Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Ujian Akademi


__ADS_3

.


.


.


Hari ujian telah dimulai, banyak pengunjung dari Desa maupun Kota yang berkumpul di stadion hari ini, tak lupa juga Raja Luang Mejin serta seorang wanita di sebelah raja yang terlihat seperti orang berpengaruh.


Zunho, Jirou, Yuan dan Xiaona sedang menunggu di sebuah ruangan, mereka sedang memperbincangkan sesuatu saat ini, terlihat Xiaona sangat gugup sekali dengan ujian yang akan diselenggarakan sebentar lagi.


“Em aku sangat gugup, aku dengar kaka angkatan kita tahun ini sangat berbakat dan kuat kuat” Xiaona menundukan mukanya.


“Tidak apa Xiona, selagi masih ada aku tidak akan ada yang bisa macam macam kepadamu” ucap Yuan menyenangkan hati Xiaona.


Zunho menenangkan dirinya, ia menatap Jirou yang saat ini tengah terlihat serius, Zunho mencoba membuka pembicaraan kepada Jirou agar dia tidak terlalu memikir ini terlalu dalam.


“Oh ya Jirou, apakah di Sekte Deng, para anggota memiliki salah satu senjata kebanggan”


Jirou menatap Zunho yang saat ini bertanya kepada dirinya, ia tertawa kemudian lalu merangkul Zunho, ia memberi jawaban kepada Zunho bahwa di dalam Sekte Deng mereka mempunyai satu buah senjata suci yang sangat berbahaya.

__ADS_1


“Ya kami Sekte Deng memiliki sebuah senjata yang sangat kami jaga sampai saat ini yaitu Tombak Buaya Hitam”


Zunho sedikit mengerutkan kening nya saat mendengar Buaya hitam, Jirou menyadari perubahan ekspresi pada Zunho langsung memberitahukan makna dari nama tongkat tersebut.


“Jadi kata ayah ku, tongkat tersebut terbuat dari buaya hitam legendaris yang pernah menghabisi separuh populasi manusia di benua daratan, leluhur kamilah yang mengalahkan dan membunuh buaya tersebut, bagian duri yang ada pada ekor buaya beliau jadikan campuran untuk pembuatan tombak, makanya nama tombak tersebut adalah Buaya Hitam”


“Oh begitu, terima kasih telah berbagi”


“Tidak apa teman” ucap Jirou dengan senyum di wajahnya.


Tak lama kemudian seseorang menghampiri mereka, orang tersebut menyuruh Jirou dan Zunho pergi ke tempat duduk stadion untuk menunggu giliran mereka sementara Yuan dan Xiaona diajak pergi oleh orang tersebut.


“Terima kasih Zunho” ucap kedua gadis itu sebelum pergi menuju ke area stadion.


Stadion


Zunho dan Jirou duduk berhigaan dengan warga warga yang sangat antusias melihat ujian kali ini, kini seorang pria dengan jubah memasuki area pertarungan, pria mengeluarkan ranah pelangi kuning di pundaknya.


“Para hadirin yang saya hormati, Raja Luang Meijin dari kerajaan Lotus Rue serta Ketua Akademi kesayangan kita Bai Neuna, selamat datang di Ujian Akademi, kita dikumpulkan dalam keadaan sehat dan berbahagia pada hari ini untuk melihat Ujian yang diadakan pihak Akademi Daratan Gao setahun sekali, tanpa lama menunggu kita panggil saja peserta pertama, Hu Yuan dan Xiaona”

__ADS_1


Setengah penonton berteriak semangat namun sebagian dari mereka mulai bergosip satu sama lain, Zunho dan Jirou tidak perduli dengan kondisi itu, mereka lebih perduli dengan pembawa acara yang bersuara lumayan keras, mereka bahkan sempat berbicara ringan mengenai pembawa acara.


“Aku rasa energi miliknya adalah suara keras itu” ucap Jirou dengan nada candaan.


“Ya kau benar, aku yakin sekali jika kita dekat dengan dia maka telinga kita akan selalu berdenging seperti seekor nyamuk” timpal Zunho.


“Hahaha kau kejam sekali Zunho, mari kita lihat Yuan dan Xiaona, walaupun aku sudah mengetahui kemampuan keluarga Hu namun aku tidak pernah mengetahui kemampuan Xiaona maupun dirimu”


“Aku tidak memiliki kemampuan apapun, lebih baik kita fokus dengan pertempuran mereka berdua”


“Baiklah baiklah”


Kedua anak itu mulai menatap serius Yuan dan Xiaona yang saat ini sedang berdiri di arena.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2