Getir

Getir
lukisan lukisan annya


__ADS_3

"annya...kamu pasti belum sarapan bukan?dari pagi aku melihatmu...kamu belum makan apa apa,mandilah di kamarku...akan aku buatkan makanan untukmu,"


ucap azra begitu saja.namun annya masih terdiam tidak menyahut.


"kenapa?masih sakit?nggak bisa jalan?mau aku gendong?"


tanya azra tanpa jeda.yang malah membuat bengong annya.


"aku bisa jalan sendiri...lalu...dimana kamar nya?"tanya annya seketika.dam seketika itu pula azra menunjuk kamar atas paling ujung.


"bajunya...kau pilih saja di lemari pakaian ya...disana banyak pakaian adikku dan sepertinya banyak yang baru dan belum di pakai,"ucap azra lagi menerangkan lebih jauh pada annya.lalu annya pun tertatih menuju tangga dan menaikinya menuju lantai atas,yang tadi di tunjukkan azra padanya.


kemudian ia pun membuka pintu kamar yang di tunjuk,perlahan ia pun masuk ke dalam.


seketika langkahnya terhenti,matanya menatap liar tanpa kedip menatap sekeliling dinding yang hampir penuh dengan lukisan lukisan yang di bingkai nan cantik.


itu adalah lukisan lukisannya yang selama ini di beli oleh laki laki yang biasa setiap hari membelinya.

__ADS_1


matanya menatap tidak berkedip.


"kenapa?ada apa?kenapa aku?"tanya dalam hati annya yang penasaran.


"ups...kamu salah masuk kamar annya...ini bukan kamar yang aku tunjukkan padamu..."ucap azra dari belakangnya yang baru saja masuk ke dalam kamar.


"tuan....eh kak...azra...ini...apa semua ini kak?"


tanya annya dengan sopan,dengan bibir bergetar nya.


lalu tanpa pikir panjang azra mendekat dan memeluk tubuh yang sedikit bergetar itu dengan pelukan hangatnya.


"oke...maaf annya jika aku menakutimu...maaf ya...ayo sekarang kau mandi dulu..."ucap azra sambil membimbing tubuh annya,merangkulnya menuju kamar sampingnya lagi dan menduduk kannya di ranjangnya.azra pun berjalan menuju lemari pakaian.


"annya...disini baju ganti nya...kau bisa pilih sendiri...oke?sekarang aku tinggal dulu ya...aku akan membuatkan makanan untukmu..."balas azra lagi yang masih belum di sahut annya dan azra begitu saja meninggalkan annya yang masih terpaku sendirian di atas ranjang.


"huuuufffft....baiklah...aku akan mulai bercerita tentang diriku saat nanti usai makan malam,"ucap azra dalam hati dengan dengusan lega nya.

__ADS_1


annya mulai berdiri dari tempat duduknya ia berjalan menuju kamar mandi,tidak lupa ia mengambil dres longgar tanpa lengan yang panjangnya pas selutut nya.


untuk beberapa saat terdengar guyuran air yang jatuh.


annya begitu senang...ia serasa kembali menjadi dirinya yang dulu puteri yang anggun dan cantik,


dan setelah usai...annya tidak memakai riasan apapun,ia berjalan menuju arah pintu dan saat pintu di buka...


"aaaakh...."teriak annya saat pintu itu tiba tiba terbuka dan ia hampir terjatuh karena saking kagetnya.


lalu secepat kilat satu tangan azra menangkap pinggang ramping annya dan satunya lagi menangkap menyangga leher anya sampai pundaknya,untuk beberapa saat tatapan keduanya pun bertemu,annya melihat ketulusan di sana dan annya merasa begitu damai saat menatapnya merasa tidak ada beban di sana.namun lagi lagi ia ingat perlakuan riski...ia benar benar muak dengan kepalsuan yang seperti itu...bermula berkedok manis...persis seperti saat ini.namun akhirnya...annya harus kehilangan semuanya.


tapi ia berpikir lagi...apa....saat ini annya punya apa hingga seorang laki laki tampan dan kaya seperti azra mengincarnya.


"pasti ini semua tidak nyata ia hanya iba terhadapku...mungkin ia hanya ingin membalas kebaikan papaku dulu...ia tidak berniat mengincarku,"


ucap dalam hati annya dan tanpa ia sadari ia merasakan sesuatu yang lembut hangat dan lembap itu menyentuh bibirnya.

__ADS_1


"aku mengincar cintamu annya..."ucap azra setelah usai mencium bibir annya.


__ADS_2