
"pak...sebentar...saya masuk dulu ambil uang ya...tunggu di sini ya..."ucap annya pada sopir taksi,saat sudah sampai di tempat yang annya inginkan,namum sopir tanksi menolak dan ia bersikeras untuk meminta upahnya sekarang tanpa ingin menunggu.
dan terpaksa annya pun mengambil mahkota yaang indah itu untuk membayar ongkos taksi nya.
dengan langkah gontai annya akhirnya masuk de dalam apartemen dan berjalan menuju lift yang ada di depannya.
ia kemudian masuk dan terduduk di sana.di sudut dalam lift,
"kenapa kau semakin tidak adil padaku tuhan?apa salahku?"ucap annya dalam hatinya.namun ia belum meneteskan air matanya.
"ting!"pintu lift yang ia naiki terbuka.
annya pun bangkit dari duduk nya dan melangkah gontai menuju pintu apartemen yang ia tinggali.
"huuuuffft....lega..."dengus lega annya yang sudah berada di depan pintu apartemen miliknya.
__ADS_1
kemudian ia memencet tombol kunci apartemen untuk membuka pintu apartemennya.
dan dua menit kemudian pintu terbuka,annya melangkah masuk ke dalam,ia berjalan lemas di sana.
samar samar ia mendengar suara rintihan dan erangan wanita dari arah kamar tidurnya.
annya semakin penasaran...apakah benar itu hanya imajinasinya atau kah itu benar benar setan nyata.
perlahan annya melangkah berjalan mendekat ke arah pintu kamar nya,ia membukannya perlahan,matanya melihat baju celana dan pakaian dalam wanita tercecer begitu saja di lantai,ia semakin penasaran.
namun bayangan yang muncul di benaknya benar benar menakutkan...ia takut...apa yang akan ia lihat lebih menakutkan lagi.
"bruk..."suara tubuh annya ambruk yang langsung membuat kedua insan yang sedang bergumul pun menatap ke arah annya dan menutupi tubuh keduanya dengan selimut.
dan yang paling membuat annya benar benar ingin mengubur dirinya seketika...ia melihat...riski...suami yang baru tadi pagi menikahinya itu sedang bercinta dengan wanita lain di depan matanya sendiri.
__ADS_1
"wanita brengsek...masih berani kau kemari?"
ucap riski dengan lantangnya ke arah annya.riski bangkit dan menyahut celananya mengenakannya kembali dan berjalan tergesa menuju tempat annya.
"pergi kau wanita brengsek..."ucap riski yang langsung menarik lengan annya begitu saja.
"lepaskan aku...pergi kalian dari sini...ini apartemen ku...kalian tidak ada hak menempatinya...atau akan aku panggilkan satpam di bawah,"ucap tegas annya di hadapan suaminya yang baru saja menceraikannya itu.
"kau bodoh apa pura pura bodoh hah...butuh waktu satu tahun untuk mengambil alih semuanya...kau...yang harus pergi dari sini...kalau tidak...akan aku panggil satpam untuk menyeretmu."ucap riski yang lalu mengambil bukti ke pemilikan dari dalam lemari dan menunjukkannya pada annya.
"buka mata kamu lebar lebar...dan lihat...apakah itu tanda tangan kamu atau bukan?jadi pergilah selagi aku masih berbaik hati padamu."ucap riski yang lantang dan annya yang semakin terasa tercekik disana.
"ponsel ku mana?"tanya annya pada riski.
"percuma kau tanya ponsel...semua akun bank yang kau punya sudah atas namaku semua...percuma..."
__ADS_1
ucap riski yang tidak memberikannya.
"paling tidak aku bisa menjualnya untuk bertahan hidup...aku tidak boleh mati seperti ini..."ucap dalm hati annya.