satu sama lain lalu dengan serentak menjawab Fanwu dan Xinmei.


“Kami punya murid untuk kalian”


Fanwu dan Xinmei yang memandang satu sama lain dengan tatapan putus asa mulai menatap Zunho dan Jirou.


“Teman kami kebetulan belum punya guru pendamping, bagaimana jika Master Fanwu dan Master Xinmei mengangkat mereka menjadi murid ?”


Senyuman kebahagiaan terpancar dari Fanwu dan Xinmei, mereka berjalan mendekati Xiaona dan Yuan, Xinmei merangkul Yuan sedangkan Fanwu menunjukan ibu jempolnya kepada Xiaona.


“Apakah kau ingin jadi muridku” ujar Fanwu


“Tentu saja, pasti menyenangkan Master” ucap Xiaona sambil meletakan kedua jempolnya di depan.


Kini Xinmei yang berbicara kepada Yuan.


“Apakah kamu bersedia ?” Ucap Xinmei dengan senyum harapan di wajahnya.


“Anda tidak perlu bertanya, jawaban saya pastilah ya Master” ucap Yuan dengan semangat.


Rein dan Niyong memandang satu sama lain, mereka sedikit bahagia memiliki murid seperti Zunho dan Jirou.


“Baiklah mari kita makan, kami para Master kalian akan mentraktir kalian sampai kenyang” ucap Niyong


Master dan para murid tertawa, Zunho dan teman teman mulai memesan mie spesial, lalu bergabung kembali dengan para master mereka masing masing.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2