Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Tamatnya Bandit Kupu Kupu Merah


__ADS_3

.


.


.


Segera 4 wanita yang tersisa menarik pedang mereka masing masing, mereka lantas mengarahkan mata pedang ke arah Zunho yang saat ini sedang memandang mereka dengan senyum bahagia.


“Ya kalian akan bernasib sama seperti dia, mari bermain.” Zunho memanggil Pedang Angin Kerakusan.


Pedang hijau bergagang tengkorak kepala yang dililit ular tersebut hadir dan membuat ke empat gadis itu sedikit bergidik, lantas mereka menyerang bersamaan, Zunho dengan tenang menangkis dan menebas jika peluang terbuka.


TINGGGG\~


Zunho memfokuskan arah seranganya pada salah satu wanita sedangkan tiga serangan wanita lainya Zunho tangkis, ia terus mencari celah yang terbuka pada wanita itu namun keahlian pedang wanita lumayan membuat Zunho kewalahan.


TINGGGG…CLANGGGG


Pedang wanita terlempar pada saat menargetkan leher Zunho, sontak Zunho menendang perut wanita sampai membuatnya jatuh ke tanah, Zunho melihat dua orang di sisi kiri dan kanan, Zunho langsung menunduk dan membiarkan kedua wanita itu saling beradu.


TINGGGG\~


Kedua wanita termundur karena serangan pedang yang mereka hasilkan, Zunho langsung menyerang arah jam 2 dimana salah satu wanita tengah kelelahan.


TINGGGGG…BUGGGG…BRASSS


Zunho memberikan tebasan, tentu saja wanita menangkis tebasan Zunho dengan sekuat tenaga, Zunho melihat pinggul wanita yang kosong tanpa ada perlindungan langsung meninjunya dengan tangan kiri, membuat wanita jatuh terpental beberapa meter sampai menyentuh dinding ruangan.

__ADS_1


Tiga wanita yang ada di belakang Zunho terlihat ingin memberikan tebasan kepada Zunho, ia pun menghilangkan kehadiranya dan muncul kembali tepat di samping wanita yang ia kirimkan tinju sebelumnya.


SLASHHHHH\~


Zunho menebas leher wanita tanpa rasa iba, dua semut berhasil di tumbangkan Zunho, tiga wanita yang tersisa menatap sedih temanya yang baru saja di habisi Zunho, sampai salah satu dari mereka mulai meledak.


“AKU TIDAK AKAN MEMAFKAN MU” wanita itu berlari mengarah Zunho dengan cepatnya.


Dua wanita yang tersisa hanya diam menyaksikan temanya yang saat ini sedang bertarung sengit dengan Zunho.


TING…TING…TING


Wanita dengan gesit melangkah, tebasan demi tebasan ia hujankan kepada Zunho, ia menangkis serangan wanita dengan santai.


TINGGG…TRAKKK…SLASHHH


Zunho menyalurkan sedikit energi kehidupan menuju pedangnya, sontak pedang wanita patah menjadi dua, Zunho langsung menancapkan pedangnya di dada wanita.


Wanita terjatuh dengan luka parah di tubuhnya, ia pun memejamkan matanya karena tak sanggup menahan rasa sakit yang ada di dadanya.


Tersisa dua wanita yang saat ini sedang memandangi Zunho, ia pun menghilang dan muncul di belakang salah satu wanita yang lengah.


SLASHHHH


Zunho memberikan luka sayatan yang parah dari pinggul sampai bahu, wanita itu dibuat terjatuh ke tanah, lantas Zunho langsung menusuk leher wanita yang membelakangi kehadiranya.


SRAKKKKK

__ADS_1


Tersisa satu wanita Bandit Kupu Kupu merah saja saat ini, ia berdiri di samping Zunho yang baru saja menghabisi temanya, berjarak 20 langkah kaki, wanita itu memejamkan matanya, menarik nafas lalu menghembuskanya perlahan sambil menguatkan pegangan pedang, ia mulai berbalik menghadap Zunho.


Segera wanita itu berlari menerjang Zunho, ia memutar pandanganya ke arah wanita yang bersiap mengirimkan tebasan energi kehidupan.


“Tebasan Kupu Kupu Merah” wanita memberikan tebasanya kepada Zunho yang saat ini berada 20 langkah kaki darinya.


Zunho membiarkan wanita itu memberikan seranganya, sebuah tebasan kupu kupu besar merah terbentuk kemudian, melesat dengan cepat menuju Zunho, saat jarak antara Zunho dan tebasan sudah dekat segera ia mengeluarkan Tangan Angin miliknya.


“Tangan Angin” Zunho terbungkus tangan angin.


BUMMMM


Tebasan meledak saat mengenai Tangan Angin Zunho, ia tertutup debu, disaat itulah Zunho menggunakan langkah anginya, memindahkan posisinya tepat di depan wanita tersebut.


“Langkah Angin” Zunho berlari dan muncul di depan wanita.


Zunho menendang perut wanita sampai ia terlentang di tanah, pedang yang di pegang wanita ikut terjatuh.


GEDEBUG


Wanita itu menatap Zunho yang saat ini berdiri kokoh di depanya sambil mengarahkan ujung mata pedang tepat di wajahnya, wanita itu pasrah dan menutup matanya, membiarkan Zunho menghabisinya.


SRASHHHHH


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2