
"kakak....kenapa kak sampai kesedak seperti itu kak?"
tanya sintia adik azra yang sudah berumur sembilan belas tahun dan baru masuk perguruan tinggi.
"kakak nggak apa apa dek...sudah...kamu lanjutin belajarnya...kakak mau istirahat dulu dek...kakak capek,"
ucap azra sambil berdiri dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan adiknya yang sedang belajar di ruang keluarga.
sintia seakan tidak percaya,beberapa waktu lalu sempat kakaknya itu memberi kabar dan kelihatan sangat bahagia,tapi sebentar saja kakaknya sudah memutuskan untuk balik ke luar negeri dan keadaan kakaknya begitu kacau.tidak seperti saat terakhir saat ia mengantarkan kakaknya di bandara menuju negara dimana kampung halamanya berada,saat itu ia lebih bahagia lebih ceria dari saat ini.
sintia hanya bisa mendengus panjang dan membiarkan untuk sesaat kakak melupakannya.
"pasti kakak sampai seperti ini karena wanita,dan aku yakin wanita itu sangat luar biasa hingga mampu memporak porandakan hati kakak,"ucap sintia di dalam hati.
karena sintia tahu pasti...dua puluh lima tahun ini,kakaknya tidak tersentuh wanita sama sekali.
__ADS_1
di kamar azra,
azra berdiri di depan kaca jendela besar dari dalam ruang kamar nya.kedua tangannya bersedekap di dada,wajahnya menatap lurus ke depan,memandang gedung berderet di depannya.karena apartemen azra yang memang menjulang tinggai kebetulan di tempat yang sangat tinggi.
"annya....selamat tinggal...semoga kamu bahagia..."
ucap azra dengan mata yang berkaca kaca berusaha merelakan perasaannya yang sudah ia simpan selama ini.meski ia sudah mengungkapkannya...namun ia tetap akan menyimpannya lagi,karena annya memang tidak ada sedikit pun ruang untuk menyimpan perasaan cinta azra.
di tempat annya,
"ini berkat kau azra....aku rela memberikan semuanya untukmu azra....pulanglah....kembalilah..."ucap annya dengan linangan air mata nya lagi.hingga matannya sulit untuk di buka nya.
"aku harus mencarimu azra....aku akan mencarimu...aku pastikan itu azra....tunggu aku azra..."
ucap mantap annya di sela isakannya.
__ADS_1
lalu ia pun menyalakan televisi dan bangkit dari duduknya,ia berniat menyiapkan segala keperluan yang akan ia bawa untuk ke luar negeri,meski ia tidak tahu dimana keberadaan azra,tapi iya tahu lukisan azra yang terkenal di pamerkan.
sesaat ia menoleh pada layar televisi yang menyebut kebangkrutan minimarket ternama di kota B,dan itu adalah miliknya,annya jadi tahu...karena itu si brengsek mantan suaminya itu menjualnya pada azra.
lalu ia pun semakin giat untuk memantapkan niatnya dan menyiapkan barang barang yang di perlukannya.
tidak lupa ua pun menuju laci lemari paling atas dimana ia menyimpan dokumen dokumen penting.namun yang ia akan ambil bukanlah itu semua,melainkan paspor yang akan ia bawa ke luar negeri.
annya mengambil laptop yang ada di meja samping tempat tidurnya,ia membukanya dan mengeklik judul lukisan termahal tahun ini.
alhasil keluarlah apa yang ia cari...lalu ia pun melihat pelukisnya dan juga tempat tinggal si pelukis.
"baiklah azra...aku yakin ini lukisanmu...aku tahu gadis yang ada di lukisan itu...itu aku azra...,"ucap annya dengan mantapnya,
terlihat gadis kecil dengan rambut bergelombang dan gadis dewasa yang wajahnya masih belum pasti.
__ADS_1
annya mengeluh ia menyandarkan tubuhnya di dudukan ranjang nya,ia kesal karena mendapat penerbangan ke negara A untuk besok siang.sedangkan ia ingin saat ini juga ke sana.