Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Perjalanan Di Temani Tu Dong


__ADS_3

.


.


.


“Kau ingin pergi ke benua Tengah lagi ya, mau ku antar dengan teleportasi ?” Tawar Tu Dong kepada Zunho.


Zunho menggelengkan kepalanya bermaksud menolak tawaran Tu Dong, ia kembali menjelaskan kepada Tu Dong bahwa ia ingin menikmati suasana alam terlebih dahulu dan tidak ingin cepat sampai di benua Tengah.


“Tidak, terima kasih untuk tawaran mu, kalau kau mau kau bisa menjadi teman jalan ku Tu Dong” jelas Zunho kepada Tu Dong yang tengah menggaruk perut.


Tu Dong mengangguk, Zunho dan Tu Dong berjalan kemudian, sepanjang jalan Tu Dong bertanya kepada Zunho mengenai identitas Zunho yang tidak pernah Tu Dong ketahui dan tujuan Zunho pergi ke benua Tengah.


“Kalau boleh aku tahu siapa nama mu ?” Tanya Tu dong kepada Zunho.


“Aku Zunho.” Zunho memperkenalkan namanya kepada Tu Dong.


Lantas Tu Dong kembali melempar sebuah pertanyaan mengenai tujuan Zunho pergi ke benua Tengah.


“Apa tujuan mu ke benua Tengah kalau aku boleh tau ?” Tu Dong berkata dengan nada keingin tahuan.

__ADS_1


Zunho memberitahukan tujuanya namun tidak melibatkan Dewa Win He, dia menjelaskan tujuanya ke benua Tengah untuk mencari kitab suci Zhanzue.


“Aku mendapat misi dari Master untuk mencari kitab Zhanzue yang memiliki banyak isi pemahaman dasar materi tubuh abadi.” Zunho sedikit berbohong kepada Tu Dong, tentu saja dia ingin merampas dan mengembalikan kitab Zhanzue ke Aula Surgawi.


Zunho sengaja menyembunyikan tujuan nya dalam kunjungan ke benua Tengah, ia baru 3 kali bertemu dengan Sharai, Zunho tidak mudah menaruh kepercayaan dalam waktu singkat saat dirinya baru bertemu.


“Jadi begitu ya, tubuh abadi, banyak sekali manusia yang mengingkan tubuh abadi, selain kuat dan tidak mudah terluka, tubuh abadi juga selalu dialiri energi kehidupan yang tak terbatas.” Tu Dong memberikan sedikit penjelasan kepada Zunho.


Zunho mendengarkan penjelasan Tu Dong dengan saksama, mereka berdua terus berbincang mengenai satu sama lain, seperti makanan kesukaan, apakah Zunho pernah minum dan apakah Zunho sudah memiliki seorang kekasih.


“Apakah kau mempunyai kekasih Zunho ?” Tanya Tu Dong dengan nada menggoda.


Zunho seketika tersedak, lantas langsung membalas.


“Benarkah, kau ini sangat beda dengan pemuda lainya, saat mereka berusia 17 tahun maka mereka akan mencari kekasih dan membuat masa masa indah bersama” Tu Dong membanding bandingkan Zunho dengan pemuda lain yang berusia sama sepertinya.


Zunho menghela nafas lalu membalas pernyataan Tu Dong.


“Bisa saja aku mencari seorang kekasih saat ini namun niat yang di dalam diriku masih tidak tersedia, aku juga belum siap memberikan hati ku kepada siapapun” Zunho menepuk nyamuk yang hinggap di lehernya.


Tu Dong tersenyum, mereka berdua terus berjalan, sampau Tu Dong menyuruh Zunho untuk rehat sejenak, mereka tepat berhenti di sebuah pohon apel.

__ADS_1


“Apa kau lapar ?” Tanya Tu Dong kepada Zunho yang tengah memejamkan matanya.


Zunho membuka mata dan mengangguk, Tu Dong dengan badan besarnya meraih 4 buah apel, 2 dia berikan kepada Zunho dan 2 lainya dia makan.


Zunho menerima apel dengan senang hati lalu memakanya tanpa ragu, terlihat Tu Dong sedikit merenungi sesuatu saat mengigit apel.


“Apa yang kau pikirkan saat ini, kau bisa menceritakanya kepadaku” Zunho membuat dirinya sebagai sandaran untuk Tu Dong.


Tu Dong merasa lega mengetahui Zunho siap mendengarkan apa saja yang terpendam di dalam hatinya.


“Aku sudah lama tidak merasa se senang ini, jarang sekali ada hewan suci yang mau berteman dengan ku, mereka menilai ku sebagai tupai yang penyendiri dan aneh” Tu Dong mengeluh.


“Kau tidak perlu risau, sekarang kau mempunyai teman yaitu aku, jika kau ingin mempunyai banyak teman maka ubahlah sikap mu yang sedikit kurang ajar itu menjadi sikap yang ramah.” Zunho memberi saran kepada Tu Dong.


“B-benarkah, terima kasih kamu mau menjadi teman ku hehe, mungkin apa yang kau katakan ada benarnya, aku selalu menyerang siapa saja yang tidak aku suka, jarang berinteraksi bahkan selalu menyendiri, aku akan mencoba merubahnya perlahan lahan.” semangat di wajah Tu Dong kembali terukir.


Zunho senang mengetahui Tu Dong mau mengubah sikapnya perlahan lahan, mereka berdua kembali menikmati apel.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2