
.
.
.
Zunho dan Lian memasuki sebuah desa yang sangat menyejukan mata, ia terus memandangi suasana desa, banyak bangunan seperti toko, restoran, pandai besi, bahkan rumah singgah, Lian mengalihkan pandanganya kepada Zunho yang terlihat sangat tertarik dengan desa, wanita itu mulai memberi penjelasan mengenai desa yang mereka pijaki saat ini.
“Ini adalah desa Sie, desa ini merupakan kampung halaman ku dan suamiku”
Zunho memandang Lian dengan tatapan bingung lalu bertanya.
“Desa Sie ?”
Lian membalas pertanyaan Zunho sambil memandang jalan di depan.
“Ya ini desa Sie, desa benua daratan Tiu, kita juga dibawah kekuasaan kerajaan Lotus Rue”
“Oh jadi begitu, lalu dimana letak kerajaan Lotus Rue yang bibi bicarakan tadi ?”
Lian mengangkat jarinya lalu menujuk ke arah utara, Zunho memandang arah jari telunjuk Lian dan melihat sebuah istana yang terletak sangat jauh, Lian juga menjelaskan bahwa pusat kota juga berada di kerajaan Lotus Rue, Zunho memahami penjelasan Lian.
Setelah berjalan cukup lama kini kedua nya telah sampai di sebuah rumah kayu, disini rumah penduduk masih menggunakan bahan dasar kayu, kecuali kerajaan dan akademi, mereka sudah memakai bahan batu sungai, Lian mengetok pintu, tak lama kemudian seorang pria yang terlihat seumuran dengan Lian keluar dari dalam rumah.
__ADS_1
Pria menyapa Lian dan menyadari kehadiran Zunho, pria menyuruh mereka berdua masuk dan duduk di ruang tamu, Lian dan pria itu berjalan ke dapur kemudian, meninggalkan Zunho sendiri, anak itu memejamkan matanya untuk tidur, ia terlalu banyak menguras energi hari ini, saat Zunho sedang menikmati nikmatnya tidur, sebuah tepukan pelan menepuk bahunya.
Zunho membuka mata, ia memandang seorang pria menatap dirinya, pria tersebut tersenyum lalu duduk di kursi, ia mulai membuka pembicaraan ringan dengan Zunho.
“Halo nak, boleh kah aku mengetahui nama mu ?”
“Saya adalah Zunho paman, salam kenal”
Zunho memperkenalkan dirinya, pria itu membalas Zunho dengan menyebutkan namanya kepada bocah kecil tersebut.
“Perkenalkan aku Feng Ryu, kau bisa memanggilku paman dan jangan terlalu formal kepadaku”
“Baiklah paman”
Mereka berdua mulai berbicara satu sama lain, tak lama kemudian Lian keluar dengan nampan yang terbuat dari kayu, diatas nampan tersebut terlihat tiga buah cangkir kayu serta satu buah teko kayu, Lian meletakan nampan di meja lalu duduk di sebelah Feng.
“Zunho, bisakah aku mengetahui umur mu sekarang ?”
Zunho menangguk lalu meletakan gelas di meja, ia memandang ke atas untuk mengingat ingat memori di kepalanya sampai sebuah angka keluar dari pikiranya.
“7 tahun paman”
Feng mengusap dagu lalu kembali berbicara kepada Zunho.
__ADS_1
“Aku akan memasukan dirimu ke Akademi Gao, agar kamu bisa menjadi pahlawan yang kuat seperti keinginan ku dulu”
Lian menyikut pelan tangan Feng lalu berbisik.
“Kenapa kau ingin memasukan nya ke akademi, bukan kah kita sepakat untuk menjadikan nya sebagai anak ?”
“Iya aku mengerti namun dia akan jadi bodoh jika harus berdiam diri saja di rumah, tidak ada salahnya bukan”
Lian menghela nafas, Feng kembali menjelaskan sejarah akademi Gao kepada Zunho, usia murid yang akan diterima akademi yaitu 10 tahun, itu artinya Zunho masih perlu 3 tahun lagi untuk masuk ke akademi, setelah mereka selesai minum, Lian dan Feng menyuruh Zunho untuk istirahat di kamar kedua yang berada di sebelah kamar utama milik Lian dan Feng, ia mengangguk dan berjalan ke kamar untuk beristirahat.
Berikut ini gambaran Lian dan Feng yang bersedia membesarkan Zunho.
Wang Lian
Feng Ryu
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read