Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Yang Rein


__ADS_3

.


.


.


Keesokan paginya Zunho keluar dari kamarnya, ia pergi jalan jalan untuk melihat area akademi, dimulai dari gedung pembelajaran, gerai makanan, Stadion, serta gedung dewan guru.


Zunho terus melihat lihat sekeliling sampai perhatianya tertuju kepada seseorang, ia menatap datar orang itu dengan tangan masuk ke dalam saku celana.


“Apakah kau ingin menjadi murid ku ?”


“Tidak”


Itulah kata kata yang dikatakan orang tersebut, tak lama kemudian orang tersebut dihampiri dua orang yang pernah ditonjok Zunho, mereka berdua mulai berteriak tidak jelas kepada orang tersebut, mereka mulai mendorong pria tersebut sampai tersungkur ke tanah, Zunho melangkahkan kakinya mendekati mereka lalu berlari menendang pinggang salah satu pemuda.


BUKK


GEDEBUK


“Sakit ya ?” Zunho mencemooh orang tersebut.


“Kau anak yang menghajar kami 3 tahun lalu bukan ? !!”


“Iya kenapa, dendam ?”


Pemuda satunya mulai melayangkan tinju ke wajah Zunho, ia dengan santai menangkap tangan pemuda tersebut lalu membunyikan tangan pemuda sampai suara patahan terdengar.

__ADS_1


KRAKKKK


GEDEBUK


Zunho menendang perut anak itu, pria yang ditindas kini menatap Zunho dengan pandangan berbinar, pria berdiri lalu menarik tangan Zunho agar menjauh dari sana, Zunho mengikuti tarikan pria tersebut.


“Kemana anda membawa saya pergi ?”


“Ikut saja dengan ku anak baik”


Mereka akhirnya berlari menuju sebuah kedai mie, orang tersebut memesan dua mangkok mie kuah spesial dengan toping udang, penjual kemudian berjalan menuju dapur untuk menyiapkan pasangan.


Zunho melirik orang tersebut, ia selalu memandangi Zunho dengan perasaan kagum, ia mulai berbicara kepada pria tersebut agar berhenti menatap dirinya.


“Berhentilah menatap saya seperti itu, saya tahu apa yang anda pikirkan saat ini” ujar Zunho sambil memutar pelan kepalanya.


Zunho mengalihkan arah pandanganya ke depan, 5 kata terakhir yang keluar dari mulut Zunho sebelum dia kembali diam.


“Saya akan menjadi murid anda”


Wajah pria itu mulai bersinar sinar, ia sangat bahagia karena mendapatkan murid pertama setelah sekian lama dia berusaha membujuk anak anak agar mau menjadi muridnya, pria itu turun dari kursinya lalu mulai membukukan badanya berapa kali mengarah ke Zunho.


Zunho mulai berbicara agar pria tersebut tidak bertindak laku berlebihan kepada dirinya.


“Sudahlah, jangan berlebihan seperti itu, kehormatan anda lebih tinggi ketimbang saya”


Pria itu kembali duduk di kursinya sambil meneteskan air mata kebahagian, Zunho membiarkan pria tersebut menangis sesuka hati sampai air matanya kering sekalipun, tak lama kemudian pesanan datang.

__ADS_1


Penjual meletakan manguk mie satu persatu, penjual juga tak lupa memberikan sumpit agar mereka bisa mengambil mie dengan mudah,Zunho mengucapkan terima kasih kepada penjual.


Merek berdua mulai memakan mie hangat tersebut, rasa mie benar benar nikmat ditambah kaldu dari mie yang sangat berasa, Zunho akan menjadikan gerai ini salah satu gerai kesukaanya.


Setelah selesai memakan mie, pria tersebut mengarahkan tubuhnya ke Zunho yang saat ini sedang minum, ia mulai berbicara kepada Zunho, memperkenalkan dirinya.


“Perkenalkan, aku Yang Rein, kau bisa memanggil ku Master sekarang, berhubung kau sudah menerima penawaran ku, maka semua ilmu yang ku ketahui akan ku ajarkan kepadamu”


“Ya terima kasih Master”


Rein memandang kesal Zunho, ia mengharapkan ekpresi lebih dari Zunho, namun hanya menjawab perkataan dengan santai, Zunho berdiri dari kursinya lalu merogoh saku, untuk membayar mie.


“Oh sial aku tidak mempunyai koin untuk membayar mie”


Zunho tersenyum pasrah memandang mangkok, setelah Zunho berdiri, Rein ikut berdiri sambil mengeluarkan bingkisan dari kantong celana miliknya, ia meletakan kan 2 keping koin perak di meja.


“Terima kasih untuk makananya penjual, mie anda sangat lezat” ujar Rein.


Rein kembali menarik tangan Zunho untuk membawa nya pergi ke suatu tempat.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2