Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Perintah Menuju Gunung Diu


__ADS_3

.


.


.


Setelah pertempuran hebat melawan Dewi She Cing berakhir dua hari yang lalu, suasana ke empat benua kembali aman namun tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada serangah balik dari Dewa Iblis karena Zunho dan Raja Sang berhasil membunuh Dewi She Cing.


Setelah memakamkan putri Nanxie dengan tenang kemaren, Zunho memutuskan kembali ke Desa Sie untuk menjaga dan melindungi Lian dan Feng dari bahaya lainya.


Zunho tengah istirahat di kasurnya, sudah sangat lama dia menikmati enaknya tidur siang di hari yang tenang, sampai sebuah gerakan di badanya membuat Zunho membuka matanya.


“Zunho, ayo bangun, makan siang dulu” suara wanita yang terdengar familiar di telinga Zunho.


Zunho membuka matanya keseluruhan dan mendapati Lian tengah tersenyum kepadanya, ia bangkit dari kasurnya lalu mengangguk.


“Baiklah bi, kamu duluan saja, aku akan menyusul ke ruang makan” Zunho membuka mulutnya agar Lian terlebih dahulu pergi ke ruang makan.

__ADS_1


Zunho sebenarnya punya alasan lain mengapa dia ingin Lian pergi terlebih dahulu ke ruang makan, Lian melangkahkan kakinya menuju ruang makan, setelah Lian benar benar menghilang dari pandangan Zunho, barulah dia berdiri dan berjalan mengarah rak yang penuh dengan buku pendidikan.


Zunho kembali meraih buku 8 Hydra Legendaris yang pernah ia baca sewaktu kanak kanak dahulu, ia berencana mencari keberadaan Hydra untuk menguatkan kemampuan dan kultivasinya agar bisa seimbang dengan Dewa Iblis.


Saat tengah membaca tiba tiba sebuah suara kembali terdengar di kepalanya.


“Kau harus pergi ke gunung Diu sekarang ini, jangan membantah, ikuti saja apa perkataan ku“ suara berat tersebut mulai memudar.


Zunho menutup buku yang dia baca saat mendengar suara tersebut, ia menghela nafas lalu menaruh kembali buku di rak.


Zunho kembalu berjalan ke ruang makan untuk menyantap makan siang bersama Lian dan Feng.


Setelah sampai di gunung Diu, ia mendongakan kepalanya ke atas.


“Terus apa ?” Tanya Zunho dengan nada kecil.


BUSHHHHHHH

__ADS_1


Zunho merasa tertarik ke atas, tiba tiba dia berada di sebuah tempat asing namun pemandangan tempat tersebut sangatlah indah, ia memandangi beberapa ukiran yang tertancap di dinding bangunan seperti api, air, es, angin, hewan, tumbuhan.


“Sekarang kau pergi menuju ukiran angin yang terpajang di depan mu itu” suara kembali terdengar di kepala Zunho, memerintahkan dirinya agar menghampiri lambang yang tertancap di dinding.


Zunho melangkahkan kakinya menuju ukiran angin seperti perintah yang barusan terdengar di kepalanya, setelah berdiri tepat di hadapan lambang angin, tiba tiba saja tubuh Zunho disetrum, ia menahan rasa setruman yang menggilitik hebat di tubuhnya.


Sampai Zunho terpindah kembali menuju sebuah tempat dengan ukiran yang asing di pandangan Zunho, ia pun mulai bertanya tanya di dalam hatinya, apa yang terjadi sebenarnya.


“Kejadian yang terjadi hari ini sungguh aneh” Zunho berbicara dengan dirinya sendiri di dalam hati.


Sampai suara yang memerintahkan Zunho kembali terdengar, memberitahukan Zunho bahwa ia harus melakukan sesuatu hari ini.


“Selamat, selamat, akhirnya aku mendapatkan mu, aku akan mengujimu di beberapa tingkatan langit, ini adalah langit pertama, aku tidak akan menjelaskan ada berapa tingkatan langit disini, kau harus mencari jawabanya sendiri, semoga beruntung, penerus ku hahahaha” suara kembali memudar.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2