
.
.
.
Zunho berjalan mendatangi Rein yang saat ini sedang memegangi dadanya, Rein mengeluarkan teknik rumput penyembuhan miliknya untuk memulihkan luka di tubuh, ia menahan sakit yang luar biasa saat rumput melakukan tugasnya.
Zunho merasa bersalah, Rein yang menyadari perubahan ekspresi wajah Zunho mulai memberitahunya agar tidak perlu merasa bersalah.
“Kau tidak perlu merasa bersalah muridku, aku rela terluka seperti ini hanya untuk membuat mu menjadi orang yang kuat nantinya, agar kau bisa melindungi senyuman orang di benua ini, lagi pula aku juga sudah sembuh, lihatlah”
Zunho memandangi dada kanan Rein yang sudah sembuh, luka yang berada di dadanya hilang entah kemana, bahkan bekas luka pun tidak menampakan wujudnya di badan Rein,
Rein merangkul Zunho, ia bertanya kepada Zunho apakah dia lapar, Zunho menggrauk kepala bagian belakangnya sambil berkata “ya”, Rein tertawa lalu berjalan membawa Zunho keluar dari rumah untuk pergi ke kedai mie langganan Rein.
Sepanjang jalan Rein dan Zunho saling berbincang, ia juga mengisahkan sebuah cerita kepada Rein dimana teman temanya berhasil mengalahkan bandit dan membuat mereka semua tidur siang di tanah, Rein tertawa mendengar kisah Zunho.
Saat sampai di kedai mie, mereka berdua masuk ke dalam kedai lalu memesan dua mangkuk mie special dengan toping udang laut, penjual mengangguk dan berjalan pergi ke dapur untuk menyiapkan pesanan.
Selagi menunggu pesanan mereka datang, Zunho dan Rein duduk di salah satu meja dekat dengan jendela, Zunho mulai bertanya kepada Rein, bagaimana caranya memiliki kemampuan penyembuhan seperti rumput penyembuhan milik Rein.
“Master, apakah aku bisa mempunyai kemampuan rumput penyembuhan ?” Zunho bertanya kepada Rein.
__ADS_1
“Mengapa tidak, satu hal yang perlu kau tahu jika ingin memiliki kemampuan tersebut.” Balas Rein terhadap pertanyaan Zunho.
“Apa itu Master ?”
“Pastikan kau memiliki niat yang tulus saat membuat kemampuan tersebut, jika kau sedikit saja menggunakan kemampuan itu untuk kejahataan, maka teknik itu tidak akan segan menyerap seluruh energi kehidupan yang sudah kau miliki, jangan lupa juga untuk mengumpulkan energi kehidupan yang banyak”
Zunho tertegun mendengar penjelasan Rein, kemampuan penyembuhan bisa saja menyerap energi kehidupan seseorang jika tidak digunakan secara baik, ia mengucapkan terima kasih kepada Rein karena telah berbagi ilmu denganya.
“Terima kasih Master, ini sangat berguna untuk mengembangkan kemampuan saya, apalagi kemampuan ini harus saya miliki untuk berjaga jaga jika tidak mempunyai ramuan penyembuh”
Rein tersenyum kepada Zunho.
“Tidak masalah muridku, namun ingat pesanku tadi agar energi kehidupan milik mu tidak punah”
“Selamat makan” ucap penjual.
“Terima kasih” ucap Zunho dan Rein secara bersamaan.
Penjual pergi ke meja pesanan untuk mengambil pesanan lainya, Zunho dan Rein mulai menyeruput kuah mie yang kaya akan rempah rempah, saat tengah menyedot kuah tiba tiba Zunho tersedak.
“Uhuk uhuk”
Zunho mengambil air yang diberikan penjual sebelumnya, ia meraih cangkir yang terbuat dari bambu lalu meneguk air sampai setengah cangkir.
__ADS_1
“Pelan pelan makanya, mie nya tidak akan pergi ke mana mana juga jadi tenang saja” ucap Rein sambil menyumpit mie lalu memasukanya ke mulut.
“Baiklah master”
Zunho mengelap mulutnya lalu meletakan gelas di meja dan kembali makan mie yang ia abaikan, setelah selesai makan mie, Zunho dan Rein berjalan ke meja pesanan untuk membayar, saat Rein ingin mengeluarkan bingkisan miliknya, Zunho terlebih dahulu meletakan 2 koin perak di meja.
“Terima kasih” ucap Zunho kepada penjual.
“Sama sama nak” balas penjual.
Zunho dan Rein berjalan keluar dari kedai, saat berada di luar kedai, terlihat Rein ingin mengganti uang Zunho.
“2 keping koin perak bukan, aku ak-“
“Jangan menolak traktiran saya kali ini Master”
Rein tertawa, ia dan Zunho berpisah setelah itu, Zunho menuju asrama sedangkan Rein kembali ke kediamanya.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read