Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Eunji Dan 4 Pria Cabul


__ADS_3

.


.


.


Zunho pun akhirnya sampai di Benua Tengah saat sore hari, ia mengucapkan terima kasih kepada Tu Dong yang telah bersedia menjadi teman jalan untuk kedua kalinya.


Tu Dong merasa senang bisa berjalan dan berbagi kisah kepada Zunho, tupai besar itu melambaikan tanganya lalu berjalan kembali masuk dalam rimbun nya hutan, Zunho segera berjalan mengarah gerbang Benua Tengah.


Kini penjaga yang menjaga gerbang tersisa dua orang saja, Zunho tanpa ragu melangkah mendekati gerbang, Zunho mulai diperiksa untuk memastikan Zunho aman dan tidak memiliki niat jahat bagi Benua Tengah.


Setelah Zunho berhasil melewati pemeriksaan, Zunho diperbolehkan masuk ke dalam Desa, Zunho memandangi pemandangan Desa yang sepi karena matahari mulai tenggelam.


Awalnya perjalanan Zunho berjalan lancar sampai ia mendengar teriakan yang berasal dari ujung gang yang ada di depanya, Zunho pun memutuskan bergabung dengan keramaian yang terjadi dalam gang.


Saat berada di depan gang, terdengar suara seorang pria sedang berbicara dengan seseorang.


“Kau tidak bisa mengalahkan kami gadis manis, lebih baik menurut saja, aku tidak akan bermain kasar kepadamu.” ucap seorang pria


“TIDAKKK, PERGI SANA !!.” Balas wanita menyuruh pria pergi.


“Lucuti dia, kita akan menyarangkan banyak jus pisang dalam gua dan peach wanita cantik ini” perintah pria tersebut.


SWUSHHH... BUGHHHH


Saat pria dan teman temanya yang berjumlah 3 orang ingin melucuti pakaian gadis yang tengah terpojok tersebut tiba tiba salah satu dari pria terlempar dan menghantam keras dinding sisi kiri, Zunho pun mundur beberapa langkah saat ia meniju keras keras punggung pria tersebut agar kehadiranya diketahui yang lainya .


Sontak tiga pria lainya mengarahkan sorot pandang mereka kepada seorang pemuda yang tengah berdiri dengan kokohnya di belakang mereka.

__ADS_1


“JANGAN IKUT CAMPUR, SERANG !!” ucap pria yang memerintahkan teman temanya untuk melucuti pakaian wanita.


Zunho dengan santai memberikan pukulanya dan mengirimkan tiga pria tersebut ke sisi gang dengan luka yang cukup parah, Zunho pun mendekati gadis yang sedang memejamkan matanya dengan pasrah.


“Eunji ?” Tanya Zunho.


Sontak wanita itu membuka matanya dan mendapati seorang pemuda tengah memandanginya.


Eunji bangkit lalu berlari dan memeluk Zunho.


“Ehm Eunji lepaskanlah, jangan melakukan hal seperti ini apalagi dalam kegelapan.” Zunho berkata sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Eunji.


“Baiklah” Eunji melepaskan pelukanya.


Zunho pun mengajak Eunji pergi dari gang, sepanjang jalan Zunho melihat wajah Eunji murung.


“Karena kejadian tadi ?” Tanya Zunho.


“Hooh begitu, anda menyukai makanan apa ?” Zunho berniat mengajak Eunji makan bersama, tentu saja dengan makanan kesukaan Eunji.


“Dimsum, ada di sekitaran sini, mari ikuti saya.” Eunji berjalan mendahului Zunho.


Mereka pun sampai di sebuah kedai, Eunji dan Zunho pun masuk ke dalam kedai, Zunho langsung menuju meja pesanan untuk memesan Dimsum.


“Saya ingin memesan 2 kotak dimsum” ucap Zunho kepada pelayan yang menerima pesanan.


“Anda ingin ukuran kotak yang kecil, sedang atau besar, untuk isianya ?” tanya pelayan.


“Kotak besar, isianya aneka macam saja.” Balas Zunho.

__ADS_1


“Baiklah berarti 2 kotak besar dimsum dengan isian aneka macam ?” Tanya pelayan untuk memastikan.


“Benar.” Jawab Zunho.


“Baiklah, 20 koin perak” Pelayan memberi harga.


Zunho meraih 20 koin perak dalam bingkisan lalu meletakanya di meja pesanan, pelayan mengambil koin lalu meletakanya di laci meja, Zunho pun berjalan menghampiri Eunji yang sudah duduk dekat dengan jendela kedai.


Kini wajah Eunji terlihat lebih riang dari sebelumnya, tak lama kemudian Eunji mulai membuka mulutnya dan bertanya.


“Ehm Zunho, bisakah saya bertanya sesuatu ?” Tanya Eunji dengan malu malu.


“Tentang apa itu ?” Jawab Zunho.


Eunji menundukan kepalanya ke bawah sambil menjawab.


“Apakah anda saat ini sudah mempunyai kekasih ?” Eunji berkata dengan nada penuh harapan.


“Belum.” Zunho menjawab singkat.


Eunji memiliki harapan bisa mendapatkan Zunho, tak lama kemudian datanglah pelayan dengan dua kotak bambu di tangan kananya, pelayan meletakan kotak bambu di meja serta 2 pasang sumpit.


Zunho dan Eunji pun membuka penutup kotak, menggerakan sumpit dan memakan dimsum yang hangat dan lezat tersebut.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2