Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Sambutan Feng Dan Lian


__ADS_3

.


.


.


Saat Zunho mengetuk pintu dan menunggu tak lama kemudian pintu rumah terbuka, kini seorang wanita yang membuka pintu.


“AAAAAA BANDITTTT”


Wanita yang tak lain Lian segera berteriak, Feng keluar dari dalam rumah sambil membawa sebuah tongkat kayu, saat Feng keluar dan bersiap memukul badan Zunho, ia langsung berbicara untuk menghentikan aksi Feng.


“Halo bibi dan paman, bagaimana kabar kalian”


SWUSSHHHHH


“Eh aku sepertinya mengenal suara ini”


Tongkat kayu yang sedikit lagi menyentuh ke badan anak tersebut tiba tiba saja berhenti, Lian dan Feng kemudian tersenyum saat mendengar kata kata yang keluar dari mulut Zunho, ia pun mulai melepas topeng yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


“Ini aku Zunho, emm aku bukan bandit bibi, kebetulan di pasar aku dan teman teman ku tertarik dengan topeng ini, makanya aku dan teman teman putuskan untuk membeli topeng”


Lian dan Feng saling memandang satu sama lain, mereka sedikit bingung kenapa Zunho membeli topeng, Lian akhirnya membuka sebuah pertanyaan untuk Zunho.


“Kenapa kalian membeli topeng Zunho, apakah ada acara khusus yang ingin kalian tuju ?”


Zunho tersenyum sambil memandang wajah Lian dan Feng lalu memberitahu mereka bahwa ia dan teman teman akan dikirimkan ke benua Huanli untuk berpatisipasi dalam Ujian Saudara.


“Aku dan teman teman membeli topeng ini karena kami berniat akan menggunakanya disaat Ujian Saudara di Benua Lautan Huanli diadakan, kami berhasil lolos saat Ujian Akademi kemaren dan diberitahukan Ketua Neuna bahwa kami akan berpatisipasi dalam Ujian Saudara satu bulan lagi, para dewan Akademi saat ini tengah mengurus persiapan Ujian Saudara di Benua Lautan Huanli”


“BENARKAH” ucap sepasang suami istri tersebut setelah mendengar penjelasan Zunho sebelumnya.


“Iya paman, satu minggu” ucap Zunho


“Kalo begitu apa yang kita tunggu, ayo masuk dan makan lah sepuasmu Zunho” ucap Lian dengan nada semangat.


Mereka bertiga masuk ke dalam lalu menuju ruang makan, sesampainya di dapur, mata Zunho memandang beberapa piring yang tersusun rapi di meja makan, satu menu yang paling menonjol membuat perhatian Zunho tertarik.


Sup ikan yang berada dalam mangkok membuat perhatian Zunho tertarik, karena ada kepala ikan yang menghiasi menu tersebut Feng memberi tahu Zunho bahwa ia menangkap ikan itu kemaren di hutan iblis, Feng menangkap ikan di hutan iblis karena ikan tersebut katanya sangat enak dan manis selagi diolah dengan tepat.

__ADS_1


Lian menyuruh Zunho dan Feng duduk untuk makan siang, mereka bertiga terlebih dahulu mencuci tangan sebelum makan, setelah selesai baru Lian, Zunho dan Feng mulai makan, setelah selesai makan, Zunho langsung membereskan peralatan mereka yang habis dipakai buat makan, Lian menolak Zunho membereskan peralatan makan, namun ia bersikeras kepada Lian.


“Kau tidak perlu melakukanya Zunho, biarkan aku saja yang mengangkut ini semua” ucap Lian.


“Dan apa yang akan aku lakukan jika kau melakukan semua ini, paman dan bibi bisa istirahat, aku akan membereskan semua ini.”


“Tapi Zunho”


Zunho mengabaikan perkataan Lian, ia mengambil peralatan lalu mengangkatnya menuju pencucian, Lian dan Feng tersenyum kepada Zunho lalu pergi menuju kamar mereka untuk beristirahat.


Zunho mulai mengambil sebuah sabun yang terbuat dari tanaman yang sudah ditumbuk jadi halus, ia mengambil sebuah kain bersih lalu membasahinya sedikit, setelah itu baru menaburkan sedikit tumbuhan yang berkhasiat menghilangkan noda dan bau pada piring serta benda lainya.


Setelah selesai menggosok dan membilas piring beserta peralatan lainya, Zunho meletakan piring di rak terbuka lalu berjalan ke kamar untuk istirahat.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2