Getir

Getir
pertemuan


__ADS_3

annya terbangun saat terlihat ruangan kamar nya sudah gelap dan ia belum menyalakan lampu kamar hotel nya.


ia lalu duduk di tepian ranjangnya sambil kedua tangan masih mengucek ucek matanya yang masih sepat ia buka.


sesaat ia menatap jam yang ada di peegelangan tangannya yang tadi waktu di bandara sudah ia cocok kan terlebih dahulu.


"pukul enam sore...harusnya pelukis terkenal si AZ itu sudah berada di rumah bukan?"gerutu di bibir annya seketika,lalu ia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,


tak lupa sebelum itu ia menyalakan lampu kamar.


kini ia sangat antusias karena ia akan melihat belahan jiwanya,orang yang baginya tulus mencintainya dan sudah berjuta kata maaf yang ia simpan dan ingin ia utarakan pada azra.


sesaat terdengar suara air berbenturan dari dalam kamar mandi,ia pun bergegas menyudahi mandinya.


annya mengeluarkan semua pakaiannya dari dalam koper,


lalu ia pun mengambil satu dress yang sedikit tebal,dan hanya itu satu satunya pakaian tebal yang ia bawa yang cocok untuk musim dingin di negara itu.


annya sampai lupa memprediksikan musim apa di luar negeri yang akan ia tuju,


setelah selesai berdandan dengan cantik dan anggun nya ia pun segera keluar dari dalam kamar hotel nya,kemudian berjalan menuju lift yang ada di koridor paling ujung.


ia memencet tombol lift itu dan sesaat pintu lift itu pun terbuka,seketika itu pun masuk ke dalam dan mememcet tombol lift nya menuju lantai satu.

__ADS_1


kini annya sudah berada di lobi hotel,ia pun berjalan keluar dari dalam hotel,sampai di tepi jalan besar itu,annya celingukan menatap mobil lalu lalang di depannya tanpa jeda,kemudian ia pun mulai kesal...sudah setengah jam ia berdiri namun tidak ada sela untuknya lewat menyeberang sama sekali.


akhirnya ia pun bisa menyeberang jalan besar itu,sungguh...untuk menuju ke seberang saja seperti memutar arah,menunggu hingga berlama lama.


tibalah ia di depan pintu gerbang rumah AZ itu,


ia terlihat celingukan di sana,annya seperti ingin memencet tombol bel rumah pada pagar itu,atau tidak memencet nya.akhirnya ia putus kan untuk memencet nya.


"ting tong.....ting tong....."seketika azra pun menuju kamera pengawas yang terhubung di depan pintu gerbang tepat di depan annya.


"hah....apa....jadi tadi aku tidak berhalusi nasi...itu beneran annya?kenapa ia memakai pakaian tipis?apa ia tidak tahu bahwa disini sekarang sedang musim dingin?"gumam azra yang malah mengomentari pakaian yang di kenakan annya.


"kak...siapasih yang datang?sampai sampai kakak tidak bukakan pintu gerbang,"ucap sintia yang tangannya sudah terlanjur memencet tombol buka pagar,annya yang merasa di persilakan pun buru buru masuk menuju pintu utama rumah azra.


ucap azra lalu segera pergi ke ruang kerja nya.ruang dimana ia menuangkan lukisan lukisannya.


hatinya masih tidak karuan,ia tidak ingin ke pedean karena annya mencarinya.


"ada yang bisa saya bantu?"ucap sintia dengan nada ramah nya.


"saya...ingin bertemu AZ bisa tidak?"tanya annya langsung pada intinya.


"anda...mencari AZ untuk apa ya kalau boleh tahu?"

__ADS_1


tanya sintia lagi untuk memastikannya.


"sebenarnya...kekasih saya...ia pelukis terkenal juga di kota ini,cuma...saya tidak tahu alamat pastinya,dan AZ juga seorang pelukis...pasti beliau pun kenal dengan kekasih saya,"ucap annya dengan raut wajah memelas nya.


"kenapa kalian bisa putus kontak kalau memang kalian berhubungan?"tanya sintia lebih dalam lagi.


"karena...emmmmz...waktu itu...aku menolak untuk...."


ucap annya yang belum tuntas namun sudah di potong oleh sintia.


"ouh cukup cukup kak....itu masalah kakak...aku nggak akan tanya lagi,namun aku ingin tahu siapa nama kekasih kakak yang juga pelukis itu?"tanya terakhir sintia.


"Azra adi admaja,apa kau kenal?"tanya annya balik pada sintia.namun ekspresi sintia malah terperangah sambil mendelik tidak percaya.


"jadi...ini wanita yang di cintai kakakku?"ucap nya dalam hati.


"baiklah kak...kakak masuk...terus jalan saja lurus...di ruangan pojok itu...kakak langsung masuk aja,disana tempat kerja AZ,"ucap sintia yang memberi kesempatan kakaknya untuk bahagia.


annya pun bergegas masuk dan menuju ruangan yang gadis cantik tadi tunjukkan.ia langsung saja membuka pintu ruangan itu.


"dek...dia sudah pergi ya?"tanya azra di belakang kursi putar belakang meja kerja nya.lalu kursinya ia putar tepat menghadap ke arah orang yang baru membuka pintu ruangannya itu.


sesaat annya mematung terdiam,azra pun demikian.tatapan keduanya bertemu dan saling menatap lekat.

__ADS_1


__ADS_2