Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Tingkat Ke III


__ADS_3

.


.


.


Setelah berhasil mengalahkan lendir, Zunho memandang sekeliling gua, berharap mendapatkan sesuatu seperti pertempuran dengan serigala sebelumnya, sampai Zunho melihat sebuah agar agar berbentuk kotak bewarna hijau, ia tanpa ragu meraih dan memakanya.


“Sangat enak, entah kenapa makanan yang tak terduga seperti ini rasanya lebih melegakan” Zunho menilai agar agar yang dia makan sampai agar agar habis.


Setelah selesai memakan habis agar agar, sebuah tangga lainya muncul, kali ini ada 10 pijakan, Zunho segera berjalan menuju tangga, sesampainya di tangga, Zunho langsung menginjakan kakinya di pijakan pertama setelah itu menaikanya ke pijakan ke dua.


Sampai ke pijakan ke tiga Zunho kembali dibuat lemas, tubunya tak sanggup berdiri, terpaksa Zunho merangkak untuk sampai ke pijakan sepuluh, kali ini panas, gaya tarikan gravitasi, dan gelombang yang membuat tulang Zunho seolah olah patah semakin kuat, Zunho kembali dibuat batuk berdarah saat berada di pijakan ke 8.


Setelah menahan rasa sakit yang luar biasa akhirnya Zunho sampai di pijakan 10, segera Zunho merangkak cepat ke atas.


Pemandangan kembali berubah, kali ini di sebuah hutan gelap nan rimbun, Zunho membaringkan tubuhnya sebentar sebelum kembali melanjutkan perjalanan, ia juga mengobati dirinya dengan Akar Berlian Putih dengan energi kehidupan seadanya.


Setelah cukup istirahat dan mengobati tubuhnya, Zunho segera melangkahkan kakinya menyelusuri hutan, pohon demi pohon Zunho lewati demi melanju ke tingkat langit selanjutnya sampai dia bertemu dengan sosok wanita yang tengah memanjakan dirinya di sebuah batu sambil memandang bulan.


Wanita tersebut meremas kedua gunung indah miliknya, terdengar lantunan indah dari wanita tersebut saat dia memajankan dirinya.


Shhhh\~


Zunho menundukan kepalanya sambil menutup kedua telinganya dengan tangan lalu berjalan memutar, melalui pohon pohon, agar ia tidak menganggu wanita yang tengah menikmati kegiatanya.


Setelah dirasa jauh dari wanita tersebut, Zunho berjalan ke tengah, namun saat dia berada di tengah, tiba tiba sebuah tangan memeluk erat tubuhnya, tangan yang sangat halus, Zunho menebak tangan tersebut adalah tangan wanita yang dia temui sebelumnya.


“Lepaskan, aku tidak punya masalah kepadamu” Zunho meminta dengan nada sopan agar wanita tersebut mau melepaskanya.

__ADS_1


“Masalah mu, adalah membuat hasrat ku semakin menjadi jadi, bagaimana kalo kita” wanita tersebut mulai menggerakan tanganya ke bawah.


PLAKKKK


Zunho menampar lengan wanita tersebut, wanita melepaskan pelukanya dan berjalan ke depan Zunho, wajah wanita semakin dibuat terkesima dengan wajah Zunho yang halus dan menggoda, semakin keras dia mengigit bibir bawahnya dengan sensual, berharap Zunho mau berhubungan denganya.


“Waw, lihatlah dadamu yang bidang ini, sangat memukau” wanita tersebut terlihat ingin membelai dada Zunho.


Zunho segera mengirimkan tinju mengarah ke wajah wanita, sang wanita spontan menahan tinju Zunho sambil menendang perutnya, membuat Zunho terkapar di tanah.


BRUGGGGGG


“Mau bermain pukul pukulan dulu sebelum basah basahan, baiklah setelah itu biarkan aku merasakan pisang milik mu itu ya” wanita itu mengedipkan sebelah matanya.


“Jangan harap kau bisa menyentuhnya apalagi merasakanya” Zunho segera bangkit dari tempat dia terkapar.


Zunho berlari menuju wanita tersebut, langsung memberikanya kemampuan Tinju Angin.


BUGGGG…PAKKKKK


Wanita tersebut tiba tiba memukul kepalan tangan Zunho dengan tongkat ular yang muncul entah dari mana, Zunho tersenyum sebelum mengeluarkan pedang Angin Miliknya.


“Kecil sekali” Zunho mengeluh saat pedang miliknya menyusut, panjang pedang seukuran dengan pisau dapur.


Wanita tersebut menyerang Zunho dengan tongkat, mereka berdua terus beradu kemampuan satu sama lain.


“Tebasan Angin” Zunho melayangkan tebasan langsung menuju wanita.


“Cahaya Surgawi” wanita mengeluarkan sebuah cahaya dari dalam tongkat.

__ADS_1


BASSSSS…BAMMM


Keduanya termundur ke belakang, Zunho kembali melesat menuju wanita tersebut, ia langsung menggunakan kemampuan Tebasan Angin Kerakusan yang dibantu Langkah Angin.


“TEBASAN ANG-“ sebelum melayangkan tebasan, sebuah ular bewarna hitam keperakan tiba tiba saja keluar.


CRASSSS…ARGHHHH


Zunho meringis kesakitan, dirinya kembali terkapar di tanah dengan bisa ular yang bersarang di perutnya, wanita tersebut berjalan lalu duduk di atas tubuh Zunho.


“Kau tidak akan bisa melawan ku tampan, lebih baik kau ikuti saja kemauan ku, tidak ada salahnya bukan” wanita tersebut mendekatkan dua buah keajaibanya tersebut ke dada Zunho lalu menggeseknya secara perlahan lahan.


Zunho mulai merasakan benda lembut nan legit tersebut di dadanya, namun Zunho harus menahan nafsunya sekarang.


“PERGILAAAH” Zunho berteriak


BUMMMMMM


Selimut Angin Berhasil di berikan Zunho untuk wanita tersebut, setelah wanita dalam posisi yang cukup jauh, Zunho meraih pedang yang tergeletak di tanah lalu melesat menuju wanita tersebut.


“HABISLAH KAU, TEBASAN ANGIN MAL-”Zunho terhenti sesaat.


Berikut gambaran wanita yang dihadapi Zunho .



.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2