
annya pun kembali ikut berjalan dengan sedikit berlari menyusuri tangga mengejar azra kekasihnya yang sudah beberapa langkah di depannya,tangannya langsung melingkar di lengan azra,sontak membuat azra menoleh ke arah nya dengan senyum tampan yang menghiasi bibir nya.
keduanya pun berjalan bersama menuju tempat teratas restoran tersebut.
"baiklah annya...kamu pasti bisa ngadepin azra,jangan menjadi wanita gampangan annya...jika azra menyukaimu...sungguh sungguh menyukaimu...pasti azra akan mengerti dan mau menunggumu hingga menjadi miliknya seutuhnya."ucap dalam hati annya yang mencoba menenangkan hatinya sendiri.karena meski statusnya adalah seorang janda...namun ia masih perawan sampai detik ini.
"sayang...beneran nanti malam mau nginep di hotel denganku?aku nyewa yang biasa aja loh...takutnya badan kamu...bisa gatal gatal kalau tidak terbiasa."ucap annya sambil sesekali melirik ke arah azra yang masih tenang tenang saja mendengarkan kata kata annya.
"hemmz...jika aku gatal gatal...kan ada kamu yang nggarukin...ya kan sayang?..."ucap azra yang membuat annya tersipu malu malu.
lalu annya pun terdiam seketika,ia mematung menatap ke arah depannya,begitu banyak lampu kerlap kerlip bertaburan di sepanjang tembok pembatas balkon,terlihat sangat luar biasa bagi annya.di sana hanya ada beberapa meja dan juga kursi kursi yang hanya terdapat sepasang saja tiap mejanya.
terlihat...sudah ada dua pasangan lain yang menempati kursi dan meja,tinggalah dua meja lagi,kini satu meja di tempati annya dan azra,jadi hanya tinggal satu tempat saja untuk pasangan yang datang.
__ADS_1
azra menggandeng tangan annya agar ikut duduk di kursi yang azra tarik kan untuknya,hingga annya duduk di kursi tersebut.
"apa kau suka tempat ini sayang?"tanya azra pada annya saat di lihatinya annya tanpa henti menyunggingkan senyum senang di bibir nya.
"iya sayang...sangat sangat senang..."
jawab annya sambil menatap ke arah azra yang berada di depannya,azra pun membalas senyum itu dengan senangnya pula.
"sayang...kamu suka steak kan?pesan itu aja ya...mau?"tanya azra tiba tiba sambil mengambil buku menu yang ada di tangannya,annya hanya mengangguk sambil tersenyum senang.
"baiklah...kami pesan itu saja ya,dan minumannya yang paling di gemari di sini saja."ucap azra sambil menyerahkan buku menu ke tangan pelayan restoran.
beberapa saat sudah keduanya saling mengobrol mengisi waktu luang sambil menunggu pesanan mereka datang.
__ADS_1
akhirnya yang di tunggu tunggu pun datang lah...keduanya menerima pesanan mereka dengan senang dan azra terlihat sangat sigap,jari jari nya begitu lincah memotong motong steak itu dengan sangat cepat nya,hingga annya terpana menatapnya,
"nih...sayang...untukmu..."ucap azra tiba tiba sambil menyerahkan piring besar yang berisi irisan irisan kecil steak yang sudah azra potong potong di atasnya.
lalu annya menerima piring dari azra dan memindahkan piringnya ke meja depan azra,tiba tiba seketika annya terdiam,tanpa pikir panjang azra pun menyuapkan satu suapan ke mulut annya,annya menerimanya lalu mengunyahnya...disana terlihat annya mengunyah sambil matanya berkaca kaca dengan butiran bening di pelupuk matanya yang hampir meleleh.
"sayang...kenpa?ada apa?kenpa menangis?apakah terlalu pedas sayang?"tanya azra dengan pertanyaan pertanyaan yang ia yakini menjadi penyebab kekasihnya menngis.
namun annya hanya menggeleng geleng,
"apa lidahnya tergigit sayang?"tanya nya lagi karen belum mendapatkan jawaban yang ia inginkan dari annya.
"aku terharu sayang...lima tahun aku menjalin hubungan dengan mantan suami,namun sama sekali belum pernah ia memperlakukan aku semanis ini."ucap annya kemudian tangisnya pecah,bahkan laki laki brengsek itu yang membuat hidupnya hancuuur.
__ADS_1