Getir

Getir
makna dari "makanan"


__ADS_3

"kau belum jawab...mau makan malam apa sayang?"tanya azra yang baru berdiri dari duduknya dan menggenggam tangan annya.menggandeng mengajaknya keluar dari dalam ruangan.


"hemmmz...aku mau makan apa aja sayang...boleh..."


ucap annya yang membuat azra menoleh dan menatap ke arahnya,dengan senyum merekah bahagia.


"baiklah...itu mau mu kan...kau tidak ingin tanya apa yang ingin aku makan?"tanya azra sambil memicingkan sebelah matanya ke arah annya sambil terus berjalan menuju pintu utama rumah megah nya.


"hemmmz...aku nggak tahu kamu mau makan apa?aku juga belum tahu makanan apa yang kamu suka sayang."


ucap annya yang membuat azra tersenyum.


"aku...ingin memakanmu...dan aku hanya suka memakanmu..."ucap azra sambil kedua tangan sudah mengurung annya ke tembok samping pintu utama,


sesaat tatapan keduanya bertemu,saling menatap dan saling membimbing memiringkan wajah keduanya,sedetik kemudian sudah saling berpagut.


"akkkh...."tiba tiba terdengar sedikit teriakan saat sintia baru membuka pintu dan masuk,

__ADS_1


"kakak....kalian mengagetkanku tahu...aduh...mataku tercemar pemandangan yang harusnya belum aku lihat."gerutu sintia sambil berlalu pergi begitu saja.


"kamu sih...nggak kira kira..."dengus annya sambil mencubit lengan kekasihnya.


"kamu yang tanya...aku jawab lah sayang...sekaligus praktekin kan..."ucap azra sambil tersenyum,cubitan annya cukup sakit di rasakannya,sambil sesekali tangannya mengelus lengan nya.


lalu keduanya pun berjalan keluar dari rumah sambil bergandengan tangan,azra mengambil mobil dari dalam garasi,menaikinya hingga berhenti di depan pintu pagar tinggi,lalu ia membukakan pintunya untuk annya,annya pun dengan senang hati masuk ke dalam.ia begitu senang sudah menemukan seseorang yang menurutnya sangat ia nantikan kehadirannya.


di dalam mobil...seakan annya tudak mau berpisah lagi dengan azra,meski azra mengemudi kan mobil,annya merangkul lengan azra,memeluknya sambil bersandar di bahunya.azra pun terlihat bahagia dan menyukainya tanpa rasa risih sama sekali.


dan sesekali kecupan di kening annya membuat nya semakin suka berlama lama dalam pose seperti itu.


"sayang...bisa nggak tanya nya jangan se imut itu...aku akan memakanmu jika kau terus seperti ini."


ucap azra dengan suara seraknya.


"kau mau makan apa sayang?"tanya balik azra dengan kecupannya.

__ADS_1


"emmmz...steak...pasta...apa aja lah sayang...yang penting bersama denganmu."ucap menggoda annya.


dan terlihat azra pun tersenyum dengan senangnya,dengan kepala mengangguk tanda ia mengerti.


"sayang...andai kau menerimaku saat itu...pasti saat ini kita sudah benar benar bahagia."ucap dalam hati azra yang mengenang insiden annya menolaknya,bahkan bisa di bilang...mencampak kannya.


mobil melaju menuju restoran yang di tuju,dan berhenti di tempat parkir yang sudah di sediakan oleh restoran.


azra pun segera turun dari mobilnya,lalu berjalan menuju pintu samping tempat annya duduk,ia membukakan pintu mobilnya untuk kekasihnya,kekasih yang ia harapkan selama ini,kekasih yang sangat ia cintai meski baru beberapa jam saja keduanya saling mengungkapkan isi hati satu sama lain.namun bagi azra...annya adalah cinta pertamannya dan tentu yang terakhir untuknya.


annya segera turun dari dalam mobil,dan dengan lincah tangannya langsung menggandeng tangan azra,azra pun tidak keberatan dengan hal itu.


keduanya berjalan masuk bersama ke dalam restoran.


ternyata...di dalam restoran ada sekelompok orang yang terlihat antusias saat azra datang.


sontak...annya pun melepas pegangan tangannya dengan seketika.ia bermaksud tidak ingin azra menjadi topik pembicaraan.namu...azra langsung menarik pinggang annya hingga menempel padanya,dan sesaat tatapan keduanya bertemu.

__ADS_1


"jangan pernah melepas pegangan tanganku sayang,karena jika kau lepaskan...aku tidak akan terima."


ucap azra yang membuat annya tersipu malu seketika.


__ADS_2