
annya sengaja mengambil penerbangan paling awal hari itu,ia sudah tidak sabar menemui azra di tempat tinggalnya,meski ia tahu negara dan kota azra,namun ia tidak tahu alamat pasti nya.
pukul sembilan pagi annya sudah sampai di kota A,berbekal alamat yang belum pasti ia memantapkan tekat dan niat nya,
annya bergegas keluar dari bandara,ia menyeret koper beratnya menuju jalan besar,dimana ia akan menyetop taksi untuk ia tumpangi.
tanpa sadar...mobil azra melintas...melewati annya begitu saja,sesaat azra sempat melirik ke arah annya,namun lagi lagi ia mengucek ucek matanya,ia khawatir penglihatannya sudah nggak bener karena melihat wanita mirip dengan annya,namun saat azra melirik ke arah wanita itu lagi,wanita itu keburu masuk ke dalam mobil taksi yang baru saja ia setop.
"apa aku susah nggak waras?"grerutu azra di samping sintia yang sedang menebeng kakak nya menuju tempat kuliah nya.
"kakak kenapa kak?"tanya sintia yang prenasaran dan ingin tahu karena ia tadi sempat mendengar ocehan ngawur kakanya itu.
"nggak apa apa dek..."sahut singkat azra yang tetap menatap lurus ke depan dan tanpa menoleh ke arah sintia.
di dalam mobil taksi yang annya tumpangi.
__ADS_1
"bang...tahu nggak pelukis terkenal yang bernama azra adi admaja?"tanya annya pada supir pengemudi taksi yang di tumpanginya.
"non...maaf saya tidak tahu...kalau pelukis terkenal inisial AZ saya tahu non...."ucap si supir karena AZ sangatlah terkenal di kota itu.
"kok AZ sih pak sukpir....bukan..."kata annya yang tidak tahu bahwa yang di maksud pak supir AZ itu adalah azra,
"baik lah pak supir...antarkan aku ke hotel yang terdekat dengan rumah AZ itu pak..."ucap annya dengan senangnya.dalam pikirnya,pasti si A Z akan mengerti azra karena keduanya sama sama pelukis terkenal.
annya menatap jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi,
"pak masih lama tidak?"tanya annya ingin tahu,sambil matanya menatap layar ponsel barunya itu dengan seksama.kenapa tidak ada telephone dari azra,bahkan hanya pesan masuk pun tidak ada di sana.
"azra...tunggu aku...aku akan menemukanmu azra..."
ucap dalam hati annya yang benar benar merasa sangat bersalah.
__ADS_1
"maaf azra....maaf...."ucap annya lagi lagi dan lagi yang merasa sangat bersalah.
"non...ini sudah sampai di hotel terdekat dari rumah AZ,"
ucap si supir sambil menunjukkan rumah mewah di seberang jalan dengan simbol AZ yang begitu besar di
pagar tembok depan rumah nya.
"oh oke oke pak...terimakasih ya..."ucap annya yang tangannya sambil menyerahkan uang beberapa lembar pada si supir,yang terlebih dahulu ia gantikan uang nya dengan mata uang negara yang di tempati azra sebelum ia terbang ke negara itu.
annya melangkah keluar dari mobil sambil menyeret koper besar di tangannya dan berjalan menuju hotel yang berada di dekat jalan besar itu.
annya masuk ke dalam hotel,ia memilih kamar hotel yang biasa saja,karena selama ini ia terbiasa hidup susah,jangakan tempat tidur yang nyaman...ia bisa tidur hanya beralaskan tikar gulung saja.
annya menerima kunci kamar dari petugas hotel,ia memesan kamar selama beberapa hari disana.
__ADS_1
lalu ia pun menuju kamar yang akan ia tempati.ia berjalan menuju kamarnya,setelah di rasa kamar itu adalah kamar yang di tujunya...ia pun segera membuka kunci di pintu kamar itu.dan pintu kamar itu pun terbuka annya kemudian masuk kedalam dan mengunci pintunya lagi.
lalu merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur yang nyaman itu,hingga matanya terpejam dan tertidur.