Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Mahluk Besar


__ADS_3

.


.


.


Sontak Zunho sekuat tenaga bangkit dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya, namun pergerakan Zunho kalah cepat dengan ekor besar tersebut, alhasil Zunho mendapat hempasan ekor yang sudah terbalut aura putih.


BRASHHHH…ARGHHHHH


Zunho berteriak saat ekor menyentuh badanya, aura putih yang sangat panas dan membuat tulang seakan akan meleleh.


Ekor mengembalikan posisinya lalu menghempas lagi ke Zunho yang sedang kesakitan luar biasa, hempasan kedua kembali bersarang di tubuh Zunho, kali ini Zunho lebih merasa sakir yang luar biasa dari hempasan ekor pertama.


Zunho terus di berikan hempasan ekor besar itu, sampai badan Zunho benar benar remuk dan tidak bisa lagi berdiri, Zunho memaksakan dirinya mengeluarkan Tangan Angin untuk melindungi dirinya selama pengobatan berlangsung.


“Tangan Angin, Akar Berliah Putih” Tangan Angin terbungkus di area Zunho berada.


Akar bewaran putih pun ikut memunculkan kehadiranya, langsung akar menyelimuti Zunho yang sudah terluka parah, akar bekerja sangat keras karena tulang tulang dalam tubuh Zunho benar benar remuk.


CLINGG\~


Tangan Angin Zunho hancur bahkan sebelum ekor menyentuh permukaan Tangan Angin Zunho, ia langsung bangkit dengan seadanya lalu berlari dengan Langkah Angin.


“Langkah Angin” Zunho berlari menuju sisi kanan.

__ADS_1


BRURRRRRRR


Ekor membuat lubang yang sangat dalam, Zunho menghela nafas sekaligus meneguk liurnya, ia membayangkan jika dirinya tidak segera menghindar maka pasti ia akan pindah alam.


“Sayap Angin, Kepakan Sayap Angin” Zunho menimbulkan Sayap Angin lalu mengepakanya dengan keras menuju ekor.


BWUHHHHHHHH


Sebuah angin tornado besar tercipta langsung menghantam ekor, sebuah badai pasir tercipta saat angin mencium ekor.


“Hmm tidak buruk tidak buruk” suara berat nan menggema di langit kembali bersuara.


Zunho mengeluarkan Pedang Angin miliknya lalu bergerak menuju ekor, terlihat ekor ingin menghantam tubuh Zunho lagi.


“Tebasan Angin Kerakusan” Zunho memberikan tebasanya pada ekor.


“Tidak cukup, Terjangan Naga Angin” Zunho mengeluarkan kemampuan lainya.


GROARRRRR


Naga hijau keluar langsung menghantam ekor, Zunho menimpali kembali seranganya dengan serangan lain yang ia kuasai.


“Pukulan Belalang Sembah” Zunho melesat dengan sayap.


Diantara sayap keluarlah 2 buah capit belalang sembah, langsung menusuk ekor nan keras itu.

__ADS_1


SRASHHHHH


“Tebasan Angin Malam” Zunho menebas ekor dengan Tarian Angin malam miliknya.


DUARRRRRR


Ledakan hebat terjadi saat Zunho tak hentinya memberi serangan pada ekor besar tersebut, sebuah goresan kecil di ekor terlihat membuat suara besar nan berat yang ada di langitu mulai mengakui Zunho.


“Mengesankan, kau bisa membuat ekor ku lecet yang mana tidak ada yang bisa membuat ekor indah ku ini lecet, baiklah baiklah aku akan meningkatkan daya serang ku.”


Awan awan tebal mulai berputar seperti di gerakan sesuatu, Zunho memandang awan dan disaat yang bersamaan munculah 8 semburan api bewarna putih dari awan, api mengelilingi Zunho.


ARGHHHHHH


Api yang tak mengenai tubuh Zunho berhasil membuat luka yang ada di tubuh Zunho bertambah, panas api melebihi hempasan ekor sebelumnya, kali ini api putih ini benar benar membuat Zunho hilang harapan untuk hidup.


Zunho bertekuk lutut dan membiarkan sayapnya meleleh karena panas api yang dihasilkan sekelilingnya.


“Bagaimana, rasanya sangat menyenangkan bukan, biarkan aku menemui mu untuk yang terakhir kalinya sebelum aku menelan mu hidup hidup, sudah sangat lama aku tidak makan, sekitar beberapa juta tahun yang lalu hahaha” suara besar nan berat itu mulai terdengar jelas bahkan membuat telingan Zunho bedengin keras.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2