
esok hari nya di tempat lapak yang sama milik annya,ia menjajakan lukisan lukisannya lagi,tampak seorang yang kemarin membeli lukisannya dan memberi uang lebih pada annya.
"nona...saya mau beli lukisannya lagi nona...bisa kah?"
tanya orang itu pada annya.
"tidak boleh pak..."ucap annya begitu saja.
"loh kenapa nona...kenapa tidak boleh?bukankah anda disini untuk menjual lukisan lukisan anda ini?"
tanya orang itu lagi dengan keheranannya.
"tuan...ucapan saya belum saya lanjutkan...tapi anda sudah menyelanya..."ucap annya dengan nada lembutnya,namun malah membuat orang itu tidak mengerti.
"tuan...lukisan saya tidak di jual pada anda jika anda seperti kemarin memberi uang pada saya secara berlebihan...saya akan menjualnya...dengan harga yang semestinya,apakah anda menyetujuinya?jika iya maka saya akan menjualnya...jika tidak...maka maaf kan saya tuan...saya tidak akan menjualnya kepada andan,"
__ADS_1
ucap annya dengan sangat sopannya hingga membuat orang suruhan itu tidak percaya,masih ada orang susah yang nggak doyan uang.
"baiklah nona...saya akan turuti kemauan anda...saya beli lukisan anda dua ini,"ucap laki laki itu dengan menunjuk dua lukisan yang di pajang di dinding tembok pinggir trotoar.
"yang ini tiga ratus ribu pak...dan yang satunya lagi dua ragus lima puluh ribu pak,"ucap annya memberi tahu harganya.
"baik nona...saya mau membelinya..."ucap laki laki itu sambil merogohkan sejumlah uang untuk di berikan pada annya.dan setelah di rasa annya uang itu sudah cukup...annya pun menerima uang itu dengan senang hati.
"sebentar pak...saya bungkus dulu,"ucap annya pada laki laki itu.dan setelah selesai...annya menyerahkan lukisan itu pada orang yang membelinya.
dan setiap annya mengingat tentang riski...ia benar benar merasa dunianya hancur...kepercayaannya...cintannya...semua tidak ada artinya...dan benar benar ia tidak menginginkannya lagi.
hingga hari berikutnya,laki laki itu datang lagi,ia berniat sama...ia menginginkan lukisan lukisan annya,
dan membuat annya curiga dan ingin tahu...kenapa dengan lukisannya?ada apa dengannya?kenapa ingin mengoleksi lukisan lukisan annya,
__ADS_1
"pak...ini pesanan anda,"ucap annya sambil memberikan gulungan dua lukisan pada laki laki tersebut.
"pak maaf ya...saya ingin tahu...kenapa anda setiap hari selalu membeli lukisan saya?untuk apa lukisan jalanan seperti ini anda koleksi pak?"tanya annya ingin tahu.
"maaf nona...sebenarnya ini suruhan bos saya...saya hanya menjalankan nya saja non...terima kasih..."
ucap laki laki itu sambil menerima dan membawa lukisannya itu pergi berlalu.
"orang yang aneh...jelas jelas ia orang kaya...beli yang lebih mahal pasti bisa...kenapa setiap hari membeli lukisanku?hanya lukisan seorang jalanan."
ucap annya dengan keheranannya.namu ia tidak berpikir macam macam...toh ia sekarang seorang gelandangan...yang tidur dan pulang di gubuk bawah jembatan.tapi sekarang ia bisa memnayar kos kosan karena lukisannya setiap hari laku di beli orang yang tidak di kenal itu.apa lagi untuk merias diri ia tidak sempat dan tidak punya waktu,alhasil wajah kucel...rambut sedikit bergelombang yang sering di kuncir kuda se bawah pundaknya,mana ada laki laki yang mau mengenalnya.
hingga esok harinya...saat ia membuka lapak yang sama,
tiba tiba sebuah mobil mewah berwarna putih berhenti di dekat nya,dan dari dalam mobil keluar laki laki tampan dan gagah dengan celana putih dan jas putih tanpa kancing yang dalamannya kaus berwarna biru laut dengan kerah naik sampai bawah dagunya menutupi leher panjangnya.
__ADS_1