Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Ranah Kuning Zunho


__ADS_3

.


.


.


“Boleh juga tinju mu itu Zunho, mari kita lihat seberapa lama kau bisa bertahan”


Rein meletakan pedangnya di tanah lalu menancapkan kedua tanganya di pedang tersebut, tanah merayap naik ke tangan Rein, Zunho sedikit terkejut dengan perubahan Rein yang menjadi sangat kuat, ranah pelangi keluar dari tubuh Rein kemudian.


“Tinju tanah”


SWUSHHHH


BUGHHHH


Rein melesat menuju Zunho, ia yang tak siap langsung terkena tinju tanah milik Rein, Zunho terlempar sejauh 3 meter saat Rein melayangkan tinju miliknya, ia tidak membiarkan Zunho beristirahat, ia langsung melesat ke Zunho yang saat ini sedang terbatuk.


“Tanah perangkap”


PLAKKK


Rein bertepuk sekali, tanah di sekitar Zunho bergetar, sebuah tali berbentuk tanah keluar kemudian, tanah langsung menjerat kaki dan tangan Zunho, ia meronta ronta agar lepas dari Perangkap Rein, Zunho mulai memejamkan matanya dengan tenang sambil menghirup udara dengan tenang lalu menghembuskanya.


Pelangi keluar dari tubuh Zunho, saat ini pelangi sudah berada di tahap Kuning, Rein sedikit terkejut karena sebelumnya, Zunho tidak bisa mengaktifkan ranah pelangi sebelumnya, energi angin mulai berkumpul di tubuh Zunho, angin berputar seolah olah lebah yang sedang mengitari bunga.


Tanah yang mengekang keras tubuh Zunho mulai retak karena kuatnya tekanan angin yang datang ke tubuh Zunho, ia kembali membuka matanya dan meloncat turun ke tanah, ia memfokuskan kembali tinjunya kepada Rein yang saat ini tengah bersiap meninju Zunho.

__ADS_1


Gerakan Zunho sedikit cepat, Rein menyadari perubahan yang ada di diri Zunho, saat ia tiba di depan Zunho, Rein reflek Meninju muka Zunho namun.


BAMMMM


Zunho menangkis tinju Rein dengan tangan kananya, ia mengarahkan tinju di tangan kiri ke perut Rein.


SWUSSHH


BRAKK


Rein terlempar beberapa meter dan menghantam pohon di belakanganya, ia meringis sakit di perutnya karena pukulan Zunho barusan.


“Tinjunya bahkan sangat kuat, ini semakin menarik apalagi pelangi yang ada di dalam dirinya mulai keluar dengan sendirinya”


Rein bangkit dari posisi jatuh, ia menggunakan tangan kanan sebagai tumpuan untuk berdiri, ia menghela nafas beberapa menit sebelum berkata.


Tanah mulai bergetar saat Rein mengucapkan kalimat tersebut, tanah membentuk sebuah pedang besar dengan gagang melingkar, Zunho mulai terkejut dengan kehadiran pedang besar tersebut, Rein mengambil pedang besar lalu mengarahkanya ke Zunho.


“Aku tidak akan bermain main Zunho, anggap saja aku sebuah ancaman yang besar, selalu ingat kalimat ini, walaupun dia teman mu sekalipun jika dia berada di jalur yang salah maka tidak ada pilihan lain selain melawanya”


Rein melesat menuju Zunho, ia mengambil pedang kayu miliknya yang berada di tanah lalu bersedia menangkis serangan Rein.


“Tebasan tanah kutukan”


BOOMMMM


Siluet setan keluar dari tebasan pedang milik Rein menuju Zunho yang sedang memposisikan pedangnya secara Vertikal, saat tebasan menyentuh pedang kayu Zunho, pedang langsung hancur lebur menyisakan gagang nya saja, Zunho pasrah terkena tebasan pedang Rein.

__ADS_1


SWUSHHHH


GEDEBUG


Zunho menerima serangan Rein dengan pasrah, ia terlempar beberapa meter dengan luka parah di bagian lutut, Rein menghilangkan pedang tanah miliknya dengan menancapkanya di tanah lalu berlari menghampiri Zunho.


Rein duduk bersila di hadapan Zunho sambil berkata.


“Rumput Penyembuhan”


Tanah menumbuhkan rumput emas, rumput mulai merambat ke luka Zunho, saat berada di perut Zunho yang terluka, sinar emas menerangi ruangan tersebut, Zunho berteriak kesakitan saat penyembuhan berlangsung.


“Sudah selesai Zunho, maafkan aku jika berlebihan tadi” ucap Rein dengan nada bersalah.


“Ugh, tidak apa Master, saya senang jika bisa bertarung dengan orang hebat seperti anda” ucap Zunho dengan senyum di wajahnya.


“Hahaha baiklah terima kasih pujianya, bagaiman jika kita istirahat sambil minum teh dulu ?”


“Jika anda memaksa maka saya akan ikut”


Rein membantu Zunho berdiri dari tanah lalu masuk ke area dapur untuk membuat teh.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2