Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Bantuan Tu Dong


__ADS_3

.


.


.


“Hah penatnya, bisakah kita rehat dulu” tanya Xiaona dengan nafas terengah engah.


“Kita baru saja memasuki Hutan Suci Xiaona, ini pun masih awal dari hutan” Yuan membalas keluhan sahabatnya tersebut.


Zunho menghentikan langkahnya, Yuan dan Xiaona tertubruk ke badan Zunho lalu jatuh, mereka memegangi bokong mereka yang sakit, Xiaona bertanya kepada Zunho kenapa dia berhenti secara tiba tiba.


“Kenapa kau berhenti mendadak secara tiba tiba seperti itu ?” Tanya Xiaona dengan nada bingung.


Zunho berbalik ke hadapan Yuan dan Xiaona lalu memandangi mereka dengan tatapan datar sebelum membalas pertanyaan Xiaona.


“Kita istirahat sebentar, aku tidak mau mendengar keluhan dari mu sepanjang jalan” Zunho berkata dengan nada santai.


“Huhhh” Xiaona mendengus kesal.


Yuan kemudian berdiri dari tempatnya laly mengulurkan tangan ke Xiaona, wanita berbaju kuning itu meraih tangan Yuan lalu bangkit, mereka bertiga kemudian mencari tempat yang pas untuk istirahat.


Yuan melihat sebuah tempat yang bagus untuk mereka, Zunho, Yuan dan Xiaona berjalan ke tempat tersebut kemudian duduk, suasana hutan yang sepi serta minim cahaya membuat Zunho mengantuk, ia menguap kecil sebelum Xiaona menendang pelan kakinya.

__ADS_1


HOAHHHHH


“Jangan mencoba tidur, kita saat ini ingin pergi ke Benua Lautan” Ketus Xiaona.


“Galaknya, iya iya aku tidak akan tidur” Zunho menepuk nyamuk yang hinggap di lehernya.


Mereka mulai beristirahat sejenak, selagi Yuan dan Xiaona berbicara, Zunho menyempatkan diri memejamkan matanya, saat hal itu terjadi tiba tiba sebuah guncangan hebat menggetarkan hutan, tentu saja itu ulah hewan suci penghuni hutan ini, Zunho mencoba mengabaikanya namun goncangan tersebut semakin keras dan semakin mendekat ke arah mereka.


BUMMM…BUMMM…BUMMM


“Persiapkan diri kalian” Zunho bangkit dari tempat duduknya lalu memandang asal suara.


WUSHHHHH…BUMMMM


Saat debu telah hilang, terlihat sebuah tupai raksasa dengan gigi besar dan ekor besarnya sedang tersenyum ke arah Zunho dan Xiaona, tupai yang tak lain Tu Dong mulai mengambil langkah langkah untuk menyerang Zunho dan teman temanya.


“Kalian pasti pemburu bukan, aku akan membuat wajah tampan dan cantik kalian babak belur sampai kalian tidak dikenali lagi” Tu Dong berkata dengan nada intimidasi.


Zunho berjalan sedikit maju menghadap Tu Dong, ia meletakan tanganya di perut Tu Dong, Zunho membuka mulutnya untuk memberikan pernyataan.


“Jangan salah kan aku Tu Dong, jika perut yang ku sembuhkan ini akan terpisah dari bagian badan lainya jika kau berani menyentuh ku dan teman teman ku” Zunho berkata dengan santainya sambil menatap ke wajah Tu Dong.


Tu Dong mengingat sebuah kisah di masa lalu dimana ia pernah diselamatkan seorang anak yang mengenakan topeng berumur 10 tahun dari luka parah, Tu Dong memandang lekat lekat wajah pemuda tersebut.

__ADS_1


“Apakah kau anak yang bertopeng itu” tanya Tu Dong.


“Ya itu aku dan mereka juga” Zunho mengarahkan ibu jempolnya ke belakang.


“Ahaha maafkan aku, ingin berjalan ke Benua Huanli lagi ?” Tu Dong menebak tujuan Zunho dan teman teman.


Zunho mengangguk pelan, Tu Dong mulai memeluk Zunho dan teman temanya, mereka bertiga mulai meronta ronta minta dilepaskan, setelah itu Tu Dong pun hilang di ikuti Zunho dan teman temanya.


POFTTTTT


“Kenapa kau main peluk peluk kami saja” Zunho berkata dengan nada dingin.


“Maafkan aku, kalian sudah sampai, kalian hanya perlu berjalan lurus ke selatan, saat ini kalian berada di Hutan Malaikat, aku tidak bisa menampilkan diriku di hadapan khalayak ramai” Tu Dong menjelaskan bahwa ia meneleportasikan Zunho dan kawan kawan.


“Terima kasih Tu Dong, walaupun kami bisa berjalan sendiri, namun kebaikan mu harus tetap kami hargai” balas Zunho dengan senyum tipis di wajahnya.


Tu Dong tersenyum sambil melambaikan tangab lalu kembali menghilang, Zunho dan teman teman nya mulai berjalan ke arah utara keluar dari Hutan Malaikat.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2