Enam Dewa Kehidupan

Enam Dewa Kehidupan
Menjual Hasil Jarahan


__ADS_3

.


.


.


Zunho kembali ke kota Sie untuk menjual barang jarahan, untungnya akademi Gao berada di pust kota, Zunho tak perlu memakan waktu yang banyak hanya untuk kembali ke akademi, tujuan pertama Zunho kali ini menjual daging, ia bisa saja memakan daging tersebut namun Zunho belum bisa memasak sama sekali, dari pada terbuang sia sia karena gosong, ia memutuskan menjual daging.


“Permisi bu, apakah anda ingin membeli daging ?” Ucap Zunho kepada seorang wanita penjual daging.


“Boleh saya lihat daging nya nak ?”


Zunho mengangguk dan tersenyum, ia mengambil daging dari dalam karung lalu menyerahkanya kepada wanita, ia meraba tekstur daging yang terbilang padat.


Wanita meletakan daging di meja dagang, ia meraih bingkisan lalu memberikan 5 koin emas kepada Zunho, mata anak itu mulai berbinar saat melihat koin emas, Zunho menggelengkan kepalanya lalu meraih lembut koin tersebut.


“Terima kasih telah membeli daging saya bu”


“Tidak masalah nak, maaf aku hanya bisa memberikan 5 koin emas sebagai hasil jerih payah mu, aku mengenal daging ini, daging Sapi berbadan badak”


Zunho mengangguk, ia tidak menyangka bahwa ibu penjual tahu daging yang ia bawa.


“Kenapa aku harus ragu, dia kan sudah lama berjualan daging, aku pikir”

__ADS_1


Zunho berjalan pergi meninggalkan ibu penjual, ia mengucapkan terima kasih sekali lagi, Zunho pergi ke tempat selanjutnya yaitu tempat Alkimia.


Zunho menemukan sebuah tempat Alkimia, ia masuk ke dalam untuk menjual tanduk, ia menepuk bahu seorang pria berkacamata saat berada di dalam.


“Permisi tuan, apakah anda ingin membeli ekor ?”


Zunho meletakan karung di lantai, ia mengambil ekor lalu menyerahkanya kepada pria alkimia tersebut.


“Hmm menarik, tunggu sebentar aku akan mengambil koin ku dulu”


“Baik tuan”


Zunho menunggu, pria alkimia berjalan masuk ke dalam ruangan, ia keluar dengan membawa sebuah bingkisan kemudian.


Zunho menyipitkan matanya saat mendengar kata kata “ Janda Mantap”, sang ahli alkimia menjelaskan bahwa ramuan “ Janda Mantap ” merupakan sebuah ramuan yang berfungsi membuat tubuh wanita terlihat lebih bagus dan berisi, Zunho memahami penjelasan ahli Alkimia lalu mengucapkan terima kasih kepadanya.


“Aku baru tau jika jaman ini juga menjual ramuan pembentuk badan, ada ada saja”


Zunho memasukan koin emas yang ia dapatkan dari ahli alkimia ke dalam saju celana, ia terus mengotong karung mencari orang yang bersedia membeli ekor, sampai Zunho melihat seorang pria tua dengan gerobak dengan barang barang yang antik seperti liontin dan lain sebagainya.


Zunho berjalan menghampiri pria tua.


“Permisa pak, apakah anda ingin membeli tanduk ?”

__ADS_1


Pak tua berdiri dari kursi, Zunho meraih tanduk yang berada di karung, ia meletakan dua tanduk di gerobak pak tua.


“Hmm bagus, tunggu sebentar nak”


Pak tua mengambil bingkisan, ia menyerahkan 10 keping koin perak kepada Zunho, ia melirik sebuah liontin bewarna hijau jamrud yang tergantung di gerbobak pak tua.


“Berapa harga liontin ini pak ?”


“Ambil saja nak, jika kamu suka dengan liontin tersebut”


Zunho menggelengkan kepalanya, ia meletakan 1 keping koin emas di gerobak lalu mengambil liontin tersebut.


“Saya tidak terbiasa mengambil sesuatu dengan gratis, saya hargai kebaikan bapak, terima kasih”


Zunho menudukan kepala lalu pergi meninggalkan pak tua yang sedang tersenyum kepada dirinya, saat menuju asrama, Zunho langsung mengenakan liontin hijau tersebut.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2