
"Zia di rumah sakit?!" seru mama sangat terkejut.
"Ya. Han membawanya ke sana."
"B-bagaimana dengan bayinya? Apa tidak apa-apa?"
"Aku juga tidak tahu soal itu, Ma. Han melarang ku kesana. Karena reporter bisa menemukan aku. Itu akan memperburuk keadaan Zia."
Mama diam.
"Baiklah. Mama akan menjenguk dia."
____
Han dalam perjalanan menemui Kayla. Wanita itulah penyebab berita ini tersebar. Han mencoba menghubungi lagi ponsel wanita itu. Namun ternyata gagal. Kayla tidak menerima teleponnya.
Sepertinya wanita itu sengaja tidak menerima telepon Hanen. Kayla saat ini kesenangan karena sudah mengungkap skandal Zia yang sangat di bencinya.
"Han pasti kalang kabut melihat berita itu," cibir Kayla yang duduk di sofa sambil melihat berulang kali tv menyiarkan kabar miring dari keluarga Laksana.
Saat dia melihat layar ponselnya berulang kali muncul panggilan dari Han, dia tertawa mencemooh. Dia puas dan merasa sudah melakukan hal yang bagus.
__ADS_1
"Gimana pijatannya Nona?" tanya karyawan spa pada Kayla.
"Ya, enak. Punggung juga ya?" pinta Kayla lalu memejamkan mata.
"Tentu," sahut karyawan itu ramah. "Saya tinggal dulu sambil menunggu cream-nya meresap di rambut."
"Ya," sahut kayla. Karyawan itu pergi.
Namun tiba-tiba suasana salon yang tadinya damai, kini berubah tegang tatkala Hanen muncul dengan wajah marahnya.
"Jadi kamu bersembunyi di sini, Kayla?" tegur Hanen.
Kayla yang baru saja hendak memejamkan mata, urung. Dia langsung membuka mata mendengar suara yang tak asing baginya.
"Apa yang sudah kau lakukan, hah?" tegur Hanen seraya mencekal lengan Kayla.
"Jangan membuat keributan, Hanen." Kayla berusaha menepis tangan Han.
"Keributan? Bukannya kamu sendiri yang menyukai keributan. Kamu sengaja memberikan informasi pada media soal Gara dan Zia. Padahal aku sudah memperingati mu." Hanen terlalu kuat hingga tidak bisa menepis tangannya.
“Aku tidak peduli. Aku ingin semua orang tahu bahwa Zia bukan wanita baik-baik,” geram Kayla menunjukkan betapa dia membenci wanita itu.
__ADS_1
"Lebih baik kamu pergi bersenang-senang ke luar negeri dan tutup mulut apapun tentang Zia," ketus Hanen.
"Bersenang-senang? Kau ingin menyuap ku? Hahaha ... Uhuk! Uhuk! Bukankah aku sudah menyebarkan perselingkuhan istrimu itu. Jadi untuk apalagi kau membayar ku untuk tutup mulut ..." Kayla menggelengkan kepala heran. Lalu ia tertawa lagi.
Hanen menatap Kayla lurus saat di tertawakan perempuan ini.
Kini Han mencengkeram dagu Kayla.
“Tertawalah selagi kamu bisa,” desis Han.
"Kamu masih saja ingin melindunginya? Wanita itu dan adikmu?" tanya Kayla dengan raut wajah meringis menahan rasa sakit di dagunya.
"Tentu,” ucap Hanen marah.
Setelah susah payah melepaskan cengkeraman tangan Han pada dagunya, Kayla terengah-engah. Napasnya tersengal-sengal karena terus memberontak ingin lepas.
Namun Han mendorong tubuh Kayla hingga apapun yang ada di atas meja, jatuh berantakan karena terkena sapuan tangan Kayla yang mencari pegangan agar tidak jatuh.
“Kamu ... Aww.” Kayla mendapatkan luka di pergelangan tangannya. Hanen diam sambil menatapnya dingin dan tidak peduli.
"Kamu bodoh. Padahal, Zia sudah berselingkuh dengan Gara, tapi kamu tetap menerimanya! Kamu pria paling bodoh, Han!" teriak Kayla.
__ADS_1
"Aku memang bodoh. Jadi berhenti mengganggu ku dengan Zia. Perlu kamu ketahui, bodoh sebenernya itu adalah aku tetap bersama mu padahal aku sudah punya Zia,” ucap Han lalu pergi.
...____...