
.
.
.
“Eh ada botol ramuan, ramuan apa ini ?” tak sengaja Khunyi meraba saku Zunho dimana ramuan penyembuh tersimpan.
Zunho membalas pertanyaan Khunyi, ia menjelaskan ramuan tersebut merupakan ramuan penyembuh.
“Ramuan penyembuh” jelas Zunho.
Khunyi mengambil ramuan dan memandangnya sekilas, ia terlihat sangat serius memandangi ramuan tersebut sampai ia membuka mulut nya.
“Jadi begitu, kau ini seorang ahli Alkimia ?” Tanya Khunyi dengan nada penasaran.
Zunho mulai memikirkan sesuatu di kepalanya saat Khunyi bertanya “kau ini seorang Alkimia”, seketika otak Zunho bekerja dengan cepat, merangkai kata kata dan masuk ke dalam kediaman keluarga Kuan lalu menghabisi nya.
“Aku bisa berbohong bahwa aku ini seorang Alkimia, aku akan menjual ramuan ini khusus untuk keluarga Kuan, disaat mereka membiarkan aku masuk ke dalam kediamanya maka saat itu juga aku akan menghabisi mereka.” Zunho menemukan cara halus dimana ia menjual ramuan pada keluarga Kuan, membiarkan Zunho masuk dan menghabisi seluruh anggota keluarga Kuan.
__ADS_1
Khunyi yang terabaikan mulai cembetut, ia menepuk bahu Zunho dan membuat pemuda itu tersadar dari lamunanya.
“Hey aku sedang berbicara kepadamu” ucap Khunyi dengan raut cemberut.
“Bukan aku bahkan tidak bisa membuat pil satu pun.” Zunho berkata dengan jujur.
Zunho tidak pernah membuat pil, ia hanya membantu mencari bahan pembuatan pil, Khunyi menyimpan kembali ramuan dalam saku baju, lalu memandang Zunho dengan senyum yang tak bisa dijelaskan.
“Zunho, apa yang membawa mu pergi jauh seperti ini, aku sebenarnya senang sekali bisa bertemu dengan kau saat ini mengingat beberapa orang yang kami tawan rata rata berusia lansia.” Khunyi mulai bercerita mengenai orang orang yang ia dan teman temanya tangkap.
Zunho menapuk pipinya yang disedot nyamuk, lalu membersihkan darah nyamuk di wajahnya.
“Ada urusan yang menarik ku datang ke Benua Udara, kau sendiri kenapa datang dan bergabung dengan wanita wanita nafsu itu ?” Pertanyaan Zunho membuat Khunyi menghela nafas.
Zunho tersenyum tipis mendengar Khunyi menyebut “keluarga Kuan”.
“Keluarga Kuan, apakah keluarga itu sangat berarti bagi Benua Udara ?” Tanya Zunho seolah olah tidak tahu.
Lantas Khunyi menjawab dengan satu tarikan nafas.
__ADS_1
“Ya, mereka keluarga terpandang Benua Tengah, tinggal di Tenggara Kota Vei dengan ciri khas rumah bertanda K.” Khunyi tanpa sadar memberikan lokasi kediaman keluarga Kuan kepada Zunho yang saat ini menjadi seorang pembunuh.
Zunho tersenyum, ia melirik Khunyi mulai menguap.
“Sebaiknya kita istirahat dulu, disitu” mata Zunho kelayapan mencari tempat beristirahat dan menemukan gua kecil.
Zunho dan Khunyi masuk ke dalam gua yang gelap dan sunyi, Zunho mulai menguatkan niatnya karena saat ini ia tidak sendiri.
“Kau tidurlah dimana pun kau mau, aku akan berjaga” Zunho menyuruh Khunyi tidur.
“Kau akan berjaga, kau akan perlu baju ini” Khunyi melepas baju Zunho yang menghangati tubuhnya.
“Pakai saja, aku sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, sebaiknya tidur, kita akan berangkat saat matahari menunjukan sinarnya.”
Khunyi pun pergi ke sisi lain gua dengan senyum menghiasi wajahnya, Zunho pergi ke sisi lain gua lalu duduk bersila sambil melakukan meditasi.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read