
.
.
.
Zunho memasuki tenda perlahan lahan, saat ini Ahrin membelakangi kehadiran Zunho, ia melihat tentakel hitam yang berada di leher Ahrin semakin mengganas, Zunho memikirkan cara yang jitu untuk menyelamatkan Ahrin.
“Jika aku menarik tentakel tersebut maka itu aku pastikan tidak akan berhasil”
Zunho terdiam sejenak memikirkan cara untuk menyelamatkan Ahrin yang mulai meringis lebih keras dari sebelumnya, sampai sebuah ide terlintas di pikiran Zunho, cara yang tidak pernah ia duga sebelumnya kini menjadi jalan satu satunya penyelamat Ahrin.
“Ini akan menjadi pertama kalinya aku bertindak hal yang tak senonoh”
Zunho berlari menuju Ahrin, wanita itu menyadari seseorang mencoba mendekati dirinya, ia mulai membalikan badanya namun sebuah tangan menahan perutnya.
Saat Zunho sudah sampai di belakang Ahrin, ia memeluk perut Ahrin dengan tangan kanan, tangan kiri ia gunakan menahan kepala Ahrin dan mendongakanya ke atas agar Ahrin tidak perlu melihat wajah Zunho.
“A-apa yang kau lakukan, lepaskan aku, shhhh mphhh” kini selain sensasi yang sakit, Ahrin merasakan sebuah rasa yang baru yaitu rasa nikmat.
Zunho mulai menghisap leher Ahrin, ia menggunakan sedikit energi kehidupan miliknya, ia juga memainkan lidahnya di leher Ahrin agar tentakel segera lepas dari leher Ahrin, anak gadis tersebut mulai mengerang nikmat, bahkan rasa sakit yang ia rasakan sebelumnya sudah tergantikan oleh rasa nikmat dari seseorang yang belum ia kenal.
__ADS_1
Saat tentakel di leher Ahrin sudah mulai melonggar, Zunho memakan tentakel tersebut lalu meneguknya, setelah selesai menyelamatkan nyawa gadis tersebut, Zunho berlari keluar dari tenda, ia berlari menuju area gelap.
“Setidaknya d-dia tidak perlu meringis lagi, Akar Berlian Putih”
SRETTTTT
Akar membungkus tubuh Zunho, akar mulai bekerja setelah selesai membungkus badan Zunho, ia meringis kesakitan saat akar tersebut menyembuhkan tubuhnya, bahkan sebagian akar berusaha masuk ke mulut Zunho untuk mengobati area dalam, setelah mendapatkan izin, akar memasuki mulut Zunho untuk penyembuhan.
RETTTTTT…POFTTTT
Setelah akar mulai menghilang dan tubuh bagian dalam dirinya merasa lebih baik, Zunho berdiri lalu membersihkan bajunya, ia masih merasakan sakit yang pedih di perutnya namun tidak pedih seperti sebelumnya.
“Kamu, terima kasih telah menolongku, aku sangat tersiksa dengan tanda itu, ia selalu menjadi mimpi buruk bagiku” ucap seorang gadis yang berada di belakang Zunho.
“Tidak apa, senang bisa menolongmu”
Gadis yang tak lain Ahrin menundukan kepalanya ke bawah, sebelum kembali berbicara kepada Zunho.
“Aku tidak pernah melihat dirimu saat di tenda, apakah kamu belum bergabung ke sana” ucap Ahrin dengan malu malu.
“Ya aku baru saja ingin kesana, mau bareng ?” Zunho menawar kepada Ahrin.
__ADS_1
“B-boleh jika kau tidak keberatan”
Zunho berjalan mendahului Ahrin, gadis itu mulai berlari kecil untuk mengimbangi Zunho, setelah sampai di sebelah Zunho, Ahrin mulai bertanya.
“Hmm, kalo boleh tahu, nama mu siapa ?” Ucap Ahrin berjalan sambil mengarahkan pandanganya ke arah Zunho.
“Aku Xu Zunho, kamu sendiri ?” Ucap Zunho sambil mengalihkan pandanganya ke Ahrin.
“Aku An Ahrin, aku berasal dari Benua Udara, senang berkenalan dengan mu” Ahrin mengubah arah pandanganya ke depan.
“Senang berkenalan dengan mu Ahrin, maafkan aku atas bekas merah hisapan ku yang hinggap di lehermu”
Ahrin mulai senyum sendiri, ia kembali menatap arah bawah sambil berkata.
“Jangan khawatir kalo masalah itu, Zunho”
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read