Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Kau Menang Sharai


__ADS_3

.


.


.


Sebuah cahaya putih terlintas di pikiran Zunho agar dirinya tidak kalah begitu saja, awalnya ia sudah ikhlas menerima takdir bahwa dirinya akan berakhir di tangan Sharai namun cahaya putih selalu berputar putar di kepala Zunho sampai ia tersadar.


“Eghhh” Zunho membuka matanya kembali dan menatap Sharai sedang menyeringai kejam ke arahnya.


Zunho berdiri dengan bantuan tangan kananya, setelah benar benar berdiri, Zunho kembali membuka mulut.


“Maaf Sharai, namun aku tidak akan kalah begitu saja dengan mu” Zunho memanggil pedang Kerakusan Angin miliknya dan berlari sekuat tenaga sambil menahan rasa sakit di tubuhnya, ranah pelangi kuning muncul di pundak Zunho kemudian.


“Oh menarik, mari kita lanjutkan” Sharai melesat mengarah Zunho.


Zunho kembali menggunakan kemampuan Langkah Angin miliknya, saat Sharai berada tepat di hadapanya, Zunho kembali mengecoh Sharai lalu memindahkan tubuhnya ke belakang.


“Langkah Angin” Zunho berlari dengan cepat menuju Sharai.

__ADS_1


SWUSHHHH


“Tarian Angin” Zunho memunculkan kehadiranya di belakang Sharai.


Zunho memutar badanya sebanyak tiga kali lalu mengirimkan tebasan pedangnya ke bokong Shirai, beruang itu terlempar ke depan dengan sedikit sayatan di bokongnya, Sharai tertawa.


“Hahaha sekarang kau ingin main bokong bokongan hemm, RAUNGAN MISTIK” Sharai mulai membuka mulutnya dan meraung sekeras mungkin.


ROARRRRRRRRRRRRRR...WUHHHH...TRAKK...ARGHHH


Raungan Sharai benar benar kuat, gravitasi benar benar menahan Pergerakan Zunho, ia tidak bisa melawan gravitasi yang kuat akhirnya pasrah terlentang, bahkan sebelum Zunho membungkus dirinya dengan kemampuan Tangan Angin miliknya, beberapa tulang dalam tubuhnya mulai retak satu persatu, tentu saja Zunho mulai meringis kesakitan.


“Aku bahkan tidak bisa mengucapkanya secara langsung karena kesakitan ini sungguh menyiksa”


Sharai tertawa menang, beruang hitam tersebut berjalan mendekati Zunho untuk mengirimkanya ke dunia peristirahatan, setelah sampai di hadapan Zunho, ia mengangkat cakar depan kanan miliknya yang sudah terbungkus cahaya hitam, sebelum ia mengirimkan cakar tersebut ke dada Zunho, Sharai mulai melontarkan beberapa pertanyaan kepada Zunho.


“Kau ingin mengambil keuntungan dari air suci bukan ?” Tanya Sharai dengan nada berat.


Zunho mengangkat kepalanya perlahan lahan, ia menatap Sharai lalu membalas pertanyaan Sharai dengan terbata bata.

__ADS_1


“K-au memang hebat S-sharai, kau menang, n-niatku kesini tidak l-lebih hanya untuk ber-kultivasi” Suara patahan terdengar di leher Zunho saat ia memaksa memandangi Sharai.


Sharai tak mudah percaya begitu saja dengan omongan Zunho barusan, ia langsung mengaktifkan kemampuan khusus miliknya agar bisa membaca isi perasaan orang tersebut.


“Aku ingin menjadi kuat di dunia ini, agar aku bisa melindungi diriku dan orang orang yang kucintai, aku tidak mau gagal seperti kehidupan sebelumnya, aku tidak boleh menyerah walaupun dalam keadaan seperti ini, aku sudah bersusah payah, aku tidak mungkin berhenti begitu saja” suara isi hari Zunho terdengar di dalam hati Sharai.


“Rupanya begitu ya, aku mengira dia akan mengambil keuntungan air suci dengan menjualnya dan menyalahkan gunakan manfaat air suci, namun ia benar benar jujur sesuai dengan isi hatinya” gumam Sharai.


Sharai memandangi Zunho yang meringis kesakitan, namun Sharai tetap mengarahkan cakarnya ke arah Zunho dan mendaratkanya di dada, cahaya putih kehitaman mulai bermuculan menutupi keberadaan Zunho dan Sharai, Zunho meringis keras saat Sharai mendaratkan cakarnya di dada Zunho.


ARGHHHHHH


Ringisan Zunho semakin keras saat cahaya putih tersebut menyentuh lebih dalam bagian tubuhnya.


“Aku akhirnya tamat untuk kedua kalinya, setelah ini, aku sangat yakin jika diriku akan langsung di kirimkan ke alam peristirahatan, terima kasih Bibi dan Paman, begitu juga kalian, Jirou, Yuan dan Xiaona, aku akan selalu mengingat kalian”


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2