Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Menjual Gigi Berlian


__ADS_3

.


.


.


“Permisi bisakah saya menjual ini” Zunho mengeluarkan gigi berlian yang ia bawa sebelumnya di sebuah toko perhiasan di desa Yie.


1 hari telah berlalu sejak kedatang mereka di desa Yie, Ketua Neuna menyarankan mereka agar segera kembali ke penginapan, untuk melanjutkan perjalanan, karena Benua Huanli lebih jauh jangkauanya ketimbang Benua Tengah, yaitu 3 hari.


Penjual toko yang merupakan seorang wanita berjalan mendekati Zunho, ia menyerahkan gigi berlian kepada penjual, sang penjual mulai melakukan kemampuan khusus miliknya untuk mengetahui keaslian dari barang yang dibawa Zunho.


“Perasa kejujuran”


SINGGGG


Kelopak tangan penjual mengeluarkan cahaya putih, Zunho menyipitkan penglihatan, penjual mulai meraba raba berlian tersebut selama beberapa menit sampai ia selesai.


“Ini asli, aku akan membelinya 10 keping koin platinum dan 500 koin emas”


“Sepakat” ucap Zunho di balik topeng yang ia kenakan


“Tunggu sebentar ya nak” penjual kemudian berjalan menuju sebuah lemari penyimpanan.

__ADS_1


Penjual membuka lemari penyimpanan dan mengambil beberapa koin platinum dan emas, para pengunjung toko menatap koin yang ada di tangan penjual dengan berbinar binar, penjual kemudian memberikan koin tersebut kepada Zunho, ia mengeluarkan bingkisan dari jubahnya lalu mulai memasukan koin.


“Terima kasih telah menjual berlian ini kepada saya nak, maaf jika harga yang saya berikan tidak terlalu banyak” ucap penjual kepada Zunho


“Tidak apa, terima kasih kembali bu”


Zunho beranjak pergi dari toko menuju penginapan untuk berkumpul, saat dirinya dalam perjalanan menuju penginapan, ia merasa di ikuti beberapa orang di belakangnya, Zunho mengetahui pasti jika orang orang ini adalah bandit desa setempat, Zunho mengarahkan orang orang tersebut ke jalan yang buntu.


Beruntungnya Zunho di depan dirinya ada sebuah belokan ke kanan, belokan tersebut tak memiliki ujung alias buntu, ia berbelok lalu berbalik menunggu orang orang tersebut menghampiri dirinya, tak lama kemudian datanglah 3 orang dewasa dengan baju compang camping.


Orang orang itu meletakan telunjuknya ke arah Zunho lalu berkata.


“Serahkan bingkisan yang kamu bawa itu atau aku akan menghabisi mu”


Zunho mengambil bingkisan lalu melemparkanya ke tanah, orang orang itu tertawa sambil berjalan mengambil bingkisan yang dilempar Zunho, saat mereka sudah mengambil bingkisan, mereka mulai menyerang Zunho secara bersamaan.


Orang itu kembali berbicara kepada Zunho sambil berlari mengarah ke dirinya, orang itu juga menyiapkan pisau di tangan kananya, Zunho dengan mudah menghindari serangan orang tersebut dengan menangkap pergelangan tanganya.


KREKKKK


“ARGGGHHH” ucap orang tersebut, saat pergelangan tanganya patah diremuk Zunho.


Zunho mengumpulkan energi kehidupan miliknya lalu memusatkanya di genggaman tangan yang saat ini sedang memegang tangan orang tersebut.

__ADS_1


BUAGHH…BAMMMM


“Lemah”


Zunho berhasil menonjok pipi kiri orang tersebut menggunakan tangan kiri miliknya, bingkisan terlempar ke udara, Zunho meraihnya lalu memasukanya ke dalam jubah kembali.


“Satu nyamuk telah selesai” ucap Zunho sambil memandang orang yang ia pukul sebelumnya, orang tersebut berada di tembok toko di seberang.


Zunho berjalan santai mendekati kedua orang yang terlihat gemetaran, kedua orang itu mulai menyerang Zunho menggunakan pisau yang ada di tangan mereka.


“Kau membuat ku ketakutan”


BUAGHH…BAMMMM


“Kembalikan pisau ini ke istrimu, pasti dia sedang kebingungan saat ini”


BUAGHH…BAMMMM


Zunho menangkis dan menghantam perut kedua orang tersebut, ia mengirimkan kedua orang tersebut menuju temanya yang saat ini tak sadarkan diri, Zunho menyadari bahwa ia sedang menyia nyiakan waktu saat ini, Zunho bergegas kembali ke penginapan untuk bersiap siap berangkat ke Benua Huanli.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2