
.
.
.
Wanita itu kemudian turun ke tanah, ia memandangi Zunho dengan senyum yang sangat sensual, ia berjalan mengilingi Zunho untuk memastikan bahwa badan Zunho itu tidak ada tandinganya.
Wanita itu memiliki persamaan umur yang sama dengan Zunho, wanita itu kemudian berhenti di hadapan Zunho lalu menatap wajahnya lekat lekat, wanita itu menggelengkan kepalanya secara perlahan sambil mengigit bibir bawahnya.
“Aku sangat ingin bermain dengan mu, bagaimana jika kita bermain sebentar” wanita itu mengarahkan telapak tanganya ke dada Zunho.
Zunho menepis tangan wanita dengan tangan kirinya yang memegang botol air, ia menghiraukan wanita tersebut, Zunho kembali melangkahkan kakinya memutari wanita tersebut dan berjalan menjauhinya.
“Wow, dingin dan mempesona, pasti bagian dalamnya juga mempesona dan akan menghangatkan miliku” wanita itu tersenyum nakal saat memikirkan hal kotor di dalam pikiranya.
Wanita itu kembali ke dahan pohon, seketika wanita itu berlari dengan cepat untuk menghadang Zunho, kini wanita itu kembali mendarat di hadapan Zunho.
SWUSHHHH…BUGGGGG
__ADS_1
Zunho kembali menghindari wanita tersebut, sekali lagi Zunho tidak ingin terlibat kejadian apapun dengan wanita itu, wanita semakin tertarik dengan Zunho, ia kembali melesat saat berada di dahan pohon lalu mendarat kembali di hadapan Zunho, wanita itu langsung menjentikan jarinya dan.
POFTTTTTTTT
Zunho berada di sebuah kamar dengan hiasan bunga bunga, susana kamar sangat romantis, wanita itu tiba tiba muncul di belakang Zunho lalu memeluknya sambil meraba raba perut Zunho yang dipenuhi 6 buah roti sobek.
“Tangan Angin” Zunho mengeluarkan kemampuan miliknya, aneh nya Tangan Angin tidak keluar.
Wanita itu tertawa kemenangan dan berkata.
“Kau tidak bisa menggunakan kemampuan apapun pria tampan, saat ini kau hanya harus bermain dengan ku, isilah diriku dengan hangatnya tubuh mu itu” wanita itu mulai memandangi punggung Zunho dengan senyum harapan.
Wanita melepaskan pelukanya, ia berjalan ke hadapan Zunho lalu mendorongnya ke kasur yang berada di belakang tubuh Zunho, wanita itu menggunakan kemampuan lainya yaitu sebuah borgol embun yang kuat, tangan dan kaki Zunho seketika tidak bisa bergerak.
Wanita itu berjalan mendekati Zunho, wanita mulai melepaskan kancing jubah yang menutupi dirinya, Zunho memejamkan matanya agar dia tidak melihat keindahan yang terpancar dari tubuh gadis tersebut.
Zunho meronta sekuat tenaga sambil memejamkan matanya, gadis itu meletakan telapak tanganya di paha Zunho, ia memainkan jari di paha Zunho dengan jari lembut miliknya, tentu saja barang berharga Zunho sedikit terpanggil.
“Kau jangan bangun, ini bukan saat nya, tidurlah kembali” Zunho bergumam di dalam hatinya agar benda beharga miliknya itu turun.
__ADS_1
Wajah wanita itu semakin dibuat terpesona dengan bangkitnya benda berharga milik Zunho, wanita itu mulai menaikan tanganya ke atas untuk melepas kain yang menutupi benda yang indah tersebut.
“Aku sudah mempunyai kekasih, apakah kamu masih yakin ingin bermain ranjang dengan ku” bohong Zunho kepada wanita tersebut, berharap ia akan dilepaskan.
Wajah wanita itu mulai menunjukan ekspresi tak senang, seketika wanita itu menendang paha Zunho.
POFTTTTTT
Zunho kembali ke Hutan Malaikat, ia mengelus pahanya yang sakit karena tendangan wanita aneh itu, ia langsung meraih Eceng Gondok Putih dan botol air yang tergeletak tak jauh dari tempatnya saat ini.
“Langkah Angin” Zunho mengaktifkan kemampuan miliknya dan berlari ke arah selatan Hutan Malaikat.
“Sejengkal lagi dia hampir mencicipi kepunyaan ku, ini lebih mengerikan ketimbang binatang iblis di Desa Sie” gumam Zunho sambil berlari.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read