
.
.
.
“Hoam leganya, umm kasur ini enak sekali, sangat berbeda dengan kasur keras di akademi” Zunho merebahkan kasurnya sambil membanding bandingkan kasur akademi dengan kasur penginapan yang mereka tempati saat ini.
“Ya pasti beda lah, lihat saja kita disini bayar sedangkan di akademi”
Jirou mulai memelankan suaranya, lalu terkekek sebentar sebelum melanjutkan lagi apa yang ingin dia katakan.
“Gratis”
Zunho ikut tertawa, jika ada Ketua Neuna disini bisa dipastikan pantat Zunho dan Jirou akan segera ditendang keluar dari penginapan, setelah berjalan jauh, akhirnya mereka sampai di Benua Huanli, tepat satu hari sebelum ujian dimulai.
Jirou yang berdiri langsung membaringkan tubuhnya di sebelah Zunho, bahkan ia merebahi tangan Zunho, ia segera memberi tahu Jirou agar berguling ke tempat lain.
“Kau meniban tangan ku, sana guling ke kiri dulu agar aku bisa menarik tangan ku” Zunho berbicara sambil berusaha menarik tanganya.
“Baiklah baiklah, aku akan pindah”
Jirou berguling ke kiri sesuai saran Zunho, ia mulai memejamkan matanya untuk tidur siang namun Jirou tidak henti hentinya berbicara.
“Zunho, bagaimana jika kita latihan, besok ujian akan segera dimulai bukan, seharusnya kita tidak bersantai santai disini”
__ADS_1
Zunho berbalik ke arah kanan, ia dan Jirou saling membelakangi satu sama lain, barulah Zunho membalas pernyataan Jirou.
“Ya kau pergi latihan sendiri saja, sebentar lagi tulang mu akan remuk dan aku pastikan tidak bisa mengikuti Ujian Saudara besok”
Jirou menghela nafas lalu kembali berbicara.
“Hhh jahatnya, aku kan cuma menyarankan” ucap Jirou dengan nada sedih.
“Lebih baik kita tidur siang, bukan kah kita sudah latihan tadi saat perjalanan menuju kemari, bahkan lebih dari latihan”
Jirou mengingat kembali perjalanan mereka saat berjalan menuju Benua Huanli, dimana hari ini mereka berhasil menumpas 30 serigala kekar, Jirou mengangguk dan membenarkan Zunho.
“Ya kau benar, lebih baik kita tidur sebelum mata kita tidak mau tidur lagi” ucap Jirou sambil menutup matanya.
Mereka berdua mulai menikmati tidur siang di kasur empuk yang jarang mereka rasakan, Zunho dan Jirou mulai memasuki alam mimpi mereka masing masing, bahkan mereka berdua sempat mengigau saat tidur siang.
TOK TOK TOK
“Hei kalian koala bangunlah, makan malam dulu” suara Xiaona nan keras mulai membangunkan Zunho dan Jirou.
Mereka berdua bangkit dari kasur, mereka mengumpulkan niat mereka untuk berdiri dan berjalan membuka pintu, kini Zunho yang lebih dahulu berdiri, ia membuka pintu dan menatap Xiaona yang saat ini memandangi dirinya.
“Jangan dekat dekat, sana makan, semuanya sudah menunggu, kau juga” Xiaona menunjuk Jirou yang masih terduduk di kasur.
Mereka mulai berjalan menuruni anak tanggan menuju ruang makan, sesampainya disana, banyak makanan yang disajikan pihak penginapan, seperti Sup dan ikan bakar.
__ADS_1
“Nah berhubung mereka berdua sudah datang mari kita makan dulu” ucap Fanwu sambil menjepitkan sumpitnya menuju ikan bakar.
“Tunggu dulu jangan main makan aja, tunggu sampai mereka duduk terlebih dahulu, kamu ini” Xinmei menepuk tangan kanan Fanwu dengan keras.
PLAKKK
“Aduh” Fanwu menarik kembali pergelangan tanganya yang memerah.
Seisi ruangan menertawakan Fanwu, setelah semua kembali ke posisi diam, barulah acara makan dimulai, setelah selesai makan, mereka mengucapkan terima kasih kepada pemilik penginapan yang bersusah payah memasakan mereka makanan.
Semua orang mulai dari Ketua Neuna, guru pendamping, Zunho dan teman teman kembali ke kamar mereka untuk berisirahat, Zunho dan Jirou langsung merebahkan diri mereka di kasur lalu memejamkan matanya, Zunho dan Jirou mulai terlelap, kini hari sudah sangat larut, awalnya Zunho menikmati tidur malamnya namun sebuah kaki tiba tiba diletakan di wajahnya.
BUKKKK
“Kurang ajar”
Zunho meraih kaki Jirou lalu mendorongnya sejauh mungkin, setelah Jirou menghadap ke arah kiri barulah Zunho kembali ke tidurnya.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1