Getir

Getir
cerita azra


__ADS_3

seketika annya terbelalak menyadari ciumannya di ambil oleh azra,ia terkaget langsung meronta melepaskan pelukan laki laki tampan itu,namun azra malah terpesona saat melihat annya dengan dres cantiknya apalagi dengan rambut lebat yang di gulung naik asal asalan,membuat jenjang leher annya terlihat sangat menawan.


seketika annya membekap mulutnya dengan kedua tangannya,azra yang melihat tingkah annya pun menyadari betapa bodohnya ia,


"bugh,"pukulan di dinding dari tangan azra yang suaranya sangat nyaring,dan azra kemudian ingin berlalu pergi dari dalam kamar,


"tunggu...apa maksudnya ini?kenapa?"tanya annya sambil tangannya mencekal tangan azra yang akan pergi dari hadapannya.


"bagh...."suara punggung annya membentur tembok sedikit karena dorongan azra,sesaat azra menatap annya dengan cemasnya,namun tidak mengurungkan niatnya untuk mencium annya lagi,hingga pipi azra merasakan lelehan hangat yang menyadarkannya dari aksi nya barusan.


azra langsung menarik wajahnya,

__ADS_1


"kau....kenapa....kenapa kau menangis annya?apa aku melukaimu?"tanya azra sambil jemarinya mengusap lembut lelehan di pipi annya.


"kenapa?kenapa....kalian semua selalu memperlakukanku seperti sampah...apa salahku?apa aku mengusikmu?apa aku mengganggu kalian?apa?kenapa?kenapa harus aku?"


ucap annya yang sudah benar benar pilu perasaannya.


"maaf annya...maafkan aku..."ucap azra dengan pelukan hangatnya yang menenangkan.namun annya tahu...itu pasti bohongan.


"si sapu lidi?"tanya annya dengan mengingat ingat.


ah...ia dulu bertemu si sapu lidi ini di taman...ia pemulung jalanan yang tubuhnya kurus kerempeng sangat sangat kurus...hingga akhirnya annya menamainya si sapu lidi.

__ADS_1


"iya aku ingat azra...itu kamu?kenapa bisa seperti ini?"


tanya annya ingin tahu.


"ceritanya panjang annya...sejak terakhir bertemu kamu...aku hanya mengingat namau...annya bintara,dan dengan alat menggambarmu itu...aku mulai menggambar...sambil memulung dan mengumpulkan uang,aku mendapatkan beasiswa ke luar negeri dari fakultas,dan aku sambil memgembangkan bakat lukis ku,aku menyandang nama baru saat kembali ke negeri ini annya,aku merasa aku sudah pantas untuk mencarimu,aku bukan si sapu lidi lagi...aku seorang azra adi atmaja yang lukisannya di pamerkan di galeri seni...dan penjualannya melejit,hinnga aku hampir menyerah saat tahu kau sudah menikah...namun saat aku bertanya pada satpam dimana nomor apartemen kamu...di sana aku melihat riski dengan wanita lain dan bukan kamu,lalu aku bertanya pada satpam lagi kenapa bukan kamu?akhirnya satpam pun menceritakan detailnya.aku sungguh bahagia annya...aku ada peluang untuk memilikimu annya,"


ucap azra dengan seriusnya sambil membimbing annya duduk di atas ranjangnya.


"azra...."ucap annya dengan mata berkaca kacanya.


"aku nggak percaya lagi akan ketulusan...aku..."ucap annya seketika tertahan karena jemari azra yang sudah menempel di sana,dan sesaat kemudian azra menarik dagunya dan mendaratkan ciumannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2