Getir

Getir
azra adi admaja


__ADS_3

"permisi nona...apakah anda bisa membantu saya?"


tanya laki laki tampan berkulit putih dengan mata tajam hidung mancung dan alis tebal.


"ah iya....apa yang bisa saya bantu tuan?"


tanya balik annya pada laki laki tampan yang sekarang berdiri di hadapannya,begitu tinggi dan annya hanya sebatas pundaknya saja.


"panggil saja azra nona..."jawab laki laki tampan di sampingnya.


"ouh iya tuan azra mau saya bantu apa ya?"tanya annya seketika ingin tahu,


"bantu lukis saya ya nona...bisa?"tanya azra pada annya.sambil menatap lurus pada annya.yang membuat annya salah tingkah.


"oh tapi tuan..saya tidak se bagus pelukis sungguhan...apa anda tidak keberatan?"tanya annya terlebih dahulu karena memang annya tidak berpengalaman.

__ADS_1


namun seketika laki laki tampan itu mengambil kursi dan duduk berpose tampan di sana dengan kaki di tumpuk menyilang dan tangan bersedekap di dada.


"ooo...oooh baiklah tuan...sebentar saya siapkan peralatan saya dahulu,"ucap annya yang langsung bergegas mengambil peralatan dan buku gambar besar nya.


mulanya ia membuat sketsa lalu mulai sungguh sungguh melukisnya.


dua jam kemudian,lukisan itu sudah jadi dengan sempurnanya.


"tuan...ini lukisan anda sudah saya selesaikan..."


ucap annya sambil memperlihatkan lukisan yang baru ia selesaikan dengan sangat sempurna.


"apa tuan?tadi anda memanggil nama saya bukan?"


tanya annya yang samar samar mendengar laki laki di sampingnya itu bicara barusan.

__ADS_1


"iya annya...kau sudah lupa padaku?"tanya laki laki itu pada annya seketika yang membuat annya terperanjat melotot menatap laki laki di sampingnya.


"tunggu tuan...apa anda salah orang?nggak mungkin aku kenal anda...dan nggak mungkin saya annya yang anda maksudkan...saya hanya seorang pelukis jalanan...saya bukan siapa siapa bagaimana orang se hebat anda bisa mengenali saya?"ucap annya yang keheranan karena sudah hampir satu tahun ini ia menggelandang di jalanan dengan hidup seadanya.


"kamu lupa siapa aku ternyata anyya...aku mencarimu selama ini...aku melihat kebusukan dan kekejaman mantan suamimu itu anyya...maafkan aku telah membiarkanmu dalam keterpurukan ini...maaf annya..."


ucap azra dengan nada lembutnya,namun annya malah menghindarinya dan mengemas semua barang nya.


"tuan azra...maaf...saya tidak tahu yang anda maksud...saya mohon pamit...ada yang akan saya lakukan,"ucap annya yang langsung meninggalkan lapak nya begitu saja dan berlari menyusuri trotoar berlari lebih jauh lagi hingga ia merasa terengah dan dada nya sesak.


ia pun memilih bersembunyi di samping dinding pagar pinggir jalan.ia menyenderkan tubuhnya hingga menempel dinding dan mengatur nafasnya.


"siapa dia...kenapa ia mengenaliku?papa...mama...aku benar benar sudah membuat nama kalian jelek dan malu...maafkan annya papa mama..."ucap annya dalam hati dengan air mata mengalir deras di sana.karena ia kira sudah tidak ada yang mengenalinya lagi setelah statuanya berubah dan penampilannya yang berubah pula seratus delapan puluh derajat.


satu jam sudah annya mengamping di tempatnya sembunyi.ia akhirnya memutuskan untuk pergi menuju lapaknya lagi,hari ini benar benar sangat panas untuknya,matahari begitu terik dan sangat panas di tambah lagi asap kendaraan yang berlalu lalang...yang membuat kepala annya sudah pusing menjadi sangat pusing.

__ADS_1


annya begitu senang saat ia sampai di tempat lapaknya,ternyata laki laki itu sudah pergi ia pun lalu duduk di pinggir trotoar depan dagangannya.kepalanya terduduk menatap ke tanah di bawah kakinya.


dan tanpa ia sadari,sepasang sepatu hitam mengkilap denga celana putih panjang itu lagi tepat berdiri di hadapannya.


__ADS_2