
.
.
.
Setelah acara Ujian Saudara selesai di selenggarakan, Zunho dan teman teman berhasil membuat orang yang meremehkan mereka mengigit jari karena kesal dan membawa senyum kebahagiaan untuk Ketua Neuna serta guru pendamping yang rela menemani mereka pergi jauh.
Kini matahari sudah pergi dan berjanji akan kembali besok, Zunho dan yang lainya sedang berada di penginapan dekat dengan Akademi Guo, Zunho yang sedang tertidur mulai mendapat guncangan keras di kasurnya.
“Oy jangan iseng” ucap Zunho sambil membuka matanya.
“Bangunlah, ayo berkumpul ke Akademi Guo, jika tidak bergegas maka Ketua Neuna dan para Master akan marah kepada kita” Jirou berbicara sambil menggaruk bahu kananya yang gatal.
Zunho bangkit dari kasurnya, ia menggosok gosok mata lalu bertanya kepada Jirou mengenai Yuan dan Xiaona.
“Anak gadis gadis itu, kemana mereka pergi ?” Tanya Zunho sambil menguap.
__ADS_1
“Ah mereka pergi lebih dulu dari kita, maka dar itu kita harus pergi juga sekarang” Jirou mulai menarik tangan Zunho.
“Ya kau duluan, aku ingin mandi terlebih dahulu, aku langsung tergeletak di kasur begitu saja saat sore tadi” Zunho berdiri dari kasur yang dia tiduri selama beberapa jam.
“Baiklah baiklah aku akan pergi duluan, kau jangan karet atau aku tidak akan berteman dengan dirimu lagi” Jirou membalikan badanya lalu berjalan keluar kamar Zunho.
“Heeh aku merasa diperhatikan, tidak baik memikirkan hal barusan lebih baik segera mandi”
Zunho menghilangkan pikiran yang tak perlu di kepalanya, ia bergegas menuju tempat pemandian yang disediakan penginapan, setelah sampai di pemandian, Zunho langsung merendamkan badanya di kolam panas, untungnya kolam sepi saat ini, jadi Zunho bisa sepuasnya merendamkan dirinya di kolam.
Setelah selesai mengeringkan badanya Zunho mulai mengenakan kembali pakaianya di ruang ganti, ia juga merapikan rambut nya yang sedikit berantakan saat ia tertidur, setelah selesai membuat dirinya terlihat bagus dan layak dipandang, Zunho berjalan keluar dari penginapan menuju Akademi.
Saat Jirou berada di dalam tenda di dalam Akademi, ia banyak mendapat perhatian dari anak anak gadis seumuran dirinya, bahkan Jiaolin mulai terpana dengan Jirou saat dirinya bergabung di meja makan, Pelindung Darat tidak mengenakan topeng mereka saat ini karena hal tersebut akan dianggap aneh.
Nanxie mengabaikan pesona Jirou yang membuat sebagian wanita di dalam tenda terpesona, mereka yang berada di meja makan mulai menyantap hidangan yang tersaji, Jirou yang duduk di sebelah Yuan dan Xiaona mengalihkan pandanganya kepada Boyu dan Mabao yang saat ini tak ada hentinya memandangi Xiaona dan Yuan dengan rona merah di pipi mereka.
Saat acara makan berlangsung, secara tiba tiba seseorang berteriak keras, orang tersebut berada di meja makan lain dekat dengan pintu keluar tenda, sontak pandangan mata mereka yang berada disitu mulai mengalihkan sorot mata mereka menuju orang tersebut.
__ADS_1
Gadis lumut dari Generasi Daun Emas, yaitu Ahrin mulai mengerang kesakitan dan memegang lehernya, anak yang berada di sebelah Ahrin berdiri untuk menenangkanya.
“Ahrin apakah kau tidak apa ap-“ ucapa anak tersebut kepada Ahrin
“Jangan mendekat” Ahrin langsung memotong perkataan anak tersebut dan berlari keluar dari tenda, ia terus berlari dan berhenti di sebuah tenda kosong.
Secara kebetulan Zunho berada di seberang Ahrin saat itu, ia melihat gadis tersebut memengangi lehernya yang kini mengeluarkan beberapa tentakel hitam, Ahrin kemudian masuk ke dalam tenda, menahan rasa sakit yang ia rasakan.
“Aku tahu ini bukan urusanku namun aku merasa sedikit kasihan karena ia terus mengerang”
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1