Getir

Getir
permulaan


__ADS_3

hari ini adalah hari yang paling bahagia di hidup annya...hari yang sudah di nantikannya selama lima tahun...hari dimana ia menyandang setatus seorang istri,


tepat satu bulan setelah ia di pinang oleh riski...seorang laki laki yang ia sukai dan menjadi kekasihnya sejak lima tahun ini.


annya anak tunggal dari pengusaha yang mengalami kecelakaan beruntun satu tahun lalu yang meninggal seketika dalam kecelakaan.


pukulan itu di rasa annya tidak adil untuknya,karena dalam kecelakaan tersebut pula merenggut nyawa bundanya.


annya menjadi pewaris mini market yang lumayan laris dari kedua orang tuannya itu.


dan riski...ia yang selalu mendukung dan memberinya semangat,riski lah selama ini ada di sisinya,selalu menemaninya,selalu ada untuknya.


keduanya bertemu saat baru masuk universitas...dan hubungan keduanya berlanjut sampai saat ini di jenjang pernikahan.


dengan gaun putih indah nya,serta mahkota yang berkerlap kerlip di kepalanya,


annya terlihat bahagia senyumnya sumringah yang menghiasi bibir tipisnya,

__ADS_1


ia tidak henti hentinya melebarkan senyumnya saat para tamu undangan berdatangan memberi restu padanya.


"sayang...kamu ikut aku...kita sudah saat nya pemotretan..."


ucap riski yang berjalan menuju annya dan menggandeng tangan annya menuju tempat pemotretan.


keduanya pun berpose dan menampakkan kebahagiaannya,hingga siapapun yang melihatnya merasa iri pada keduanya.


satu jam sudah pemotretan berlangsung...lalu annya dan riski kembali ke tempat di antara para tamu undangan dan menyalami mereka yang baru datang itu.


riski mengajak annya untuk masuk kedalam mobil yang sudah terparkir di halaman depan gedung,


lalu keduanya pun bergegas masuk kedalam mobil dan rizki memacu mobil nya menuju jalanan sepi pinggir desa yang telihat banyak genangan lumpur di mana mana.


"sayang kamu salah jalan atau gimana ini?kenapa kita kemari?"tanya annya pada riski yang tidak di hiraukannya oleh riski.


"akh...mungkin ia tidak dengar..."ucap dalam hati annya yang mencoba menghibur hatinya.

__ADS_1


"keluar!"suara lantang dari luar pintu mobil samping annya yang berteriak di sana.


seketika annya pun membuka pintu mobil nya,lalu dengan kasar riski menarik tangannya hingga ia terjatuh kedalam genangan lumpur,lumpur hitam pekat itu membuat gaun pengantin yang ia kenakan menjadi rusuh dan kotor.


"aku ceraikan kau sekarang juga."ucap riski tiba tiba lalu berlari masuk ke dalam mobilnya dan menaikinya,meninggalkan annya yang seorang diri di sana,tersungkur di tanah dengan baju yang penuh kotoran.


"apa?kenapa ini?ada apa?"pertanyaan pertanyaan itu muncul memenuhi pikiran annya.


"oh tuhan...aku tidak ada uang tidak bawa uang...ponselku...semua tidak ada...akankah aku melapor kannya pada yang berwajib...tidak...ini pasti salah paham...aku harus kembali ke apartemen,"


ucap annya dalam hati sambil mencoba bangkit berdiri berjalan tertatih.cukup lama ia berjalan sampai jalan besar hampir satu jam,syukurnya ia tidak bertemu orang jahat.


"berhenti....berhenti...."teriak annya sambil melambaikan tangannya saat ada taksi berlalu di kejauhan yang hampir mendekat ke arahnya.


dan untungnya taksi itu pun berhenti tepat di depannya.


annya naik ke dalam taksi dan memberi tahu alamat yang di tujunya.dan mobil taksi pun mengantar annya ke tempat yang ia sebutkan barusan.

__ADS_1


__ADS_2